AXIS Nation Cup 2026 Jilid 3 Resmi Dibuka,Wabup Abi Ramzi Apresiasi Ruang Kreatif Bagi Pelajar Cianjur

CIANJURKINI.COM

Wakil Bupati Cianjur, Abi Ramzi, secara resmi membuka Turnamen Futsal Antar Sekolah AXIS Nation Cup 2026 Jilid 3 di Gelanggang Generasi Muda (GGM) Panembong, Jumat (31/7/2026).

Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan, ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi olahraga antar pelajar, tetapi juga berkembang menjadi wadah kreativitas dan pembinaan generasi muda di Kabupaten Cianjur.

Dalam sambutannya, Abi Ramzi mengapresiasi konsistensi penyelenggara yang terus menghadirkan ruang positif bagi pelajar melalui berbagai kegiatan olahraga dan kreativitas.

“Saya mewakili Pemerintah Kabupaten Cianjur, di sini juga ada Kang Beni Rustandi mewakili KONI. Ternyata saya baru tahu kegiatan ini cukup eksis dalam memberikan kontribusi dan semangat bagi dunia olahraga di Kabupaten Cianjur. Ini sudah tahun ketiga dan mereka tetap konsisten menghadirkan kegiatan positif untuk anak-anak muda,” ujar Abi Ramzi.

Menurutnya, AXIS Nation Cup tidak hanya menghadirkan pertandingan futsal, tetapi juga berbagai kegiatan yang mampu mengakomodasi minat dan bakat generasi muda, seperti lomba dance dan kompetisi suporter terbaik.

“Hari ini anak-anak remaja Kabupaten Cianjur diberikan ruang dan wadah kebaikan. Ada tempat untuk mereka berekspresi, menunjukkan kreativitas, dan mengembangkan potensinya. Ini yang paling penting,” katanya.

Abi Ramzi menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Cianjur sangat mengapresiasi kolaborasi antara penyelenggara, sponsor, sekolah, dan berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kami sangat senang karena banyak pihak yang ikut berkolaborasi. Pembinaan generasi muda memang tidak bisa dilakukan sendiri. Perlu dukungan dari banyak pihak agar anak-anak kita memiliki ruang yang positif untuk berkembang,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa esensi utama dari kegiatan seperti ini bukan sekadar mencari pemenang, melainkan memberikan kesempatan kepada pelajar untuk terlibat dalam aktivitas yang sehat dan produktif.

“Juara satu, dua, atau tiga bukan yang paling penting. Yang paling penting mereka memiliki wadah, memiliki kesempatan, dan melakukan kegiatan yang positif. Ruang-ruang kosong anak-anak pelajar kita terisi dengan kegiatan yang bermanfaat,” tegas Abi Ramzi.

Sementara itu, Territory Sales Manager AXIS Cianjur, Paul Saroya, mengatakan AXIS Nation Cup merupakan program kompetisi berjenjang yang secara rutin digelar setiap tahun dan telah memasuki penyelenggaraan ketiga.

“Konsepnya tetap sama. Kita mencari tim terbaik di Cianjur, kemudian bertanding di tingkat provinsi, dan setelah itu menuju grand final nasional di Istora senayan,” ujar Paul.

Ia mengungkapkan bahwa pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, perwakilan Kabupaten Cianjur berhasil menembus grand final nasional di Istora Senayan, Jakarta. Capaian tersebut menjadi motivasi besar bagi peserta tahun ini untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.

“Tahun lalu wakil dari Cianjur berhasil sampai ke Istora. Memang belum menjadi juara, tetapi itu membuktikan bahwa potensi anak-anak Cianjur sangat besar. Mudah-mudahan tahun ini kita bisa melangkah lebih jauh dan meraih gelar juara nasional,” katanya.

Untuk mendukung kualitas kompetisi, pihak penyelenggara melakukan peningkatan fasilitas pertandingan dengan menggunakan lantai interlock yang dinilai lebih aman dan nyaman bagi para pemain.

“Kami mencoba memberikan yang terbaik untuk para peserta. Dengan fasilitas yang lebih baik, permainan akan lebih maksimal dan risiko cedera dapat diminimalkan,” jelas Paul.

Selain kompetisi futsal, AXIS Nation Cup 2026 Jilid 3 juga menghadirkan lomba dance, penghargaan bagi suporter terbaik, serta melibatkan pelaku UMKM lokal yang turut meramaikan jalannya kegiatan. Menurut Paul, konsep tersebut sengaja dihadirkan agar kegiatan tidak hanya berfokus pada olahraga, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Kita tidak hanya bicara futsal. Ada dance competition, ada suporter terbaik, dan ada UMKM yang ikut terlibat. Kami ingin kegiatan ini menjadi ruang bagi anak-anak muda untuk berkembang sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.

Paul juga mengaku bersyukur karena pada tahun ini AXIS Nation Cup mendapat dukungan langsung dari Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui kehadiran Wakil Bupati Abi Ramzi yang membuka kegiatan secara resmi.

“Alhamdulillah tahun ini kegiatan kami dibuka langsung oleh Pak Wakil Bupati. Ini menjadi motivasi besar bagi para peserta untuk tampil maksimal. Saya percaya Cianjur memiliki banyak talenta yang mampu bersaing di tingkat provinsi bahkan nasional,” tuturnya.

Melalui penyelenggaraan AXIS Nation Cup 2026 Jilid 3, diharapkan semakin banyak pelajar yang memperoleh ruang untuk mengembangkan potensi, menjalin sportivitas, dan meraih prestasi. Lebih dari sekadar turnamen, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam membentuk generasi muda Cianjur yang aktif, kreatif, dan berdaya saing.

Yudi Farell

Suratin Cup 2026 Resmi Bergulir,Jadi Momentum Kebangkitan SepakBola Cianjur

CIANJURKINI.COM

Komitmen Perkuat Pembinaan Usia Dini Menuju tingkat nasional KONI dan PSSI membuka Piala Suratin 2026 ditandai dengan kick off pembukaan di Stadion Badak Putih Cianjur oleh ketua KONI Cianjur Beni Rustandi, Sabtu (1/8/2026). Kompetisi sepak bola usia muda yang mempertandingkan kategori U-13 dan U-15 tersebut menjadi momentum penting bagi pembinaan atlet sekaligus kebangkitan sepak bola Kabupaten Cianjur.

Ajang yang merupakan agenda resmi PSSI itu diikuti 28 klub dari berbagai wilayah di Kabupaten Cianjur. Untuk kategori U-13 diikuti sekitar 22 tim, sedangkan kategori U-15 diikuti 23 tim yang akan bersaing memperebutkan tiket menuju tingkat Provinsi Jawa Barat.

Ketua Umum KONI Kabupaten Cianjur, Beni Rustandi, menyambut baik terselenggaranya kompetisi tersebut. Menurutnya, Piala Suratin merupakan bagian dari sistem pembinaan sepak bola nasional yang memiliki jenjang kompetisi jelas hingga tingkat nasional.

“Alhamdulillah Piala Suratin kelompok umur U-13 dan U-15 dapat dilaksanakan. Ini merupakan bagian dari agenda internal PSSI yang mengikuti regulasi dari Jawa Barat. Atlet-atlet yang mengikuti kompetisi ini nantinya dipersiapkan untuk mengikuti jenjang kompetisi yang lebih tinggi hingga tingkat nasional,” ujar Beni.

Ia menjelaskan, tim yang berhasil menjadi juara di tingkat kabupaten akan mewakili daerahnya pada putaran tingkat Jawa Barat. Selanjutnya, tim terbaik tingkat provinsi akan melaju ke kompetisi nasional.

“Ini adalah kejuaraan yang berjenjang. Juara tingkat kabupaten akan mewakili ke tingkat Jawa Barat, kemudian berpeluang melaju ke tingkat nasional. Inilah proses pembinaan yang harus terus dijaga,” katanya.

Selain menjadi wadah kompetisi, Suratin Cup juga menjadi ajang pencarian bibit-bibit pesepak bola potensial yang diharapkan mampu mengharumkan nama Kabupaten Cianjur di masa depan.

Sementara itu, Pelaksana Harian (PLH) PSSI Kabupaten Cianjur, Hamzah Pakpahan, SH., M.H., mengatakan pelaksanaan Suratin Cup 2026 menjadi bukti bahwa pembinaan sepak bola di Kabupaten Cianjur tetap berjalan meski organisasi tengah menghadapi dinamika kepengurusan.

Menurutnya, dukungan dari KONI Kabupaten Cianjur menjadi salah satu faktor penting sehingga kompetisi dapat terselenggara dengan baik meskipun persiapannya sangat singkat.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum KONI Kabupaten Cianjur, Kang Beni Rustandi, yang terus memberikan arahan dan dukungan. Beliau juga berupaya berkomunikasi dengan Asprov PSSI Jawa Barat agar sepak bola Cianjur mendapatkan perhatian dan penanganan yang lebih maksimal,” ungkap Hamzah.

Hamzah menjelaskan bahwa kepengurusan Pelaksana Harian PSSI Kabupaten Cianjur baru terbentuk beberapa hari sebelum pelaksanaan kompetisi. Namun berkat kerja sama seluruh pihak, agenda pembinaan tersebut tetap dapat terlaksana sesuai rencana.

“Setelah kami ditunjuk sebagai PLH, waktu persiapan yang tersedia hanya sekitar tiga hari. Alhamdulillah dengan dukungan KONI, panitia, klub peserta, dan seluruh insan sepak bola Cianjur, Suratin Cup dapat terselenggara dengan baik,” katanya.

Lebih jauh, Hamzah menegaskan bahwa pembangunan sepak bola tidak bisa dilakukan secara instan. Menurutnya, pembinaan harus dimulai dari akar rumput melalui kompetisi usia dini yang berkesinambungan.

“Kegiatan hari ini menjadi cerminan bahwa sepak bola harus dibangun dari akar rumput. Kita tidak bisa instan. Pembinaan harus dimulai dari bawah, dari usia dini, sehingga ke depan kita memiliki pemain-pemain berkualitas yang mampu bersaing di level yang lebih tinggi,” tegasnya.

Sebagai bentuk keseriusan dalam membangun sepak bola daerah, PSSI Kabupaten Cianjur berencana menggelar sejumlah turnamen dan program pembinaan lainnya dalam beberapa bulan ke depan. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem sepak bola yang lebih sehat sekaligus menjadi wadah pengembangan bakat bagi para pemain muda.

Bagi Kabupaten Cianjur, Suratin Cup 2026 bukan sekadar kompetisi tahunan. Ajang ini menjadi simbol kebangkitan pembinaan sepak bola daerah, sekaligus langkah awal dalam menyiapkan generasi pesepak bola muda yang mampu berprestasi di tingkat Jawa Barat hingga nasional.

Duy

Fahd Alaziez Nahkodai Sapma PP Cianjur Fokus Selamatkan Generasi Muda Dari Bahaya Obat-Obatan Terlarang

CIANJURKINI.COM

Musyawarah Cabang (Muscab) IV SAPMA Pemuda Pancasila Kabupaten Cianjur yang mengusung tema “Kolaborasi, Inovasi, dan Kontribusi” resmi menetapkan Fahd Alaziez sebagai Ketua SAPMA Pemuda Pancasila Kabupaten Cianjur untuk periode mendatang.
Kegiatan yang berlangsung di Bale Praja Pendopo Cianjur pada Sabtu, 1 Agustus 2026, tersebut dihadiri oleh Bupati Cianjur dr. Wahyu, Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Cianjur Endi Cahyadin, Ketua KNPI Kabupaten Cianjur Muhammad Riksa Iman Pribadi, serta jajaran pengurus SAPMA dan Pemuda Pancasila dari berbagai kecamatan.

Terpilih secara aklamasi, Fahd Alaziez menyampaikan rasa syukur sekaligus tekad kuat untuk membawa SAPMA Pemuda Pancasila Kabupaten Cianjur menjadi organisasi kepemudaan yang lebih aktif, inovatif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih atas amanah yang telah diberikan kepada saya sebagai Ketua SAPMA Pemuda Pancasila Kabupaten Cianjur. Amanah ini merupakan tanggung jawab besar yang akan kami emban bersama seluruh kader untuk menjadikan SAPMA semakin maju dan bermanfaat,” ujar Fahd.

Sebagai ketua terpilih, Fahd menegaskan bahwa pembinaan generasi muda akan menjadi prioritas utama kepemimpinannya. Menurutnya, kemajuan daerah tidak terlepas dari kualitas generasi muda yang memiliki karakter kuat, keterampilan, dan kepedulian sosial yang tinggi.
Namun di tengah perkembangan zaman, Fahd menilai generasi muda saat ini menghadapi tantangan serius berupa maraknya penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang yang mulai menyasar kalangan pelajar dan remaja. Kondisi tersebut, kata dia, memerlukan perhatian bersama dari seluruh elemen masyarakat.

Karena itu, di bawah kepemimpinannya, SAPMA Pemuda Pancasila Kabupaten Cianjur akan mengambil peran aktif dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui edukasi, sosialisasi, pembinaan karakter, serta berbagai kegiatan positif yang melibatkan pelajar, mahasiswa, dan komunitas kepemudaan.

“Kami ingin SAPMA hadir sebagai wadah yang mampu mengarahkan generasi muda kepada hal-hal yang positif. Bahaya obat-obatan terlarang harus menjadi perhatian bersama karena dapat merusak masa depan pemuda. Kami berkomitmen untuk ikut memerangi dampak negatif penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang melalui pendekatan edukatif, sosial, dan pembinaan yang berkelanjutan,” tegas Fahd.

Menurutnya, generasi muda harus diberikan ruang untuk berkembang melalui kegiatan yang produktif dan bermanfaat. Oleh karena itu, SAPMA akan memperkuat program kepemudaan di bidang pendidikan, olahraga, kewirausahaan, pengembangan keterampilan, serta kegiatan sosial kemasyarakatan.
Selain fokus pada pembinaan pemuda, Fahd juga berkomitmen melanjutkan dan meningkatkan program-program sosial yang telah berjalan, seperti rehabilitasi rumah tidak layak huni (Rutilahu), program sekolah gratis melalui kerja sama dengan yayasan pendidikan, serta berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat.

“Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah, sekolah, perguruan tinggi, dan berbagai organisasi kepemudaan untuk menciptakan generasi muda Cianjur yang sehat, berkarakter, berprestasi, serta memiliki daya saing yang kuat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Cianjur, Endi Cahyadin, menyebut Muscab IV menjadi momentum penting dalam memperkuat kaderisasi organisasi. Menurutnya, SAPMA merupakan wadah strategis dalam mencetak kader-kader muda yang nantinya dapat berkontribusi bagi organisasi maupun pembangunan daerah.

Endi menjelaskan, setelah kembali aktif dalam dua tahun terakhir, SAPMA Pemuda Pancasila Kabupaten Cianjur kini telah memiliki sekitar 200 anggota yang berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan komunitas kepemudaan yang tersebar di berbagai komisariat.

Di kesempatan yang sama, Bupati Cianjur dr. Wahyu menyampaikan dukungan Pemerintah Kabupaten Cianjur terhadap seluruh organisasi kepemudaan dalam membangun sumber daya manusia yang unggul melalui program kaderisasi, pelatihan keterampilan, hingga pemberdayaan ekonomi.

Dengan terpilihnya Fahd Alaziez sebagai Ketua SAPMA Pemuda Pancasila Kabupaten Cianjur, organisasi tersebut diharapkan semakin solid, adaptif, dan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mencetak generasi muda yang berkarakter, berdaya saing, serta bebas dari pengaruh negatif narkoba dan obat-obatan terlarang.

Yudi Farell