Petugas Gabungan Berjibaku Jinakkan Kebakaran Kebakaran GBI Nehemia Cianjur,Kapolres: Semua Bergerak Untuk Cianjur

CIANJURKINI.COM

Kebakaran hebat melanda Gereja Bethel Indonesia (GBI) Nehemia di Jalan Muhammad Ali, Kelurahan Solokpandan, Kecamatan Cianjur, Minggu (23/8/2026) sore. Kobaran api yang membakar lantai dua dan tiga bangunan tempat peribadatan itu memaksa aparat gabungan berjibaku selama hampir lima jam hingga api benar-benar berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.00 WIB.

Kapolres Cianjur AKBP Alexander Yurikho Hadi yang berada di lokasi mengapresiasi kerja keras seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan kebakaran tersebut. Menurutnya, peristiwa itu menjadi gambaran nyata bagaimana seluruh elemen di Cianjur bergerak bersama ketika masyarakat menghadapi musibah.

“Cianjur hadir sebagai sebuah keluarga. Semuanya hadir untuk menolong warga masyarakat Cianjur yang sedang berkesusahan,” kata Alexander di lokasi kejadian.

Api pertama kali diketahui sekitar pukul 16.15 WIB, ketika pihak gereja tengah mempersiapkan pelaksanaan ibadah yang dijadwalkan berlangsung pukul 17.00 WIB.

Berdasarkan informasi awal yang diterima aparat, api diduga muncul setelah pendingin ruangan atau air conditioner (AC) dinyalakan. Percikan api kemudian disertai asap dan bau sebelum kobaran api membesar dan melalap bagian lantai dua serta lantai tiga.

Namun, Kapolres menegaskan penyebab pasti kebakaran belum dapat disimpulkan. Pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan untuk memastikan apakah kebakaran berkaitan dengan faktor teknis peralatan, AC, atau penyebab lainnya.

“Yang nanti akan diteliti lebih lanjut oleh Puslabfor, apakah kebakaran atau terbakar, sengaja dibakar atau tidak sengaja terbakar karena alasan teknis,” ujarnya.

Aparat Tak Kenal Lelah Hadapi Kobaran Api

Besarnya kobaran api membuat proses pemadaman tidak mudah. Lokasi yang berada di kawasan padat dan sibuk juga menjadi tantangan tersendiri bagi petugas karena arus kendaraan sempat mengalami kemacetan.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah petugas. Personel Damkar, TNI, Polri, BPBD, PMI, relawan, pemerintah daerah, masyarakat hingga jemaat bahu-membahu melakukan penanganan.

Kapolres menegaskan, para petugas bahkan harus menghadapi risiko tinggi ketika masuk ke area terdampak untuk memastikan api dapat segera dikendalikan.

“Dari Damkar jelas seluruh personelnya tadi, mohon maaf, rela bertaruh nyawa, masuk ke dalam. Ini semua demi Cianjur,” tegasnya.

Sedikitnya 12 armada utama dikerahkan dalam operasi pemadaman. Yonif Raider 300 menurunkan tiga unit kendaraan, Kodim 0608 Cianjur satu unit, sementara Damkar mengerahkan hingga delapan unit armada.

Polres Cianjur juga mengerahkan dua kendaraan water cannon untuk membantu proses pemadaman sekaligus suplai air. Bantuan armada dan pasokan air turut datang dari sejumlah perangkat daerah, termasuk Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Perumdam.

Dengan dukungan berbagai armada tersebut, petugas bekerja secara bergantian untuk menembakkan air ke titik-titik api yang berada di bagian atas bangunan.

Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Proses dilanjutkan dengan pendinginan, overhaul dan searching untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang berpotensi kembali menyala.

Sekitar pukul 21.00 WIB, seluruh rangkaian pemadaman, pendinginan, overhaul dan pencarian titik api dinyatakan selesai.

Tidak Ada Korban Jiwa

Alexander memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, dalam proses pemadaman, terdapat petugas yang mengalami keluhan seperti sesak napas maupun luka akibat tingginya risiko saat berjibaku dengan api.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Kalau memang tadi ada yang luka, sesak napas dan segala macam itu karena petugas yang rela berkorban dan rela bertaruh dengan risiko yang sangat besar untuk cepat padamnya api,” ungkapnya.

Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk personel Damkar, TNI, Polri, BPBD, PMI, relawan, masyarakat dan jemaat yang turut membantu maupun memberikan dukungan selama proses penanganan.

Menurutnya, peristiwa tersebut menunjukkan bahwa ketika musibah terjadi, batas-batas seragam tidak menjadi penghalang. Semua bergerak dalam satu kepentingan, yakni menyelamatkan masyarakat dan mencegah api semakin meluas.

“Walaupun faktualnya kita seragam beda-beda, semuanya warga masyarakat Cianjur,” ujarnya.

Polisi Pasang Garis Pengaman

Usai api dipastikan padam, aparat langsung melakukan sterilisasi di sekitar lokasi dengan memasang garis polisi. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan sekaligus memberikan ruang kepada petugas maupun tim terkait dalam melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres meminta masyarakat tidak menerobos garis polisi yang telah dipasang.

“Area ini telah kami sterilisasi dengan menggunakan police line demi keamanan dan keselamatan. Mohon untuk tidak diterobos,” tegas Alexander.

Garis polisi akan tetap dipasang hingga proses pemeriksaan lokasi selesai. Setelah dinyatakan aman dan garis polisi dibuka, proses pemulihan dapat dilakukan.

Sementara itu, nilai kerugian material akibat kebakaran masih dalam proses pendataan. Kepolisian juga masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kebakaran.

Di tengah musibah tersebut, satu hal menjadi catatan penting: kobaran api boleh membakar bangunan, tetapi kepedulian dan gotong royong masyarakat Cianjur justru semakin menyala. Selama hampir lima jam, para petugas dari berbagai institusi mempertaruhkan tenaga, keselamatan bahkan nyawa demi memastikan api dapat dijinakkan dan tidak menimbulkan korban jiwa.

Peristiwa kebakaran GBI Nehemia tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor—TNI, Polri, Damkar, BPBD, PMI, pemerintah daerah, relawan dan masyarakat—menjadi kekuatan utama dalam menghadapi keadaan darurat di Kabupaten Cianjur.

Duy

Ketua PSI DPD Cianjur Tegaskan Komitmen Dekat Dengan Masyarakat Dan Dorong Generasi Muda Jaga Nasionalisme

CIANJURKINI.COM

Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Cianjur, Anggarda Giri Rajati, menegaskan komitmennya untuk terus membangun kedekatan dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Hal itu disampaikan Angga saat menghadiri kegiatan santunan yang digelar Yayasan Pasbukit di kawasan Perumahan Catur Siwi, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, Minggu (23/8/2026).

Anggarda mengatakan, kehadirannya dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk silaturahmi sekaligus upaya PSI untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat.

“Kita diundang oleh rekan-rekan atau teman-teman di masyarakat, terutama di Desa Nagrak. Alhamdulillah acara berjalan lancar dan kita juga disambut dengan baik,” ujar Anggarda.

Menurutnya, PSI harus mampu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam momentum politik, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan warga.

Ia menilai hubungan antara partai politik dan masyarakat merupakan hubungan dua arah. Masyarakat membutuhkan wadah perjuangan, sementara partai politik juga membutuhkan dukungan dan kepercayaan masyarakat.

“Kita harus dekat dengan masyarakat, sesuai dengan permintaan dan kebutuhan mereka. Kita selama berpartai membutuhkan masyarakat dan mereka pun pasti membutuhkan kita,” katanya.

Bangun Silaturahmi dan Kekeluargaan

Angga menambahkan, kegiatan sosial seperti santunan menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi, silaturahmi hingga rasa kekeluargaan antara PSI dengan masyarakat.

Ia memastikan pihaknya akan tetap terbuka terhadap berbagai kegiatan masyarakat, terutama kegiatan sosial yang membutuhkan dukungan dan keterlibatan bersama.

“Kita membangun ikatan komunikasi, jalinan silaturahmi, bahkan bisa dibilang kekeluargaan dalam berbagai kegiatan, terutama kegiatan sosial. Selama kita diundang dan kegiatannya terbuka, saya siap membantu masyarakat bilamana dibutuhkan,” tuturnya.

Generasi Muda Jadi Harapan Masa Depan

Dalam kesempatan tersebut, Angga juga menyoroti pentingnya kegiatan yang melibatkan generasi muda, khususnya kegiatan yang dapat menanamkan semangat nasionalisme sejak dini.

Menurutnya, generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah bangsa ke depan. Mereka nantinya akan meneruskan kepemimpinan serta berbagai profesi yang saat ini dijalankan generasi sebelumnya.

“Kita berbicara generasi hari ini, bahkan diproyeksikan menuju 2045, sekitar 60 persen akan didominasi oleh anak muda. Mereka nantinya yang melanjutkan generasi yang hari ini memimpin, bekerja dan berprofesi,” jelasnya.

Karena itu, ia menilai kegiatan sosial, kebangsaan dan kemasyarakatan yang melibatkan anak muda sangat penting, terlebih dalam suasana memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Angga berharap generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut mengambil peran dalam menjaga persatuan, nasionalisme dan keberlangsungan bangsa.

“Mereka yang nantinya akan menjaga kita dan menjaga nasionalisme kita, baik dalam kegiatan di tingkat daerah maupun nasional. Kegiatan seperti ini penting karena mereka adalah harapan kita ke depan,” ungkapnya.

PSI Disebut Tetap Berjiwa Muda

Ketika ditanya apakah aktivitas sosial tersebut juga menjadi bagian dari upaya PSI memperkuat branding politik, khususnya menjelang momentum politik mendatang, Angga tidak menampiknya.

Namun, ia menegaskan bahwa keterlibatan PSI dalam kegiatan masyarakat bukan semata-mata untuk kepentingan politik, melainkan bagian dari tanggung jawab partai untuk hadir dan memberikan edukasi kepada masyarakat.

Angga menyebut PSI saat ini tengah mengalami berbagai transformasi pascakongres, termasuk perubahan identitas partai yang sebelumnya menggunakan simbol bunga mawar menjadi gajah.

“Transformasinya akan sangat banyak. Setelah kongres, kita transformasi bukan hanya berbicara logo yang tadinya bunga mawar menjadi gajah, tetapi banyak filosofi, rencana strategis dan grand design,” katanya.

Ia menegaskan, meskipun terjadi perubahan secara organisasi dan simbol, PSI tetap mempertahankan identitas sebagai partai yang memiliki semangat dan DNA anak muda.

“DNA kita adalah jiwa dan semangat muda. Dalam kegiatan-kegiatan kepemudaan kita pasti support. Itu menjadi satu bentuk kewajiban,” tegasnya.

Toleransi dan Antikorupsi Jadi Komitmen

Angga juga kembali menegaskan dua nilai yang menurutnya menjadi bagian penting dari identitas PSI, yakni toleransi dan sikap antikorupsi.

Ia menjelaskan, semangat solidaritas yang menjadi nama partai dimaknai sebagai semangat gotong royong serta keterbukaan terhadap seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang.

“PSI ini rumah bagi setiap kalangan, baik dari ras mana pun, pekerjaan apa pun, daerah maupun golongan mana pun. Dalam hal agama pun kita berbicara sangat toleran. Kita membangun gotong royong bersama,” ujarnya.

Menurutnya, bangsa Indonesia dibangun dari keberagaman sehingga kekuatan tersebut harus terus dihimpun untuk menjaga persatuan dan mendorong kemajuan masyarakat.

Sementara terkait pemberantasan korupsi, Angga menegaskan PSI tetap menjadikan sikap antikorupsi sebagai salah satu prinsip yang harus dijaga oleh kader.

“Kalau kita berbicara antikorupsi, kita sangat anti terhadap orang-orang yang berperilaku buruk. Korupsi itu memang hal yang jahat, karena sesuatu yang peruntukannya untuk masyarakat harus kembali kepada masyarakat,” katanya.

Angga menambahkan, meskipun PSI belum memiliki kursi di Senayan, proses seleksi dan penyaringan kader tetap menjadi perhatian partai agar nilai-nilai antikorupsi dapat dijaga.

“Selagi kita belum masuk Senayan, kita sangat memilih dan melakukan filtrasi terhadap kader-kader. Korupsi jangan sampai dilakukan,” pungkasnya.

Ia berharap keterlibatan PSI dalam kegiatan sosial di tengah masyarakat dapat terus berkembang sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat persatuan, membangun kepedulian sosial dan mendorong generasi muda agar semakin aktif mengambil peran dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Duy

Kurawa Group Dan Apotik Rahayu Group Gelar Semarak Hut RI Ke-81 Di Pasar Induk Jebrod Cianjur

CIANJUR KINI.COM

Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 1 Kemerdekaan Republik Indonesia bergema di Pasar Induk Jebrod, Kabupaten Cianjur, Minggu (23/8/2026).

Kegiatan yang melibatkan pedagang pasar dan masyarakat umum tersebut digelar atas inisiatif Kurawa Group bersama Apotek Rahayu Group sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya menghadirkan kemeriahan peringatan kemerdekaan di tengah masyarakat.

Beragam kegiatan disiapkan dalam acara tersebut, mulai dari lomba senam jasmani, pengobatan gratis, hingga berbagai perlombaan hiburan yang melibatkan masyarakat.

Pengobatan gratis menjadi salah satu kegiatan yang mendapat perhatian. Pelayanan kesehatan tersebut diselenggarakan oleh Apotek Rahayu Group bersama Kurawa Group sebagai bagian dari rangkaian kegiatan sosial dalam memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

“Kegiatan hari ini salah satu untuk memeriahkan Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-81. Pertama kita adakan senam jasmani dan lomba senam, kemudian pengobatan gratis dari Apotek Rahayu Group dan Kurawa Group,” ujar salah seorang penyelenggara.

Selain kegiatan olahraga dan pelayanan kesehatan, masyarakat juga diajak mengikuti berbagai perlombaan hiburan. Kegiatan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi para pedagang Pasar Induk Jebrod, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum.

“Alhamdulillah ini pasar plus umum. Jadi bukan hanya orang pasar saja, tetapi masyarakat umum juga bisa mengikuti,” katanya.

Digelar Mandiri Tanpa Bantuan Dana

Menariknya, seluruh rangkaian kegiatan tersebut digelar secara mandiri atas inisiatif Kurawa Group dan Apotek Rahayu Group tanpa bantuan dana dari pihak lain.

Penyelenggara menyebut kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian untuk ikut menciptakan suasana kemerdekaan yang lebih semarak sekaligus mempererat kebersamaan antara pedagang pasar dan masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Kurawa Group dan Apotek Rahayu Group. Kami laksanakan sendiri tanpa ada bantuan dana dari mana pun,” ungkapnya.

Meski digelar secara mandiri, pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan fasilitas dari sejumlah pihak terkait, termasuk UPTD, pengelola Pasar Induk Jebrod, DPPP, Kalima, serta dinas-dinas terkait.

Penyelenggara menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung di kawasan Pasar Induk Jebrod.

Harapkan Semangat Kemerdekaan Semakin Terasa

Rangkaian acara juga direncanakan ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan yang telah dinikmati bangsa Indonesia selama 81 tahun.

Penyelenggara berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar pada tahun-tahun mendatang dengan kemeriahan yang lebih besar dan melibatkan masyarakat yang lebih luas.

“Harapan kami, mudah-mudahan di tahun-tahun berikutnya acara ini bisa lebih meriah, lebih semangat lagi, dan kemerdekaan ini semakin terasa di hati masyarakat pada umumnya,” tuturnya.

Kegiatan yang digagas Kurawa Group dan Apotek Rahayu Group tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat kebersamaan di lingkungan Pasar Induk Jebrod. Semangat gotong royong dan kepedulian sosial diharapkan tidak berhenti pada momentum peringatan HUT RI, tetapi terus berkembang dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Duy

Demokrat Cianjur Gelar Pesta Rakyat Di Sukamaju,Hj Lilis Boy Bidik 10 Kursi Pada 2029

CIANJURKINI.COM

DPC Partai Demokrat Kabupaten Cianjur menggelar Pesta Rakyat di Lapang Sukamaju, Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur, Minggu (23/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Demokrat yang diperingati setiap 9 September.

Pesta rakyat dikemas dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung, mulai dari senam sehat, jalan santai hingga sejumlah perlombaan rakyat dan kegiatan UMKM.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Cianjur, Haji Lilis Boy, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen partai untuk terus membangun kedekatan dengan masyarakat.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga merupakan tindak lanjut arahan DPP Partai Demokrat dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) agar kader Demokrat turun langsung dan hadir di tengah masyarakat.

“Perintah dari DPP, dari Ketua AHY, kita harus dekat dengan masyarakat, harus dekat dengan rakyat. Makanya kami memilih di sini, terdiri dari satu RW dan empat RT,” ujar Haji Lilis Boy.

Ia menjelaskan, Pesta Rakyat di Sukamaju bukan kegiatan tunggal. Sebelumnya, DPC Demokrat Cianjur telah melaksanakan sejumlah kegiatan sosial dan kemasyarakatan, seperti kegiatan pidato, bersih-bersih lingkungan, pengecatan serta gotong royong bersama masyarakat.

“Yang ini acara ketiga. Jadi kita memang fokus terhadap kinerja yang konkret, terjun bersama masyarakat,” katanya.

Mulai Panaskan Mesin Politik Menuju 2029

Di balik rangkaian kegiatan tersebut, Partai Demokrat Cianjur mulai mempersiapkan mesin politik menghadapi Pemilu 2029.

Haji Lilis Boy mengungkapkan, saat ini Partai Demokrat memiliki lima kursi di DPRD Kabupaten Cianjur. Untuk Pemilu 2029, partainya memasang target peningkatan signifikan hingga mencapai 10 kursi.

“Sekarang di sini kami ada lima fraksi. Mudah-mudahan ke depan incumbent yang lima bisa terpilih kembali, kemudian akan bertambah lagi lima. Jadi sepuluh,” tegasnya.

Selain meningkatkan perolehan kursi di DPRD Kabupaten Cianjur, Demokrat juga membidik perolehan kursi di tingkat DPRD Provinsi Jawa Barat dan DPR RI.

Menurut Lilis, berbagai kegiatan bersama masyarakat saat ini menjadi bagian dari konsolidasi sekaligus pemanasan mesin partai sebelum menghadapi pertarungan politik 2029.

“Targetnya ke 2029, bukan target ke ulang tahun. Kalau target ulang tahun, Partai Demokrat Cianjur menyelenggarakan tugas dari partai DPP pusat bersama masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, kegiatan Pesta Rakyat tidak semata-mata menjadi ajang perayaan HUT partai. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat hubungan antara kader Demokrat dan warga.

“Mudah-mudahan kegiatan ini bisa bermanfaat untuk masyarakat,” pungkas Haji Lilis Boy.

Duy

Cianjur Fest 2026 Banjir Warga,Bupati: Karnaval Dongkrak Ekonomi Dan Promosikan Budaya Cianjur

CIANJURKINI.COM

Pawai Helaran Karnaval Budaya dalam rangka memperingati Hari Jadi Cianjur (HJC) ke-349 sekaligus HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 berlangsung meriah di Kabupaten Cianjur, Sabtu (22/8/2026). Kegiatan yang dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Cianjur tersebut dipadati masyarakat dan menjadi momentum promosi budaya, wisata serta penggerak ekonomi daerah.

Ribuan masyarakat tampak antusias memadati sepanjang jalur karnaval. Tak hanya warga Cianjur, pengunjung juga datang dari sejumlah daerah seperti Sukabumi, Bogor dan Bandung.

Kemeriahan Karnaval Budaya Cianjur Fest 2026 tidak hanya menjadi ruang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan budaya, sejarah, kesenian, kuliner hingga potensi pariwisata Kabupaten Cianjur.

Bupati Cianjur Dr. Mohamad Wahyu Ferdian, saat diwawancarai di sela kegiatan, menyampaikan rasa syukur karena pawai berlangsung lancar dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.

“Alhamdulillah berjalan lancar dan masyarakat sangat antusias. Kami berharap ini bisa membawa kemanfaatan untuk masyarakat, terutama perputaran ekonomi,” ujar Dr. Mohamad Wahyu Ferdian.

Menurutnya, geliat ekonomi terlihat dari banyaknya masyarakat yang datang dari luar daerah. Kehadiran para pengunjung tersebut turut memberikan dampak positif bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang berjualan di sepanjang kegiatan.

“Banyak yang ternyata dari kota-kota lain ke sini, dari Sukabumi, dari Bogor, dari Bandung, dari kota-kota lain banyak datang ke sini. Alhamdulillah UMKM banyak yang beli. Kami bersyukur tentunya ini bisa meningkatkan perekonomian dan perputaran ekonomi di Kabupaten Cianjur,” katanya.

Bupati Soroti Dampak Ekonomi

Menurut Wahyu, kemeriahan karnaval tidak berhenti pada aspek hiburan. Kehadiran warga dari luar daerah dinilai ikut mendorong transaksi UMKM dan perputaran ekonomi di Kabupaten Cianjur.

“Banyak yang ternyata dari kota-kota lain ke sini, dari Sukabumi, dari Bogor, dari Bandung. Alhamdulillah UMKM banyak yang beli,” katanya.

Angkat Tiga Pilar Budaya Cianjur

Berbeda dengan sekadar pawai hiburan, Karnaval Budaya Cianjur Fest 2026 dirancang untuk mengangkat identitas dan kekayaan budaya lokal.

Tahun ini, konsep karnaval menonjolkan berbagai ciri khas Kabupaten Cianjur, termasuk tiga pilar budaya, yakni ngaos, mamaos dan maenpo.

Selain itu, berbagai kekayaan kuliner khas Cianjur seperti manisan dan tauco turut diperkenalkan. Potensi daerah lainnya, mulai dari perkebunan teh, durian, kesenian tradisional hingga tokoh-tokoh sejarah Cianjur juga menjadi bagian dari sajian karnaval.

Bupati berharap konsep tersebut tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar semakin mengenal akar budaya dan sejarah daerahnya.

“Kami ingin anak-anak kita, remaja kita, bisa teredukasi dengan sejarah dan tradisi Kabupaten Cianjur. Jadi bukan hanya terhibur, tetapi mereka mengetahui ciri khas dan budaya daerahnya,” ungkapnya.

Lebih Ramai Dibanding Tahun Sebelumnya

Antusiasme masyarakat dalam Cianjur Fest 2026 disebut meningkat dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya.

Sepanjang jalur karnaval, masyarakat berjejer menyaksikan berbagai atraksi dan penampilan peserta. Kondisi tersebut menjadikan suasana pusat kota Cianjur semakin semarak.

“Alhamdulillah ini terlihat apabila dibandingkan dengan tahun kemarin, yang tahun ini lebih ramai, lebih seru,” tutur Wahyu.

Kemeriahan Cianjur Fest 2026 kemudian dilanjutkan pada malam harinya melalui Gema Syiar yang digelar di kawasan Alun-Alun Masjid Agung Cianjur.

Acara tersebut menghadirkan penyanyi religi Opick serta Ustadz Dennis Lim untuk memberikan tausiyah kepada masyarakat.

Generasi Muda Diajak Kembali Mengenal Budaya Leluhur

Lebih jauh, Bupati Cianjur menegaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki tujuan jangka panjang, terutama dalam membangun kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah.

Di tengah derasnya pengaruh budaya luar, pemerintah ingin generasi muda Cianjur tidak kehilangan jati diri dan tetap mengenal nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur.

“Kami ingin anak-anak kita, remaja kita, anak muda kita tidak hanya melihat budaya luar yang sekarang mereka terhegemoni. Kami ingin mereka kembali lagi kepada ciri khas tradisi leluhur kita,” tegasnya.

Menurutnya, berbagai nilai kebijaksanaan yang diwariskan leluhur masih relevan untuk diterapkan dalam kehidupan masyarakat saat ini.

“Banyak kebijaksanaan dan ilmu mereka yang saat ini sebetulnya sangat relevan, bahkan dengan kondisi Cianjur saat ini,” tambahnya.

Gunung Padang hingga Cibodas Jadi Materi Promosi Wisata

Karnaval juga dimanfaatkan sebagai media promosi potensi pariwisata Kabupaten Cianjur.

Berbagai destinasi unggulan ditampilkan dalam parade, mulai dari Situs Megalitikum Gunung Padang, Kebun Raya Cibodas, Taman Bunga Nusantara, serta berbagai potensi wisata lainnya.

Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah replika atau representasi Gunung Padang yang dibawa dalam rombongan karnaval.

Bupati mengatakan, promosi tersebut diharapkan mampu membuat masyarakat dari luar daerah semakin mengenal Cianjur dan tertarik untuk berkunjung.

“Kami ingin memberi tahu kepada dunia luar bahwa inilah Kabupaten Cianjur. Kita punya ciri khas, kita punya budaya yang luhur, kita juga punya sejarah yang luar biasa,” ujarnya.

Ia berharap wisatawan yang datang tidak sekadar singgah, tetapi dapat tinggal lebih lama sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

“Kami berharap mereka bisa datang ke Cianjur dan menginap di Cianjur,” katanya.

Libatkan OPD, Kecamatan dan Komunitas

Karnaval Budaya Cianjur Fest 2026 melibatkan berbagai unsur, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan hingga komunitas.

Masing-masing peserta menampilkan kreasi dan identitas daerah maupun potensi yang dimiliki. Beragam rumah adat, kesenian, budaya dan potensi wisata dikemas menjadi satu pertunjukan besar di sepanjang jalur karnaval.

Menurut Bupati, seluruh peserta memberikan penampilan yang menarik dan memiliki karakter masing-masing.

“Ya tadi ada OPD, ada kecamatan, lalu ada komunitas. Masing-masing menampilkan. Ada rumah adat yang paling menarik, tadi yang luar biasa Gunung Padang, Gunung Padang dibawa ke sini menjadi karnaval. Tapi yang lain juga luar biasa menarik-menarik,” jelasnya.

Karnaval tersebut sekaligus menjadi etalase besar Kabupaten Cianjur. Pemerintah berharap momentum HJC ke-349 dan HUT RI ke-81 bukan hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi mampu memperkuat identitas budaya, menggerakkan UMKM, meningkatkan kunjungan wisatawan serta mempercepat perputaran ekonomi masyarakat.

Dengan mengusung semangat “Rahayat Raksa Raharja”, Cianjur Fest 2026 menjadi panggung untuk menunjukkan bahwa Cianjur memiliki kekayaan budaya, sejarah, kuliner, kesenian dan pariwisata yang layak dikenal lebih luas.

Cianjur bukan sekadar tempat untuk dilalui, tetapi daerah yang memiliki cerita, budaya dan potensi yang patut dinikmati serta dijaga bersama.

Duy

Hari Juang Polri Di Cianjur Ungkap Jejak 67 Polisi Kibarkan Merah Putih Sehari Sebelum Proklamasi

CIANJURKINI.COM

Suasana khidmat mewarnai upacara peringatan Hari Juang Polri yang digelar jajaran Polres Cianjur pada Jumat (21/8/2026). Peringatan yang dilaksanakan setiap 21 Agustus tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial internal kepolisian, tetapi juga menjadi momentum untuk menggali kembali jejak perjuangan polisi di Cianjur pada masa awal kemerdekaan.

Dalam kegiatan tersebut, Polres Cianjur menghadirkan sejarawan dan penulis asal Cianjur, Hendi Jo, untuk memberikan perspektif sejarah mengenai kiprah anggota kepolisian di daerah ini menjelang dan setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Kehadiran Hendi Jo membuat peringatan Hari Juang Polri di Cianjur memiliki makna tersendiri. Sejarah yang selama ini berkembang dalam berbagai catatan dan penuturan kembali diangkat ke ruang publik, khususnya mengenai keberanian anggota kepolisian Cianjur yang disebut telah mengibarkan Merah Putih sehari sebelum Proklamasi.

Hari Juang Polri diperingati setiap 21 Agustus berdasarkan Keputusan Kapolri Nomor Kep/95/I/2024 tentang Hari Juang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Penetapan tersebut merujuk pada peristiwa Proklamasi Polisi pada 21 Agustus 1945 di Surabaya, ketika Inspektur Polisi Kelas I Moehammad Jasin bersama Polisi Istimewa menyatakan kesetiaannya kepada Republik Indonesia.

Peristiwa tersebut menjadi salah satu tonggak sejarah perjalanan Polri. Pada 21 Agustus 1945, Polisi Istimewa menyatakan diri sebagai Polisi Republik Indonesia dan kemudian menunjukkan kesiapan mempertahankan kemerdekaan.

Namun, peringatan Hari Juang Polri di Cianjur tahun ini memiliki warna tersendiri. Di tengah suasana upacara, perhatian diarahkan pada peristiwa bersejarah yang terjadi di Cianjur pada 16 Agustus 1945, tepat satu hari sebelum Proklamasi Kemerdekaan.

Kapolres Cianjur AKBP Akhmad Alexander Yuriko Hadi menyampaikan, berdasarkan penelusuran sejarah, sebanyak 67 anggota polisi yang bertugas di Cianjur kala itu berani menurunkan bendera Jepang dan menggantinya dengan Sang Merah Putih.

“Sehari sebelum resmi Negara Republik Indonesia diproklamirkan oleh Bapak Proklamator kita, Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta, sejatinya pada tanggal 16 Agustus 1945, di Cianjur, polisi yang bertugas di Kantor Karesidenan Cianjur telah berani menurunkan bendera Jepang, kemudian mengibarkan bendera Merah Putih,” ungkap Alexander.

Menurutnya, keberanian para anggota polisi tersebut menjadi bagian penting dari sejarah perjuangan masyarakat Cianjur dalam menyambut kemerdekaan.

Peristiwa tersebut bahkan disebut menjadi pemantik keberanian masyarakat untuk turut mengibarkan Merah Putih di berbagai tempat dengan menggunakan peralatan seadanya.

“67 anggota Polisi berani untuk mengibarkan bendera Merah Putih. Kemudian peristiwa tersebut menjadi trigger masyarakat Cianjur untuk menggunakan seadanya yang bisa dijadikan tiang untuk mengibarkan bendera Merah Putih,” ujarnya.

Polres Cianjur Telusuri Identitas 67 Polisi

Polres Cianjur tidak ingin sejarah tersebut berhenti sebagai cerita lisan. Jajaran kepolisian bersama sejarawan berencana menelusuri identitas 67 anggota polisi yang terlibat dalam peristiwa tersebut, termasuk mencari keberadaan keluarga maupun keturunannya.

Langkah itu dinilai penting sebagai bentuk penghormatan terhadap para pendahulu Polri yang telah mengambil risiko besar pada masa menjelang lahirnya Republik Indonesia.

“Kami akan memberikan apresiasi dan melakukan penelusuran terhadap ke-67 anggota Polres Cianjur pada waktu itu. Sekarang keluarganya di mana dan seterusnya,” kata Alexander.

Ia menegaskan, bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah.

“Kami sangat menghargai para pendahulu kami yang telah dengan sangat berani mengibarkan bendera Merah Putih, bukan hanya untuk Cianjur, tetapi untuk Indonesia,” tegasnya.

Hendi Jo Hadir Mengurai Jejak Sejarah Polisi Cianjur

Sejarawan dan penulis asal Cianjur, Hendi Jo, yang hadir dalam rangkaian peringatan Hari Juang Polri di Polres Cianjur, turut mengurai pentingnya penelusuran sejarah tersebut. Menurutnya, masih banyak catatan perjuangan di daerah yang belum terdokumentasikan secara utuh.

Hendi menyebut, kisah 67 polisi Cianjur tersebut merupakan bagian dari sejarah lokal yang penting untuk ditelusuri kembali secara serius. Ia menekankan bahwa persoalan utama bukan hanya mengingat peristiwanya, tetapi memastikan dokumen, nama tokoh, lokasi, serta rangkaian kejadian tersimpan sebagai warisan sejarah.

Karena itu, ia mendorong agar hasil penelitian mengenai perjuangan polisi Cianjur disampaikan kepada Mabes Polri dan menjadi bagian dari dokumentasi resmi sejarah kepolisian Indonesia. Hendi juga menilai lokasi-lokasi bersejarah di Cianjur perlu mendapatkan perhatian dan perlindungan agar jejak perjuangan tersebut tidak hilang. Gagasan penetapan sejumlah lokasi sejarah perjuangan di Cianjur sebagai cagar budaya sebelumnya juga telah mengemuka.

Menurut Hendi, sejarah perjuangan tersebut layak mendapatkan tempat dalam Museum Sejarah Polri karena memiliki nilai penting bagi generasi mendatang. Ia menilai dokumentasi sejarah merupakan cara untuk memastikan keberanian generasi terdahulu tidak berhenti sebagai cerita yang mudah hilang dari ingatan masyarakat.

Perjuangan Tak Berhenti pada Pengibaran Merah Putih
Jejak perjuangan polisi dan masyarakat Cianjur, kata Hendi, tidak berhenti pada peristiwa pengibaran Merah Putih.

Setelah Indonesia menyatakan kemerdekaannya, polisi bersama masyarakat Cianjur juga disebut terlibat dalam berbagai perlawanan untuk mempertahankan kemerdekaan, salah satunya pertempuran melawan pasukan Inggris di kawasan Jembatan Cisokan.

Peristiwa tersebut bahkan disebut memiliki catatan dalam literatur sejarah militer Inggris.

Hendi menilai, pengungkapan kembali sejarah perjuangan tersebut penting untuk membangun kesadaran sejarah masyarakat, terutama generasi muda. Catatan mengenai pengibaran Merah Putih di lingkungan kepolisian Cianjur pada 16 Agustus 1945 juga telah diberitakan sebagai salah satu jejak penting perjuangan kepolisian daerah tersebut.

“Kita bukan masyarakat pecundang sebetulnya. Kita merupakan masyarakat yang memiliki sejarah besar dengan terlibat dalam berbagai perlawanan,” tegasnya.

Dengan demikian, upacara Hari Juang Polri di Polres Cianjur pada Jumat, 21 Agustus 2026, bukan hanya menjadi momentum mengenang Proklamasi Polisi di Surabaya. Kehadiran sejarawan Hendi Jo sekaligus memperkuat pesan bahwa sejarah perjuangan Polri di daerah harus terus ditelusuri, diverifikasi, didokumentasikan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Sejarah 67 polisi yang mengibarkan Merah Putih pada 16 Agustus 1945 menjadi pengingat bahwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan juga memiliki jejak kuat di Cianjur. Kini, tugas generasi penerus adalah merawat, menelusuri, dan memastikan kisah tersebut tercatat sebagai bagian dari sejarah bangsa.

Duy

Kemeriahan Hut RI Ke-81 Di Cibinong Tengah,Warga Kompak Gelar Upacara,Pawai Hingga Karaoke

Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku

CIANJUR KINI.COM

Semangat kemerdekaan dan kebersamaan warga begitu terasa di Kampung Cibinong Tengah, RT 04/04, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, masyarakat setempat menggelar berbagai kegiatan yang berlangsung meriah, penuh hiburan, sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.

Rangkaian peringatan diawali dengan upacara bendera. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi warga untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus menumbuhkan rasa nasionalisme dan syukur atas kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pendahulu bangsa dengan sersan mayor Yaya sunarya menjadi inspektur Upacara, beliau merupakan Tokoh masyarakat Kp Cibinong Tengah yang juga bertugas sebagai Babinsa di Desa Pasawahan Kecamatan Takokak.

Usai upacara, kemeriahan berlanjut melalui pawai keliling kampung. Warga tampil dengan berbagai pakaian unik dan kreatif sehingga suasana lingkungan berubah menjadi semarak. Anak-anak, pemuda hingga orang dewasa ikut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut berjalan beriringan keliling kampung dengan semangat.

Kemeriahan semakin terasa ketika warga mengikuti berbagai perlombaan yang melibatkan anak-anak maupun orang dewasa. Balap karung dan makan kerupuk menjadi hiburan yang mengundang tawa, sementara lomba karaoke memberikan ruang bagi warga untuk tampil dan menunjukkan bakat mereka di hadapan masyarakat.

Bukan sekadar perlombaan, seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang bagi warga untuk berkumpul, saling mendukung dan memperkuat rasa persaudaraan. Tingginya partisipasi masyarakat juga menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih kuat di tengah kehidupan warga Kampung Cibinong Tengah.

Tokoh Kampung Cibinong Tengah, Sersan Mayor Yaya Sunarya,dalam sambutan nya memberikan apresiasi kepada Karang Taruna dan seluruh warga yang telah bekerja sama menyukseskan peringatan HUT RI ke-81. Menurutnya, kemeriahan acara merupakan hasil dari kekompakan berbagai unsur masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi kinerja Karang Taruna bersama seluruh warga Cibinong Tengah yang telah berhasil memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Kegiatan ini berlangsung semarak, meriah, dan tentunya memberikan hiburan serta kebahagiaan bagi seluruh masyarakat,” ujar Yaya.

Yaya menilai semangat gotong royong menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan kegiatan. Bahkan, meski sempat turun hujan, semangat warga tidak surut dan kegiatan tetap dapat berlangsung dengan baik.

“Keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari kerja sama yang baik antara Karang Taruna, pemuda, tokoh masyarakat mulai dari ketua Rt, dan seluruh warga. Semangat gotong royong seperti inilah yang harus terus kita pertahankan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna RT 04/04 Kampung Cibinong Tengah, Kamal, mengaku sangat bersyukur melihat tingginya animo masyarakat. Ia mengatakan respons warga terhadap seluruh rangkaian kegiatan bahkan berada di luar perkiraan panitia.

“Kami sangat bersyukur, ternyata animo masyarakat tinggi sekali. Di luar dugaan, respons warga terhadap kegiatan yang kami adakan sangat luar biasa,” ungkap Kamal.

Menurut Kamal, pawai dengan pakaian unik, perlombaan anak-anak dan dewasa, hingga lomba karaoke mendapat sambutan luar biasa. Tingginya partisipasi tersebut membuat dirinya merasa puas karena kegiatan tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga mampu memberikan hiburan kepada masyarakat.

Kamal juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga yang terlibat, para donatur, serta panitia yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut.

“Saya merasa puas dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga yang terlibat, para donatur, dan seluruh panitia. Berkat kerja sama semuanya, kegiatan ini bisa berjalan dengan baik dan meriah,” ujarnya.

Perayaan HUT RI ke-81 di Kampung Cibinong Tengah akhirnya bukan hanya menjadi agenda tahunan. Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata kekompakan warga dalam menghidupkan suasana kemerdekaan di lingkungan kampung, sekaligus menjadi momentum mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan kembali semangat gotong royong.

Kemeriahan yang lahir dari partisipasi warga, dukungan Karang Taruna, kontribusi para donatur serta kerja keras panitia menunjukkan bahwa sebuah perayaan sederhana dapat menjadi sangat berarti ketika dilaksanakan dengan kebersamaan.semangat itulah yang di harapkan terus terjaga,bukan hanya saat peringatan HUT kemerdekaan ,tetapi juga dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan di Kampung Cibinong Tengah

P5HAM Harus Jadi Budaya,isfhan Taufik Munggaran:Kesadaran HAM Di Mulai Dari Rumah

CIANJURKINI.COM

Kesadaran masyarakat terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) tidak boleh berhenti pada pemahaman tentang aturan dan teori. HAM harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, dimulai dari lingkungan keluarga, tetangga, hingga kehidupan bermasyarakat.Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan “Mewujudkan Masyarakat Sadar Hak Asasi Manusia Melalui Implementasi P5HAM” yang digelar di Kampung Pakujangkung RT 03/RW 03, Desa Walahir, Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan sosialisasi tersebut menghadirkan Isfhan Taufik Munggaran, Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, dan diikuti tokoh masyarakat, kepala desa, perangkat desa, pemuda serta warga setempat.
Antusiasme peserta terlihat sejak kegiatan berlangsung. Diskusi tidak hanya membahas persoalan HAM di tingkat desa, tetapi juga berkembang pada berbagai persoalan sosial yang terjadi di luar daerah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa isu HAM semakin dekat dengan kehidupan masyarakat dan membutuhkan pemahaman yang benar agar tidak mudah disalahartikan.
Dalam kesempatan itu, Isfhan menegaskan bahwa P5HAM harus dibangun sebagai kebiasaan dan budaya masyarakat, bukan sekadar program yang disosialisasikan kemudian dilupakan.

“Hari ini di Desa Walahir kami melaksanakan program dari Kementerian Hak Asasi Manusia yaitu tentang P5HAM. P5HAM harus menjadi kebudayaan yang kita rawat untuk kehidupan yang lebih baik,” ujar Isfhan.

Menurutnya, tantangan membangun kesadaran HAM saat ini semakin kompleks, terutama di tengah derasnya arus informasi melalui media digital.
Masyarakat setiap hari menerima berbagai informasi dalam bentuk video, foto maupun gambar melalui telepon genggam. Tidak semua informasi tersebut dapat dipastikan kebenarannya.

“Di era digital saat ini, arus informasi melalui video, foto, dan gambar masuk sangat cepat ke gawai kita. Jangan sampai kita terprovokasi oleh hal-hal yang baru masuk,” katanya.

Kesadaran HAM Dimulai dari Rumah
Isfhan menekankan, implementasi P5HAM tidak harus selalu dimulai dari persoalan besar. Justru, kesadaran terhadap hak dan kewajiban dapat dibangun melalui hal-hal sederhana dalam kehidupan keluarga.
Ia menyebut keluarga sebagai lingkungan pertama tempat seseorang belajar menghargai orang lain.

“Kesadaran Hak Asasi Manusia dalam P5HAM dimulai dari diri kita sendiri, lalu ke keluarga inti, keluarga besar, dan tetangga. Kalau di rumah sudah rukun, insyaallah keluar juga akan rukun dan menjamin kehidupan yang harmonis,” tutur Isfhan.

Menurutnya, masyarakat yang memahami HAM akan lebih mampu menghargai perbedaan, menyelesaikan persoalan melalui musyawarah serta memahami bahwa setiap orang memiliki hak sekaligus kewajiban.

Karena itu, sosialisasi P5HAM dinilai penting untuk terus diperluas hingga tingkat desa. Pemerintah dan masyarakat harus berjalan bersama agar nilai-nilai penghormatan, perlindungan dan pemenuhan HAM benar-benar terasa dalam kehidupan masyarakat.
Bukan Sekadar Bicara HAM, Isfhan Buktikan dengan Dukungan Nyata
Hal menarik terjadi dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Di tengah dialog bersama masyarakat, Isfhan turut menggali kebutuhan nyata yang ada di lingkungan Desa Walahir. Dari komunikasi dengan warga diketahui terdapat empat Posyandu yang menjadi bagian penting dalam pelayanan masyarakat.

Persoalan kemudian tidak berhenti pada diskusi.
Isfhan menyampaikan dukungan berupa bantuan Rp10 juta untuk satu Posyandu, yang diarahkan untuk membantu pemenuhan sarana dan prasarana.
Langkah tersebut menjadi gambaran bahwa implementasi nilai-nilai HAM tidak hanya berbicara mengenai hak secara konseptual, tetapi juga bagaimana masyarakat memperoleh pelayanan dan fasilitas yang layak.

“Kalau bangunannya sudah ada, tinggal kita lengkapi fasilitasnya. Negara hadir bukan hanya omongan, tapi juga nyata dalam bentuk dukungan,” tegasnya.

Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat keberadaan Posyandu sebagai salah satu fasilitas pelayanan masyarakat di tingkat paling dekat dengan warga.
Posyandu memiliki peran strategis dalam mendukung pelayanan dasar masyarakat. Karena itu, pemenuhan fasilitas yang memadai menjadi bagian penting agar pelayanan kepada warga dapat berjalan lebih optimal.
Warga Aktif Bertanya, Isu HAM Mengalir dari Desa
Sosialisasi P5HAM di Desa Walahir juga berlangsung interaktif.
Para peserta tidak hanya menjadi pendengar, tetapi aktif menyampaikan pertanyaan dan pandangan. Berbagai persoalan yang dibahas memperlihatkan bahwa masyarakat memiliki kepedulian terhadap isu HAM dan persoalan sosial yang berkembang.

Pertanyaan yang disampaikan bahkan tidak hanya berkaitan dengan kondisi di lingkungan pedesaan, tetapi juga menyentuh persoalan yang terjadi di berbagai daerah.
Diskusi tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk memahami bahwa HAM bukan sesuatu yang jauh dari kehidupan mereka.
Hak untuk memperoleh pelayanan, hak untuk mendapatkan perlakuan yang adil, hak untuk hidup aman dan nyaman, serta kewajiban menghormati hak orang lain merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari.
P5HAM dari Desa untuk Indonesia
Kegiatan di Desa Walahir menjadi bagian dari upaya mendorong pemahaman masyarakat agar penghormatan, perlindungan dan pemenuhan HAM tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi kesadaran bersama.

P5HAM diharapkan mampu melahirkan masyarakat yang tidak hanya mengetahui haknya, tetapi juga memahami kewajibannya.
Dari keluarga, nilai tersebut kemudian dibawa ke lingkungan masyarakat. Dari desa, kesadaran itu diharapkan berkembang menjadi budaya sosial yang lebih luas.
Isfhan pun mendorong agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas, terutama yang beredar cepat melalui media sosial.
Sebab, membangun masyarakat sadar HAM juga berarti membangun masyarakat yang mampu berpikir kritis, menghargai perbedaan dan tidak mudah melakukan tindakan yang dapat merugikan hak orang lain.
Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama sebagai bentuk komitmen dan dukungan terhadap gerakan membangun masyarakat yang sadar serta peduli terhadap Hak Asasi Manusia.

Pesan yang dibawa dari Desa Walahir jelas: HAM bukan hanya untuk dibicarakan, tetapi harus dipraktikkan. Dimulai dari diri sendiri, keluarga, tetangga, desa, hingga menjadi budaya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Duy

Hut RI Ke-81 Di Cilaku,Kordik Cilaku H.Azis Berencana Siapkan Bantuan Untuk Korban Gempa NTT

CIANJURKINI.COM

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, tidak hanya menjadi momentum memperkuat semangat kebangsaan, tetapi juga menjadi ajang mempererat kebersamaan para tenaga pendidik dari berbagai jenjang pendidikan.

Hal tersebut disampaikan Kordik Cilaku H. Azis, S.Pd., M.Pd. saat menghadiri rangkaian kegiatan peringatan HUT RI ke-81 yang digelar di SMKN 2 Cilaku, Kamis 13 Agustus 2026.

Menurut H. Azis, kegiatan tersebut diupayakan melibatkan seluruh anggota PGRI di Kecamatan Cilaku, mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK hingga PKBM. Kehadiran para guru dari berbagai jenjang diharapkan semakin memperkuat semangat persatuan dalam momentum peringatan kemerdekaan.

“Kita berusaha mengumpulkan semua anggota PGRI mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK, bahkan PKBM. Semuanya diundang oleh kami untuk turut kegiatan ini. Jadi semua guru-guru dari semua jenjang insya Allah hadir pada kegiatan ini,” ujar H. Azis.

Ia berharap momentum HUT RI ke-81 dapat menjadi energi positif bagi seluruh masyarakat sekaligus membawa harapan agar Indonesia terus berkembang menjadi negara yang semakin maju dan sejahtera.

“Harapan kami Indonesia semakin maju, Indonesia semakin sejahtera, Indonesia semakin memberikan kenyamanan kepada semua warga negara Indonesia,” katanya.

PGRI Cilaku Berencana Siapkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Di tengah suasana perayaan kemerdekaan, perhatian H. Azis juga tertuju kepada masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Ia mengatakan, PGRI Kecamatan Cilaku berencana menyiapkan dan menggalang bantuan secara sukarela sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap sesama warga negara.

H. Aziz menyebut bantuan nantinya dapat dihimpun dari kalangan guru maupun siswa. Besaran bantuan belum ditentukan karena masih akan dibahas lebih lanjut dan dikoordinasikan dengan PGRI Kabupaten Cianjur.

“Memang pada tahun ini, di samping ada kebahagiaan dengan adanya peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, kita juga berduka dengan adanya bencana alam di NTT. Seperti biasanya, insya Allah kami bersama-sama PGRI akan mengumpulkan bantuan sumbangan untuk mereka seikhlas mereka, baik dari kalangan siswa maupun guru-guru,” ungkapnya.

Tidak hanya mengandalkan penggalangan bantuan secara kelembagaan, H. Aziz juga menyampaikan rencana untuk ikut menginisiasi pengumpulan dana bagi masyarakat NTT. Langkah tersebut akan disampaikan kepada jajaran PGRI dan menunggu koordinasi maupun instruksi dari PGRI Kabupaten Cianjur.

“Saya sendiri akan merencanakan untuk menggalang dana untuk saudara-saudara kita yang di NTT. Sudah biasa PGRI, nanti saya sampaikan. Kita juga sambil menunggu instruksi dari PGRI Kabupaten Cianjur,” tambahnya.

Menurut H. Aziz, aksi solidaritas semacam ini bukan hal baru bagi PGRI. Sebelumnya, organisasi profesi guru tersebut juga pernah melakukan gerakan serupa ketika terjadi bencana di wilayah lain, termasuk Sumatera.

Ia berharap kepedulian tersebut kembali dapat diwujudkan untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana di NTT.

Momentum HUT RI ke-81 di Kecamatan Cilaku akhirnya tidak hanya menjadi perayaan kemerdekaan, tetapi juga memperlihatkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial dari kalangan pendidik untuk sesama

Desa Sirnagalih Bersinar,Borong Dua Penghargaan Di Hut RI Ke-81 Kecamatan Cilaku

CIANJURKINI.COM

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Cilaku berlangsung khidmat di SMKN 2 Cilaku, Kamis 13 Agustus 2026. Kegiatan ini dihadiri Camat Cilaku Sandy Zaini Ibrahim, SH, MH, jajaran Forkopimcam Cilaku, para kepala desa se-Kecamatan Cilaku, serta unsur masyarakat.

Upacara berlangsung tertib dan penuh penghormatan. Cuaca yang cerah turut mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan. Suasana semakin semarak dengan penampilan paduan suara yang membawakan lagu-lagu kebangsaan.

Selain upacara, kegiatan juga diisi dengan penyerahan sejumlah penghargaan kepada pemerintah desa dan TP.PKK atas berbagai capaian kinerja selama tahun 2026. Kategori penghargaan di antaranya capaian kinerja PBB terbaik, kerja sama terbaik, serta sinkronisasi dalam pelaksanaan kegiatan pemerintahan.

Salah satu desa yang berhasil mencuri perhatian adalah Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, yang meraih dua penghargaan sekaligus, yakni Desa dengan Pengelolaan BUMDes Terbaik serta TP.PKK Terbaik Kategori Lansia Aktif Tahun 2026.

Penghargaan tersebut menjadi bukti atas berbagai upaya dan inovasi yang dilakukan Pemerintah Desa Sirnagalih bersama masyarakat dalam mengoptimalkan potensi desa sekaligus meningkatkan pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.

Kepala Desa Sirnagalih, H. Sugilar, SPDI, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas penghargaan yang diraih. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami tentu sangat bersyukur dan mengapresiasi penghargaan ini. Bagi kami, ini bukan sekadar simbol, tetapi dorongan untuk terus melayani masyarakat dan membangun desa menjadi lebih baik ke depan,” ujar Sugilar.

Ia menambahkan, keberhasilan Desa Sirnagalih tidak terlepas dari kerja sama perangkat desa, TP.PKK, kelembagaan desa, serta dukungan masyarakat dalam berbagai program pembangunan dan pemberdayaan.

Menurutnya, penghargaan tersebut juga menjadi penyemangat untuk terus mengembangkan program, terutama dalam penguatan BUMDes dan pemberdayaan kelompok lansia.

“Yang paling penting adalah bagaimana penghargaan ini menjadi energi positif untuk terus berbuat. Masih banyak yang harus dikembangkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Peringatan HUT RI ke-81 ini juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Forkopimcam, dan masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan serta pelayanan publik.

Camat Cilaku Sandy Zaini Ibrahim, SH, MH mengatakan, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar berkat kerja sama berbagai pihak.

“Pelaksanaan kegiatan di SMKN 2 Cilaku berjalan lancar sesuai harapan. Ini berkat kerja sama dari para kepala OPD, kepala desa, dan unsur masyarakat lainnya,” ujar Sandy.

Dalam pelaksanaan PHBN tahun ini, kepanitiaan dipimpin oleh Ketua Apdesi Desa, Bapak Daden. Ke depan, kepemimpinan PHBN akan dilakukan secara bergiliran sesuai kesepakatan.

Selain itu, Pemerintah Kecamatan Cilaku juga terus fokus pada program penurunan angka stunting. Sandy berharap angka stunting dapat terus menurun hingga mencapai target zero stunting.

“Kami sedang fokus pada penurunan stunting. Mudah-mudahan setiap tahun terus berkurang hingga menuju zero stunting,” katanya.

Menanggapi banyaknya desa berprestasi di Kecamatan Cilaku, Sandy menegaskan bahwa kunci keberhasilan adalah sinergi semua pihak, mulai dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Forkopimcam, hingga unsur ulama dan masyarakat.

“Kuncinya adalah kerja sama semua pihak. Dengan sinergi, berbagai program dapat berjalan dengan baik,” tegasnya.

Dengan diraihnya berbagai penghargaan ini, diharapkan menjadi motivasi bagi desa-desa lain di Kecamatan Cilaku untuk terus berinovasi, meningkatkan tata kelola pemerintahan, serta menghadirkan program yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

Duy