Bib Gun Kembali Menantang Pilkades Sukamanah:”Tak Ngobral Janji,Yang Penting Bukti”

Cianjurkini.com

Pilkades Sukamanah, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, mulai memasuki babak panas. Di tengah masyarakat yang akan menentukan arah masa depan desa, satu nama lama kembali muncul membawa gagasan perubahan: Gunawan alias BibGun.

Mantan perangkat Desa Sukamanah yang pernah ikut bertarung dalam Pilkades 2018 itu kini kembali mengambil formulir pendaftaran calon kepala desa.

Bukan sekadar nostalgia politik desa.

BibGun datang dengan satu pesan yang menjadi garis besar sikapnya:

“TAK NGOBRAL JANJI, YANG PENTING BUKTI!”

Bagi BibGun, menjadi kepala desa bukan semata-mata soal mendapatkan jabatan. Ia mengaku terdorong oleh rasa tanggung jawab sebagai warga untuk ikut menjaga, membangun, dan membawa Desa Sukamanah menuju pemerintahan yang lebih mandiri serta transparan.

“Saya sebagai warga masyarakat Desa Sukamanah memiliki hak dan merasa bertanggung jawab serta berkewajiban untuk memelihara, menjaga dan membangun kemajuan Desa Sukamanah yang lebih mandiri secara transparan yang dapat dirasakan oleh masyarakat banyak, bukan hanya secara individu atau golongan tertentu,” ujar BibGun.

Gunawan Alias Habib Calon Kepala Desa Sukamanah

BERANI KEMBALI SETELAH 2018

Nama Gunawan alias BibGun sebenarnya bukan wajah baru dalam kontestasi politik desa.

Ia pernah mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Sukamanah pada 2018. Kini, delapan tahun berselang, ia kembali mengambil formulir pendaftaran.

Keputusan itu menunjukkan bahwa BibGun masih memiliki keyakinan terhadap gagasan yang dibawanya untuk Sukamanah.

Dengan tahapan pendaftaran calon kepala desa yang dijadwalkan berlangsung pada 4 hingga 12 September 2026, persaingan menuju kursi Kepala Desa Sukamanah pun mulai mendapatkan perhatian masyarakat.

Pilkades Serentak Kabupaten Cianjur sendiri dijadwalkan berlangsung pada 18 Oktober 2026 dan mencakup puluhan desa.

BIBGUN BICARA TRANSPARANSI, BUKAN SEKADAR KEKUASAAN

Salah satu gagasan yang paling ditekankan BibGun adalah pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengawal pemerintahan desa.

Menurutnya, pembangunan tidak akan berjalan maksimal apabila masyarakat hanya ditempatkan sebagai penonton.

Masyarakat, kata dia, harus ikut mengawasi dan mengawal program-program pemerintah yang masuk ke desa, baik yang bersumber dari pemerintah pusat, provinsi maupun pemerintah daerah.

“Tanpa dukungan juga peran serta kerja samanya masyarakat dalam mengawasi dan mengawal segala bentuk program Pemerintahan Desa, baik dari pusat, provinsi atau Pemda yang harus dilaksanakan, tidak akan berjalan lancar sebagaimana juklak atau juknis yang menjadi peraturan pelaksanaan kegiatannya,” jelasnya.

Bagi BibGun, transparansi bukan slogan, tetapi bagian dari tanggung jawab pemerintahan kepada masyarakat.

BUKAN HANYA UNTUK DIRI SENDIRI

Hal yang menarik dari pernyataan BibGun adalah penekanannya agar pembangunan desa tidak hanya dirasakan kelompok atau individu tertentu.

Ia menginginkan pemerintahan desa mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Dengan niat yang ia sebut sebagai nawaitu lillahi ta’ala, BibGun berharap mendapat dukungan dan doa dari masyarakat Sukamanah.

Namun di sisi lain, ia juga menyampaikan bahwa siapapun yang nantinya terpilih harus mampu menjalankan amanah jabatan berdasarkan aturan yang berlaku.

“SIAPAPUN YANG TERPILIH, JANGAN ULANGI POLA LAMA”

BibGun bahkan memberikan pesan keras kepada calon kepala desa yang nantinya mendapatkan mandat masyarakat.

Menurutnya, kepala desa harus mengedepankan musyawarah mufakat bersama lembaga mitra desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda serta lembaga kemasyarakatan lainnya.

Ia juga menyerukan perubahan pola kerja pemerintahan desa.

«“Hilangkan gaya atau kebiasaan lama yang kurang baik. Rubah pola tatanan dan paradigma juga kinerja sebagai pelayan masyarakat yang baik sesuai tupoksinya,” tegasnya.»

Bukan hanya itu. Koordinasi dengan unsur Muspika juga dinilai penting agar roda pemerintahan desa berjalan sesuai koridor.

BibGun menginginkan aparatur desa hadir sebagai pelayan publik yang ramah, santun, sopan, sigap dan cepat tanggap terhadap keluhan masyarakat.

PERANGKAT DESA JANGAN HANYA DUDUK DI KANTOR

BibGun juga menyoroti kualitas perangkat desa.

Menurutnya, perangkat desa harus menjadi orang-orang pilihan yang memiliki tanggung jawab, profesionalitas serta gagasan untuk membangun desa.

“Perangkat desa merupakan orang-orang pilihan, tentunya harus memiliki sikap, sifat dan bertanggung jawab atas jabatan dan kinerjanya secara profesional, juga mempunyai ide atau gagasan sebuah karya buat kemajuan desa,” pungkasnya.

PERTARUNGAN BARU DIMULAI

Kini, panggung Pilkades Sukamanah mulai terbuka.

Gunawan alias BibGun telah mengambil langkah awal dengan mengambil formulir pendaftaran. Namun perjalanan menuju kursi kepala desa masih panjang. Tahapan pendaftaran, seleksi, penetapan calon hingga pemungutan suara akan menjadi bagian dari proses yang harus dilalui.

Di tengah proses tersebut, BibGun menawarkan narasi yang cukup jelas: pemerintahan desa harus transparan, masyarakat harus dilibatkan, aparatur harus profesional, dan pembangunan harus dirasakan secara luas.

Apakah gagasan tersebut mampu mengantarkan kembali Gunawan alias BibGun ke panggung utama Pilkades Sukamanah?

Jawabannya akan ditentukan masyarakat Sukamanah pada 18 Oktober 2026.

Satu hal yang kini mulai terdengar dari Sukamanah: bukan siapa yang paling banyak mengumbar janji, tetapi siapa yang mampu meyakinkan masyarakat bahwa dirinya benar-benar siap membuktikan.

Kemeriahan Hut RI Ke-81 Di Cibinong Tengah,Warga Kompak Gelar Upacara,Pawai Hingga Karaoke

Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku

CIANJUR KINI.COM

Semangat kemerdekaan dan kebersamaan warga begitu terasa di Kampung Cibinong Tengah, RT 04/04, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, masyarakat setempat menggelar berbagai kegiatan yang berlangsung meriah, penuh hiburan, sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.

Rangkaian peringatan diawali dengan upacara bendera. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi warga untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus menumbuhkan rasa nasionalisme dan syukur atas kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pendahulu bangsa dengan sersan mayor Yaya sunarya menjadi inspektur Upacara, beliau merupakan Tokoh masyarakat Kp Cibinong Tengah yang juga bertugas sebagai Babinsa di Desa Pasawahan Kecamatan Takokak.

Usai upacara, kemeriahan berlanjut melalui pawai keliling kampung. Warga tampil dengan berbagai pakaian unik dan kreatif sehingga suasana lingkungan berubah menjadi semarak. Anak-anak, pemuda hingga orang dewasa ikut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut berjalan beriringan keliling kampung dengan semangat.

Kemeriahan semakin terasa ketika warga mengikuti berbagai perlombaan yang melibatkan anak-anak maupun orang dewasa. Balap karung dan makan kerupuk menjadi hiburan yang mengundang tawa, sementara lomba karaoke memberikan ruang bagi warga untuk tampil dan menunjukkan bakat mereka di hadapan masyarakat.

Bukan sekadar perlombaan, seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang bagi warga untuk berkumpul, saling mendukung dan memperkuat rasa persaudaraan. Tingginya partisipasi masyarakat juga menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih kuat di tengah kehidupan warga Kampung Cibinong Tengah.

Tokoh Kampung Cibinong Tengah, Sersan Mayor Yaya Sunarya,dalam sambutan nya memberikan apresiasi kepada Karang Taruna dan seluruh warga yang telah bekerja sama menyukseskan peringatan HUT RI ke-81. Menurutnya, kemeriahan acara merupakan hasil dari kekompakan berbagai unsur masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi kinerja Karang Taruna bersama seluruh warga Cibinong Tengah yang telah berhasil memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Kegiatan ini berlangsung semarak, meriah, dan tentunya memberikan hiburan serta kebahagiaan bagi seluruh masyarakat,” ujar Yaya.

Yaya menilai semangat gotong royong menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan kegiatan. Bahkan, meski sempat turun hujan, semangat warga tidak surut dan kegiatan tetap dapat berlangsung dengan baik.

“Keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari kerja sama yang baik antara Karang Taruna, pemuda, tokoh masyarakat mulai dari ketua Rt, dan seluruh warga. Semangat gotong royong seperti inilah yang harus terus kita pertahankan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna RT 04/04 Kampung Cibinong Tengah, Kamal, mengaku sangat bersyukur melihat tingginya animo masyarakat. Ia mengatakan respons warga terhadap seluruh rangkaian kegiatan bahkan berada di luar perkiraan panitia.

“Kami sangat bersyukur, ternyata animo masyarakat tinggi sekali. Di luar dugaan, respons warga terhadap kegiatan yang kami adakan sangat luar biasa,” ungkap Kamal.

Menurut Kamal, pawai dengan pakaian unik, perlombaan anak-anak dan dewasa, hingga lomba karaoke mendapat sambutan luar biasa. Tingginya partisipasi tersebut membuat dirinya merasa puas karena kegiatan tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga mampu memberikan hiburan kepada masyarakat.

Kamal juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga yang terlibat, para donatur, serta panitia yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut.

“Saya merasa puas dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga yang terlibat, para donatur, dan seluruh panitia. Berkat kerja sama semuanya, kegiatan ini bisa berjalan dengan baik dan meriah,” ujarnya.

Perayaan HUT RI ke-81 di Kampung Cibinong Tengah akhirnya bukan hanya menjadi agenda tahunan. Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata kekompakan warga dalam menghidupkan suasana kemerdekaan di lingkungan kampung, sekaligus menjadi momentum mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan kembali semangat gotong royong.

Kemeriahan yang lahir dari partisipasi warga, dukungan Karang Taruna, kontribusi para donatur serta kerja keras panitia menunjukkan bahwa sebuah perayaan sederhana dapat menjadi sangat berarti ketika dilaksanakan dengan kebersamaan.semangat itulah yang di harapkan terus terjaga,bukan hanya saat peringatan HUT kemerdekaan ,tetapi juga dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan di Kampung Cibinong Tengah

Fanpan Nugraha,Advokat Muda Cianjur Yang Konsisten Dampingi Masyarakat Melek Hukum

CIANJURKINI.COM
Persoalan hukum yang semakin kompleks membuat masyarakat membutuhkan pendampingan yang tidak hanya menguasai aturan, tetapi juga mampu memberikan solusi dan menjelaskan persoalan hukum dengan bahasa yang mudah dipahami.

Sosok Fanpan Nugraha, SH, praktisi hukum sekaligus advokat yang dikenal di Cianjur, terus menunjukkan kiprahnya dalam memberikan edukasi sekaligus pendampingan hukum kepada masyarakat. Terbaru, Fanpan hadir sebagai pemateri dalam sosialisasi hukum dan penguatan usulan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Rabu (12/8/2026.

Kegiatan yang berlangsung di aula desa Sukaresmi tersebut menghadirkan masyarakat sebagai peserta serta sejumlah pemateri dari unsur Kejaksaan Negeri Cianjur, Polres Cianjur melalui Polsek Sukaresmi, pemerintah daerah dan pemerintah kecamatan.

Di tengah persoalan hukum yang semakin beragam, kehadiran Fanpan menjadi perhatian tersendiri. Ia tidak hanya berbicara mengenai teori hukum, tetapi berupaya membawa pemahaman hukum lebih dekat dengan persoalan yang benar-benar dihadapi masyarakat.

Fanpan: Masyarakat Jangan Buta Hukum

Dalam kesempatan tersebut, Fanpan menyoroti pentingnya masyarakat memahami status serta kedudukan hukum atas tanah yang selama ini mereka garap.

Menurutnya, persoalan pertanahan tidak boleh dianggap sepele. Ketidakjelasan dokumen maupun riwayat penguasaan tanah dapat menjadi persoalan serius apabila tidak segera diselesaikan melalui mekanisme yang benar.

“Alhamdulillah saya diberikan kesempatan hadir sebagai pemateri bersama yang lain, seperti dari pemerintah daerah, kejaksaan, kepolisian, maupun pemerintah kecamatan,” kata Fanpan.

Ia menilai kegiatan semacam ini sangat penting karena masyarakat mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan berbagai unsur yang memiliki kompetensi di bidang hukum dan pemerintahan.

Lebih jauh, Fanpan mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mengambil keputusan terkait tanah tanpa memastikan terlebih dahulu status dan legalitasnya.
Apalagi, persoalan pertanahan kerap berkembang menjadi konflik panjang ketika masing-masing pihak merasa memiliki hak atas bidang tanah yang sama.

“Pada prinsipnya, kegiatan ini agar masyarakat bisa melek hukum. Apalagi saat ini kerap terjadi dugaan aksi penyerobotan tanah yang diduga keterlibatan mafia tanah. Saya sangat siap membantu masyarakat,” tegasnya.

Bukan Sekadar Bicara Hukum
Nama Fanpan Nugraha sendiri semakin dikenal di tengah masyarakat Cianjur sebagai praktisi hukum yang aktif memberikan pendampingan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan dalam menghadapi persoalan hukum.

Pengalamannya dalam menangani berbagai persoalan klien menjadi modal penting dalam memberikan perspektif hukum yang lebih praktis dan kontekstual.
Bagi Fanpan, menjadi advokat bukan semata-mata berbicara mengenai perkara di ruang persidangan. Lebih dari itu, seorang praktisi hukum dituntut mampu memberikan pemahaman, pendampingan dan solusi kepada masyarakat sejak persoalan hukum mulai muncul.

Pelayanan kepada klien dan kepuasan masyarakat yang mendapatkan pendampingan menjadi bagian penting dari profesionalisme Fanpan dalam menjalankan profesinya.
Karena itu, ia mendorong masyarakat agar tidak menunggu persoalan menjadi besar untuk mencari pendampingan hukum.
Persoalan administrasi tanah, sengketa kepemilikan, dugaan penyerobotan, maupun persoalan hukum lainnya, menurutnya, akan jauh lebih baik apabila dikonsultasikan sejak awal sehingga masyarakat memahami langkah hukum yang tepat.

Hukum Harus Hadir di Tengah Masyarakat

Kegiatan di Desa Sukaresmi sekaligus memperlihatkan bahwa edukasi hukum tidak harus selalu berlangsung di ruang pengadilan atau kantor hukum.
Justru, menurut Fanpan, masyarakat di tingkat desa perlu mendapatkan akses informasi hukum yang memadai karena banyak persoalan hukum bermula dari ketidaktahuan terhadap aturan.
Kehadiran praktisi hukum bersama aparat penegak hukum dan pemerintah menjadi momentum untuk membangun kesadaran tersebut.
Fanpan Nugraha menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan edukasi dan pendampingan hukum bagi masyarakat Cianjur.
Ia berharap masyarakat tidak takut berhadapan dengan persoalan hukum, namun juga tidak menganggap remeh hukum.
Sebab, masyarakat yang memahami hukum akan lebih mampu melindungi haknya, mengambil keputusan secara tepat dan menghindari persoalan hukum yang sebenarnya dapat dicegah sejak awal.

Bagi Fanpan, keberadaan advokat pada akhirnya bukan hanya tentang memenangkan perkara, tetapi juga bagaimana memberikan rasa aman, kepastian pendampingan dan solusi hukum yang terbaik bagi masyarakat yang membutuhkan

Duy

Kapolres Cianjur Siapkan Langkah Antisipasi Kebakaran Gunung Gede Pangrango Water Bombing Jadi Opsi

CIANJUR KINI.COM 

Kebakaran yang terjadi di kawasan Alun-alun Suryakancana, Gunung Gede-Pangrango, menjadi perhatian serius Polres Cianjur. Kepolisian kini memperkuat kesiapsiagaan dan koordinasi lintas instansi untuk mengantisipasi munculnya titik api baru di tengah musim kemarau.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Cianjur AKBP Alexander Yurikho Hadi saat memberikan keterangan kepada awak media di Mako Polres Cianjur, Senin (10/8/2026).

Kapolres mengatakan, penanganan ancaman kebakaran di kawasan Gunung Gede-Pangrango tidak bisa dilakukan oleh satu institusi. Keterbatasan sumber daya membuat kolaborasi antara kepolisian, TNI, pemerintah daerah, relawan dan berbagai unsur terkait menjadi sangat penting.

“Untuk kebakaran pada jalur pendakian maupun lokasi lain di Gunung Gede maupun Gunung Pangrango, kami Polres Cianjur menerapkan apa yang menjadi prinsip kerja Bapak Kapolda Jabar, yaitu kolaboratif,” ujar AKBP Alexander.

Menurutnya, karakter geografis kawasan pegunungan menjadi salah satu tantangan utama dalam penanganan kebakaran. Karena itu, kesiapan personel dan peralatan harus dilakukan sejak dini.

Polres Gelar Apel Kesiapsiagaan

Sebagai langkah konkret, Polres Cianjur menyiapkan apel kesiapsiagaan yang melibatkan sejumlah unsur terkait.

Dalam kegiatan tersebut, kepolisian akan menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), PMI, Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui Satpol PP, TNI, Brimob Polda Jawa Barat serta unsur lainnya.

Kapolres menyebut pelibatan berbagai unsur tersebut merupakan gambaran nyata pola kerja kolaboratif dalam menghadapi ancaman kebakaran di kawasan pegunungan.

“Kami akan mengundang Badan Nasional Penanggulangan Bencana, kami akan mengundang PMI, Pemerintah Daerah melalui Satpol PP, para anak muda yang menjadi prajurit di batalion yang tersebar di wilayah hukum Kabupaten Cianjur, termasuk dari Kodim, Batalion B, Brimobda Polda Jawa Barat, termasuk kami dari Polres,” jelasnya.

APAR Dinilai Kurang Efektif di Medan Gunung

Kapolres juga mengungkap pengalaman penanganan kebakaran sebelumnya.

Polres Cianjur sempat membawa alat pemadam api ringan (APAR) untuk membantu pemadaman. Namun, kondisi geografis kawasan Gunung Gede membuat penggunaan APAR dinilai kurang efektif.

Selain bobotnya cukup berat ketika dibawa menuju lokasi, kapasitas air yang terbatas juga membuat alat tersebut tidak dapat digunakan dalam waktu lama.

“APAR ternyata tidak terlalu efektif dari sisi geografis tempat di mana kebakaran, karena selain berat dibawanya dan tidak terlalu lama untuk disiram,” ungkapnya.

Karena itu, apabila kebakaran kembali terjadi dalam skala besar dan sumber daya memungkinkan, kepolisian akan mengusulkan penggunaan water bombing menggunakan helikopter.

Namun, langkah tersebut tetap akan memperhatikan skala prioritas karena ancaman kebakaran juga terjadi di sejumlah wilayah lain.

Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango punya Command Center dan Drone

Kapolres menyebut kesiapsiagaan juga diperkuat oleh fasilitas yang dimiliki Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP).

BBTNGGP memiliki Command Center dan Monitoring Center yang digunakan untuk memantau kondisi kawasan.

Selain itu, tersedia drone yang dapat melakukan pemantauan udara selama beberapa jam sehingga titik-titik yang diduga mengalami kebakaran dapat segera diketahui.

“Kemarin kami jumpai langsung di sana. Mereka memiliki drone yang steady di udara, siap sampai beberapa jam untuk memantau di mana lokasi diduga terjadinya kebakaran,” kata AKBP Alexander.

Fasilitas pemantauan tersebut diharapkan mampu mempercepat deteksi titik api sekaligus mendukung pengambilan keputusan dalam penanganan kebakaran.

Kebakaran Suryakancana Sekitar Satu Hektare

Kapolres mengungkapkan, kebakaran yang terjadi pada pekan sebelumnya di kawasan Alun-alun Suryakancana Barat menghanguskan area sekitar satu hektare.

Namun, hingga Senin (10/8/2026), dugaan penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan.

“Dugaan penyebab terjadinya kebakaran masih dalam proses penyelidikan kami, yang kemudian membakar kurang lebih satu hektar,” ujarnya.

Kapolres memastikan api telah berhasil dipadamkan.

Ia juga meminta masyarakat maupun media yang ingin mengetahui kondisi terkini agar melakukan konfirmasi langsung kepada BBTNGGP maupun Polres Cianjur.

Polres Siapkan Alat ‘Gebyok’ Modifikasi

Selain peralatan pemadam standar, Polres Cianjur menyiapkan peralatan sederhana yang dapat digunakan masyarakat dan relawan dalam melakukan pemadaman awal.

Peralatan tersebut merupakan pengembangan dari metode “Gebyok”, yang selama ini menggunakan ranting atau daun untuk memukul sumber api.

Polres Cianjur melakukan metode amati, tiru dan modifikasi dari daerah lain yang memiliki pengalaman menghadapi kebakaran hutan dan lahan, khususnya Kalimantan.

“InsyaAllah kami akan buatkan kuantitasnya secara cukup untuk kami bagikan kepada relawan, kami bagikan kepada masyarakat, dan kami gunakan sendiri,” kata Kapolres.

Peralatan tersebut diharapkan dapat membantu mengendalikan api sejak tahap awal sehingga tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

Pendakian Gunung Gede-Pangrango Dievaluasi

Sebagai langkah preventif, kegiatan pendakian Gunung Gede-Pangrango sebelumnya telah dihentikan sementara.

Keputusan tersebut merupakan hasil usulan bersama Polres Cianjur dan sejumlah stakeholder yang kemudian diterima oleh BBTNGGP.

Penghentian kegiatan pendakian mulai diberlakukan sejak 7 Agustus 2026 dan akan dievaluasi untuk menentukan kemungkinan perpanjangan.

“Hari ini kami akan mengadakan evaluasi, apakah perpanjangan larangan untuk mendaki Gunung Gede Pangrango akan diperpanjang. Tujuan utamanya sekali lagi untuk tidak terjadinya kebakaran,” jelasnya.

Menurut Kapolres, pembatasan aktivitas pendakian merupakan langkah preventif untuk menekan potensi munculnya sumber api selama kondisi kemarau masih berlangsung.

Kapolres: Harapan Utama Tidak Terjadi Kebakaran

Kapolres menegaskan, seluruh langkah kesiapsiagaan tersebut bukan berarti kepolisian mengharapkan terjadinya kebakaran, melainkan justru sebagai upaya agar kebakaran tidak terjadi dan jika terjadi dapat segera dikendalikan.

“Kita berharap adalah tidak terjadinya kebakaran. Dan kalaupun harus terjadi kebakaran, maka upaya maksimal dapat kami laksanakan,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh unsur, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, BBTNGGP, relawan hingga masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan Gunung Gede-Pangrango.

“Niat kita bersama untuk Gunung Gede-Pangrango yang sama-sama kita cintai, yang sedang menghadapi ancaman kebakaran karena panjangnya musim kemarau ini, untuk dapat kita lakukan penanggulangan secara bersama,” pungkas AKBP Alexander Yurikho Hadi.

Yudi Farell

Modus Pengedar Narkoba Di Cianjur Berubah:Jualan Lewat Medsos Dan Keliling,38 Tersangka Di Bekuk

CIANJURKINI.COM

Peredaran narkotika dan obat keras terbatas di Kabupaten Cianjur memasuki pola baru. Jika sebelumnya para pengedar cenderung berjualan secara menetap, kini transaksi mulai dilakukan secara berpindah-pindah dengan memanfaatkan media sosial.
Fakta tersebut diungkap Kapolres Cianjur AKBP Alexander Yurikho Hadi saat menyampaikan pers rilis pengungkapan kasus narkoba di Mapolres Cianjur, Senin (10/8/2026).

Dalam kurun waktu sekitar satu bulan, sejak pertengahan Juli hingga menjelang pertengahan Agustus 2026, jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Cianjur mengamankan 38 tersangka dari berbagai perkara narkotika dan obat keras terbatas.
Kapolres mengatakan, pemaparan tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan tugas kepolisian kepada masyarakat Kabupaten Cianjur, khususnya dalam memberantas peredaran gelap narkotika dan obat-obatan keras yang dilarang beredar bebas.

“Bahwa tugas pokok utama Satuan Reskrim Narkoba adalah menanggulangi peredaran gelap dari narkotika maupun obat-obatan keras tertentu yang dilarang beredar dengan bebas di masyarakat,” ujar AKBP Alexander.

22 Perkara Sabu, Hampir Setengah Kilogram Diamankan
Dari hasil pengungkapan selama satu bulan tersebut, polisi berhasil membongkar 22 perkara narkotika jenis sabu dengan 29 tersangka.
Barang bukti yang berhasil disita mencapai 479,36 gram sabu, atau hampir setengah kilogram.
Kapolres menyebut jumlah tersebut diperkirakan mampu mencegah sekitar 10.000 orang terpapar bahaya penyalahgunaan sabu.
Menurutnya, persoalan narkotika bukan hanya berkaitan dengan ketergantungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan sosial dan ekonomi di tengah masyarakat.

“479,36 gram yang berhasil menyelamatkan paling tidak 10.000 nyawa warga untuk jangan sampai mengalami akibat buruk dari konsumsi sabu yaitu ketergantungan dan sisi sosiologis maupun ekonomis yang lain,” katanya.

Tembakau Sintetis Diolah di Cianjur, Polisi Sita Peralatannya
Selain sabu, polisi juga mengungkap perkara ganja dan tembakau sintetis.
Yang menjadi perhatian adalah ditemukannya lokasi yang diduga digunakan untuk mengolah tembakau sintetis di wilayah Kecamatan Cilaku.
Dalam pengungkapan tersebut, petugas tidak hanya menyita narkotika yang sudah siap diedarkan. Sejumlah peralatan yang diduga digunakan untuk proses pengolahan juga berhasil diamankan.
Peralatan tersebut di antaranya berupa alat penyemprot pewarna dan bahan pencampur berupa alkohol.
Lebih mengkhawatirkan, barang hasil olahan tersebut sudah dikemas dalam klip-klip kecil yang diduga dipersiapkan untuk diedarkan kepada konsumen.

“Yang mirisnya lagi ternyata di suatu daerah di Kecamatan Cilaku berhasil kami amankan bukan hanya barang buktinya yang berupa narkotikanya, tapi alat-alatnya. Alat-alat untuk mengolah sehingga kemudian tampilannya jauh lebih menarik,” ungkap AKBP Alexander.
Menurutnya, pengungkapan tersebut menunjukkan bahwa jaringan peredaran tidak sekadar menjual barang yang sudah jadi, tetapi mulai melakukan proses pengolahan untuk membuat produk narkotika sintetis lebih menarik bagi penyalahguna.

Obat Keras: Dari Toko Stasioner Kini Berpindah-pindah
Selain narkotika, peredaran obat keras terbatas menjadi perhatian serius jajaran kepolisian.
Kapolres mengungkap adanya perubahan modus yang digunakan para pelaku.
Jika sebelumnya pengedar berjualan secara stasioner, kini mereka bergerak secara mobile dan memanfaatkan media sosial untuk menawarkan barang.

“Kalau dulu mereka berhasil kita amankan karena mereka menjual secara stasioner, sekarang yang baru tadi malam kami amankan, itu pengedarnya mobile dengan menggunakan tas dan dengan menggunakan media sosial,” tegasnya.

Dalam pengungkapan terbaru, polisi mengamankan sejumlah besar obat keras.
Barang bukti tersebut antara lain:
Sekitar 9.000 butir hexymer
Hampir 3.000 butir tramadol
Sekitar 2.800 butir trihexyphenidyl
Kapolres menegaskan obat-obatan tersebut sebenarnya dapat digunakan dalam dunia medis, namun harus berdasarkan resep dokter.
Penyalahgunaan obat keras dapat menimbulkan efek berbahaya dan mendorong seseorang melakukan aktivitas yang berisiko.
Razia Knalpot Justru Bongkar Peredaran Obat Keras
Strategi kepolisian dalam memberantas peredaran obat keras juga dilakukan melalui razia di lapangan.
Menariknya, razia yang awalnya ditujukan untuk menertibkan penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis atau knalpot bising justru menemukan adanya kepemilikan obat keras.
Dari sejumlah orang yang diamankan, polisi kemudian melakukan pengembangan untuk mencari sumber obat tersebut.

“Terhadap orang-orang tersebut yang memiliki lima, enam dan segala macam, kami terus kembangkan ke atas atau istilahnya ke para penjualnya,” jelas Kapolres.

Tidak Semua yang Membawa Obat Langsung Disebut Pengedar
Polres Cianjur juga mengambil langkah berbeda terhadap orang yang ditemukan membawa obat keras.
Polisi tidak serta-merta menyimpulkan mereka sebagai pengedar.
Jajaran kepolisian melakukan koordinasi dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cianjur untuk memastikan apakah yang bersangkutan merupakan pengguna atau bagian dari jaringan peredaran.

“Alhamdulillah hampir sebagian besar dari mereka memang terverifikasi sebagai pengguna dan dilakukan upaya rehabilitasi,” ujar AKBP Alexander.
Dengan demikian, penanganan terhadap penyalahgunaan narkoba dilakukan dengan melihat peran dan kondisi masing-masing orang yang diamankan.
Kapolres Buka Jalur Laporan Masyarakat
Di tengah semakin berkembangnya modus peredaran melalui media sosial, Kapolres Cianjur meminta masyarakat menjadi bagian dari upaya pemberantasan narkoba.
Masyarakat yang mengetahui dugaan peredaran narkotika maupun obat keras diminta tidak ragu menyampaikan informasi kepada kepolisian.
Kapolres menyebut masyarakat dapat menyampaikan informasi melalui nomor komunikasi Kapolres maupun layanan kepolisian 110.

“Mohon bantu kami. Kami membutuhkan validitas dan validasi untuk informasi dari masyarakat. Benar dan betul, insya Allah kita tindak lanjuti,” tegasnya.
Menurut Kapolres, informasi masyarakat sangat penting untuk mempercepat pengungkapan jaringan, terutama ketika para pelaku mulai memanfaatkan media sosial dan sistem peredaran secara mobile.
38 Tersangka, Ancaman Pidana Berat
Selama satu bulan terakhir, total 38 tersangka diamankan dalam perkara kepemilikan, peredaran maupun pengolahan narkotika dan obat keras.

Para tersangka diproses berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku, termasuk ketentuan Pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta ketentuan pidana lainnya sesuai jenis perkara dan peran masing-masing.
Untuk perkara tertentu, ancaman pidananya dapat mencapai hukuman berat, termasuk pidana penjara seumur hidup.
Namun, keputusan akhir mengenai hukuman tetap menjadi kewenangan pengadilan.

Polres Cianjur Pastikan Perang Melawan Narkoba Berlanjut
AKBP Alexander menegaskan bahwa pengungkapan selama satu bulan terakhir bukan akhir dari operasi pemberantasan narkoba di Kabupaten Cianjur.
Kepolisian akan terus melakukan razia dan pengembangan terhadap jaringan peredaran narkotika maupun obat keras.
Ia juga meminta masyarakat tidak hanya menyerahkan persoalan tersebut kepada polisi.

“Bukan kami tidak bekerja, tapi kami insya Allah juga bekerja. Nyatanya semalam juga berhasil kita amankan,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat menjadi kunci agar pemberantasan narkoba dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien.

“Bukan hanya kami yang bekerja. Kami mohon bantuan dari masyarakat untuk lebih efektif dan efisien dan tegasnya hukum secara baik untuk memberikan informasi kepada kami,” pungkasnya.
Pers rilis tersebut menjadi bentuk pertanggungjawaban Polres Cianjur kepada masyarakat sekaligus penegasan bahwa perang terhadap narkotika tidak berhenti pada penangkapan pelaku di lapangan, tetapi akan terus dikembangkan hingga membongkar sumber peredaran dan memutus mata rantai narkoba di Kabupaten Cianjur.

Yudi Farell

Tak Pernah Betah Diam,H Sugilar S.pd.I Bangun Sirnagalih Lewat Kerja Nyata,Bukan Sekedar Seremoni

 CIANJURKINI.COM

 Bagi masyarakat Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, nama H. Sugilar, S.Pd.I. bukan hanya dikenal sebagai kepala desa, tetapi juga sosok pemimpin yang tak pernah betah berdiam diri. Hampir setiap hari ia menyusuri wilayahnya, melihat langsung kondisi jalan, saluran air, fasilitas umum hingga lingkungan permukiman. Baginya, pembangunan harus dimulai dari melihat sendiri apa yang masih kurang dan segera mencari solusi.

Karakter kepemimpinan itulah yang membawa Desa Sirnagalih terus menorehkan prestasi. Di bawah kepemimpinannya, desa ini berhasil dinobatkan sebagai Desa Berkinerja Terbaik Kabupaten Cianjur dalam ajang Anugerah Gapura Sri Baduga, sebuah penghargaan bergengsi Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang diberikan kepada desa dengan tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan inovasi terbaik Baru-baru ini.

Tak hanya itu, pada peringatan Hari Jadi Cianjur ke-349, Desa Sirnagalih kembali menerima apresiasi berupa bantuan pembangunan Gedung Posyandu serta penghargaan Non Litigation Peacemaker (NLP) atas komitmennya dalam membangun kesadaran hukum dan mendorong penyelesaian sengketa secara damai di tengah masyarakat.
Namun, bagi H. Sugilar, penghargaan bukanlah tujuan akhir. Ia meyakini bahwa penghargaan hanyalah bonus dari kerja keras yang dilakukan secara konsisten.

Prinsip itu kembali terlihat saat dirinya memimpin langsung kegiatan gotong royong pelebaran ruas Jalan BTN Bumi Mas. Selama sepekan terakhir, ia bersama masyarakat bergotong royong melebarkan jalan yang seluruh pembiayaannya berasal dari swadaya warga dan dukungan para donatur, tanpa menggunakan Dana Desa maupun APBD.

“Alhamdulillah, sudah satu pekan ini kami melaksanakan pelebaran jalan yang bersumber dari swadaya masyarakat, gotong royong, dan para donatur. Insya Allah sepanjang ruas Jalan BTN Bumi Mas akan kami lebarkan tanpa menggunakan dana yang bersumber dari Dana Desa ataupun APBD. Ini murni hasil kebersamaan masyarakat dan para donatur yang telah memberikan sumbangsihnya,” ujar H. Sugilar, Jumat (7/8/2026).

Menurutnya, banyak pekerjaan yang sesungguhnya tidak perlu menunggu program besar pemerintah. Selama masyarakat memiliki kepedulian dan rasa memiliki terhadap desanya, pembangunan dapat dilakukan bersama-sama.

“Alhamdulillah, semua ini bisa terealisasi berkat swadaya dan gotong royong masyarakat. Yang kami bangun bukan hanya jalannya, tetapi juga semangat kebersamaan warga. Banyak pekerjaan yang tidak perlu selalu diekspos, karena ini memang kebutuhan masyarakat dan sudah menjadi tanggung jawab kami untuk mewujudkannya,” katanya.

Filosofi kepemimpinan tersebut menjadikan H. Sugilar lebih banyak bekerja daripada berbicara. Baginya, kepuasan terbesar bukanlah banyaknya pencitraan, melainkan ketika masyarakat dapat menikmati hasil pembangunan yang benar-benar mereka butuhkan.

Pelebaran Jalan BTN Bumi Mas menjadi bukti bahwa kepemimpinan yang hadir di tengah masyarakat mampu menggerakkan partisipasi warga. Di bawah kepemimpinan H. Sugilar, pembangunan tidak hanya diukur dari besarnya anggaran, tetapi dari besarnya manfaat yang dirasakan masyarakat serta kuatnya budaya gotong royong yang terus hidup di Desa Sirnagalih

Yudi Farell

Demo UHC Berakhir Dengan Kesepakatan,Pemkab Cianjur Siap Aktifkan Kembali BPJS Warga Tidak Mampu Lewat Verifikasi

CIANJURKINI.COM

Aksi damai yang digelar Dewan Pimpinan Kabupaten Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (DPK SPRI) Cianjur di depan Dinas Kesehatan dan Kantor Bupati Cianjur, Rabu (5/8/2026), membuahkan hasil. Setelah menyuarakan aspirasi terkait kebijakan penghentian kepesertaan Universal Health Coverage (UHC), perwakilan massa diterima langsung oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Cianjur dan menghasilkan kesepakatan bahwa kepesertaan BPJS Kesehatan bagi warga yang benar-benar tidak mampu akan kembali diaktifkan melalui mekanisme verifikasi.

Aksi tersebut digelar sebagai bentuk protes terhadap kebijakan cut off UHC yang dinilai berpotensi menghilangkan hak masyarakat untuk memperoleh layanan kesehatan. Dalam poster ajakan aksi yang beredar sebelumnya, SPRI menyebut sekitar 120 ribu peserta terdampak dan mendesak pemerintah membuka transparansi anggaran serta menjamin hak kesehatan warga.

Koordinator aksi SPRI mengatakan, dialog berlangsung dengan Bupati Cianjur, Wakil Bupati Abi Ramzi, serta jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur. Dari pertemuan itu, pemerintah memberikan kepastian bahwa masyarakat miskin yang belum memiliki BPJS aktif tetap akan mendapatkan perlindungan kesehatan.

“Alhamdulillah, hasil komunikasi dengan Pemda Cianjur, BPJS bisa kembali dipakai lagi dengan satu syarat, yakni dilakukan verifikasi agar benar-benar tepat sasaran bagi masyarakat yang memang tidak mampu,” ujarnya usai pertemuan.

Menurutnya, mekanisme tersebut menjadi solusi agar bantuan kesehatan diberikan berdasarkan kondisi riil masyarakat, bukan semata-mata mengacu pada klasifikasi data desil.

“Yang penting sekarang ada pemilahan antara masyarakat yang benar-benar tidak mampu dan yang mampu. Program ini harus tepat sasaran dan bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.

Ia mengungkapkan, aksi dilakukan karena banyak warga mengeluhkan kepesertaan BPJS yang tidak lagi aktif sehingga kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Intinya masyarakat yang sakit dan tidak memiliki BPJS aktif hari ini mendapatkan solusi. Pemerintah menyatakan siap membantu warga Cianjur yang benar-benar tidak mampu,” katanya.

Koordinator aksi menyebutkan sekitar 500 hingga 670 peserta dari berbagai elemen masyarakat ikut dalam aksi damai tersebut. Selain anggota SPRI, sejumlah relawan, termasuk ambulans dari Kecamatan Karangtengah, turut membantu jalannya kegiatan.

Aksi berlangsung tertib tanpa adanya bentrokan maupun korban.
“Tidak ada korban dan tidak ada yang terluka. Tujuan kami hanya memperjuangkan hak kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Atas hasil dialog tersebut, SPRI menyatakan menghentikan rangkaian aksi karena pemerintah telah memberikan jawaban dan solusi atas tuntutan yang disampaikan.

“Untuk saat ini aksi selesai karena sudah ada solusi. Namun apabila komitmen tersebut tidak direalisasikan, kami siap kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar,” tegasnya.

Duy

 

Fahd Alaziez Nahkodai Sapma PP Cianjur Fokus Selamatkan Generasi Muda Dari Bahaya Obat-Obatan Terlarang

CIANJURKINI.COM

Musyawarah Cabang (Muscab) IV SAPMA Pemuda Pancasila Kabupaten Cianjur yang mengusung tema “Kolaborasi, Inovasi, dan Kontribusi” resmi menetapkan Fahd Alaziez sebagai Ketua SAPMA Pemuda Pancasila Kabupaten Cianjur untuk periode mendatang.
Kegiatan yang berlangsung di Bale Praja Pendopo Cianjur pada Sabtu, 1 Agustus 2026, tersebut dihadiri oleh Bupati Cianjur dr. Wahyu, Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Cianjur Endi Cahyadin, Ketua KNPI Kabupaten Cianjur Muhammad Riksa Iman Pribadi, serta jajaran pengurus SAPMA dan Pemuda Pancasila dari berbagai kecamatan.

Terpilih secara aklamasi, Fahd Alaziez menyampaikan rasa syukur sekaligus tekad kuat untuk membawa SAPMA Pemuda Pancasila Kabupaten Cianjur menjadi organisasi kepemudaan yang lebih aktif, inovatif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih atas amanah yang telah diberikan kepada saya sebagai Ketua SAPMA Pemuda Pancasila Kabupaten Cianjur. Amanah ini merupakan tanggung jawab besar yang akan kami emban bersama seluruh kader untuk menjadikan SAPMA semakin maju dan bermanfaat,” ujar Fahd.

Sebagai ketua terpilih, Fahd menegaskan bahwa pembinaan generasi muda akan menjadi prioritas utama kepemimpinannya. Menurutnya, kemajuan daerah tidak terlepas dari kualitas generasi muda yang memiliki karakter kuat, keterampilan, dan kepedulian sosial yang tinggi.
Namun di tengah perkembangan zaman, Fahd menilai generasi muda saat ini menghadapi tantangan serius berupa maraknya penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang yang mulai menyasar kalangan pelajar dan remaja. Kondisi tersebut, kata dia, memerlukan perhatian bersama dari seluruh elemen masyarakat.

Karena itu, di bawah kepemimpinannya, SAPMA Pemuda Pancasila Kabupaten Cianjur akan mengambil peran aktif dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui edukasi, sosialisasi, pembinaan karakter, serta berbagai kegiatan positif yang melibatkan pelajar, mahasiswa, dan komunitas kepemudaan.

“Kami ingin SAPMA hadir sebagai wadah yang mampu mengarahkan generasi muda kepada hal-hal yang positif. Bahaya obat-obatan terlarang harus menjadi perhatian bersama karena dapat merusak masa depan pemuda. Kami berkomitmen untuk ikut memerangi dampak negatif penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang melalui pendekatan edukatif, sosial, dan pembinaan yang berkelanjutan,” tegas Fahd.

Menurutnya, generasi muda harus diberikan ruang untuk berkembang melalui kegiatan yang produktif dan bermanfaat. Oleh karena itu, SAPMA akan memperkuat program kepemudaan di bidang pendidikan, olahraga, kewirausahaan, pengembangan keterampilan, serta kegiatan sosial kemasyarakatan.
Selain fokus pada pembinaan pemuda, Fahd juga berkomitmen melanjutkan dan meningkatkan program-program sosial yang telah berjalan, seperti rehabilitasi rumah tidak layak huni (Rutilahu), program sekolah gratis melalui kerja sama dengan yayasan pendidikan, serta berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat.

“Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah, sekolah, perguruan tinggi, dan berbagai organisasi kepemudaan untuk menciptakan generasi muda Cianjur yang sehat, berkarakter, berprestasi, serta memiliki daya saing yang kuat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Cianjur, Endi Cahyadin, menyebut Muscab IV menjadi momentum penting dalam memperkuat kaderisasi organisasi. Menurutnya, SAPMA merupakan wadah strategis dalam mencetak kader-kader muda yang nantinya dapat berkontribusi bagi organisasi maupun pembangunan daerah.

Endi menjelaskan, setelah kembali aktif dalam dua tahun terakhir, SAPMA Pemuda Pancasila Kabupaten Cianjur kini telah memiliki sekitar 200 anggota yang berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan komunitas kepemudaan yang tersebar di berbagai komisariat.

Di kesempatan yang sama, Bupati Cianjur dr. Wahyu menyampaikan dukungan Pemerintah Kabupaten Cianjur terhadap seluruh organisasi kepemudaan dalam membangun sumber daya manusia yang unggul melalui program kaderisasi, pelatihan keterampilan, hingga pemberdayaan ekonomi.

Dengan terpilihnya Fahd Alaziez sebagai Ketua SAPMA Pemuda Pancasila Kabupaten Cianjur, organisasi tersebut diharapkan semakin solid, adaptif, dan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mencetak generasi muda yang berkarakter, berdaya saing, serta bebas dari pengaruh negatif narkoba dan obat-obatan terlarang.

Yudi Farell

HKTI Cianjur Dan Bulog Perkuat Sinergi,Dorong Kesejahteraan Petani Dan Stabilitas Pangan

CIANJURKINI.com

Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional tidak hanya bergantung pada peningkatan produksi pertanian, tetapi juga membutuhkan sinergi yang kuat antara petani, pemerintah, dan lembaga pengelola pangan. Atas dasar itu, Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPC HKTI) Kabupaten Cianjur menjalin silaturahmi dan koordinasi dengan Perum Bulog Cabang Cianjur, Senin (27/7/2026).Pertemuan yang berlangsung di Kantor Perum Bulog Cabang Cianjur tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga stabilitas harga pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani sebagai pelaku utama sektor pertanian.

Ketua DPC HKTI Kabupaten Cianjur, Ir. H. Asep Suswanda, mengatakan bahwa keberadaan Bulog memiliki peran strategis dalam menciptakan ekosistem pertanian yang sehat. Menurutnya, petani membutuhkan kepastian pasar dan harga yang layak agar tetap memiliki semangat untuk meningkatkan produksi.

“Petani merupakan garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan. Karena itu, mereka harus mendapatkan perlindungan melalui sistem tata niaga yang berpihak dan memberikan kepastian usaha,” ujarnya.

Dalam diskusi tersebut, salah satu topik yang menjadi perhatian utama adalah optimalisasi penyerapan gabah hasil panen petani. HKTI menilai program penyerapan gabah yang dilakukan Bulog mampu menjadi instrumen penting dalam menjaga harga tetap stabil di tingkat petani, terutama saat musim panen raya.

Dengan adanya penyerapan yang maksimal, petani tidak perlu khawatir terhadap anjloknya harga akibat melimpahnya pasokan di pasaran. Kebijakan ini dinilai dapat memberikan rasa aman bagi petani sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pangan di daerah.

Selain membahas penyerapan gabah, HKTI dan Bulog juga bertukar pandangan mengenai upaya menjaga ketersediaan pangan pokok bagi masyarakat. Bulog selama ini memiliki tugas penting dalam memastikan stok pangan tetap tersedia dan terjangkau, terutama bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan.

HKTI memberikan apresiasi terhadap berbagai program yang telah dijalankan Bulog, termasuk distribusi bantuan pangan kepada masyarakat. Program tersebut dinilai tidak hanya membantu menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga berperan dalam mengendalikan gejolak harga di pasar.

Asep Suswanda menegaskan bahwa HKTI siap menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah, Bulog, dan petani di lapangan. Melalui jaringan kelompok tani yang tersebar di berbagai kecamatan, HKTI akan terus membantu menyampaikan informasi kebijakan, perkembangan harga, hingga berbagai program yang berkaitan dengan peningkatan produksi pertanian.

Menurutnya, komunikasi yang baik menjadi faktor penting dalam keberhasilan setiap program pertanian. Banyak kebijakan yang memiliki tujuan baik, namun memerlukan sosialisasi yang efektif agar dapat dipahami dan diterapkan oleh petani.

“HKTI siap berkolaborasi dan mengawal berbagai program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani. Kami ingin memastikan setiap kebijakan benar-benar memberikan manfaat bagi petani di lapangan,” katanya.
Sebagai salah satu daerah sentra produksi pangan di Jawa Barat, Kabupaten Cianjur memiliki kontribusi besar terhadap pasokan beras regional maupun nasional. Potensi tersebut perlu didukung oleh sinergi yang kuat antara seluruh pemangku kepentingan agar produktivitas pertanian terus meningkat.
Melalui pertemuan ini, HKTI dan Bulog sepakat untuk terus memperkuat koordinasi dan komunikasi dalam mendukung program ketahanan pangan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem pangan yang lebih kuat, memberikan perlindungan bagi petani, serta menjaga ketersediaan pangan yang aman dan terjangkau bagi masyarakat.

“Ketahanan pangan yang kuat harus dimulai dari petani yang sejahtera. Jika petani mendapatkan kepastian usaha dan dukungan yang memadai, maka stabilitas pangan daerah maupun nasional akan semakin kokoh,” pungkas Asep Suswanda.

Duy

 

 

Penjual Kelapa Di Habisi Rekan Sendiri Hingga Tewas Di Cianjur Di Duga Di Bawah Pengaruh Miras Dan Obat Terlarang

CIANJURKINI.com Polres Cianjur mengungkap kasus dugaan pembunuhan yang menewaskan seorang pedagang kelapa parut di kawasan Pasar Muka Ramayana, Kabupaten Cianjur. Dalam kasus tersebut, polisi menetapkan seorang pedagang sayuran berinisial DAM (29) sebagai tersangka.
Kapolres Cianjur AKBP Akhmad Alexander Yurikho Hadi mengatakan peristiwa berdarah itu terjadi pada Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 17.30 WIB di area Pasar Muka Ramayana, Kelurahan Muka, Kecamatan Cianjur.
Korban diketahui bernama U. Sunandar (36), seorang pedagang kelapa parut. Sementara tersangka DAM merupakan pedagang sayuran yang sehari-hari beraktivitas di pasar yang sama.
Menurut Kapolres, sebelum kejadian tersangka sebenarnya hendak mencari seseorang bernama Duki untuk keperluan transaksi jual beli ikan. Namun saat berada di pasar, tersangka lebih dahulu bertemu dengan korban dan menanyakan keberadaan orang yang dicari tersebut.

“Jawaban dan sikap korban dianggap tidak menyenangkan oleh tersangka sehingga menimbulkan rasa tersinggung,” kata AKBP Alexander dalam keterangan pers.

Percekcokan sempat terjadi antara keduanya. Korban kemudian meninggalkan tersangka, namun rasa kesal yang dirasakan tersangka tidak mereda. Polisi mengungkapkan bahwa tersangka diduga berada di bawah pengaruh minuman keras yang dicampur obat keras sebelum kejadian.

“Faktor yang menjadi perhatian kami adalah adanya konsumsi minuman keras yang dicampur dengan obat-obatan tertentu. Kondisi tersebut diduga memengaruhi tindakan tersangka hingga unsur kesalahannya menjadi sangat tinggi,” ujar Kapolres.
Berdasarkan pemeriksaan sementara, tersangka masih dalam kondisi terpengaruh zat tersebut saat diamankan polisi.
Setelah sempat dipisahkan warga, tersangka kembali mendatangi korban.

Polisi menyebut tersangka mengambil sebilah pisau dari salah satu lapak pedagang di sekitar lokasi sebelum mendatangi korban untuk kedua kalinya.
Saat bertemu kembali, tersangka menusukkan pisau ke bagian perut kiri korban. Korban yang mengalami luka serius langsung mendapatkan pertolongan dan dibawa ke RSUD Sayang Cianjur.

Namun nyawa korban tidak tertolong. Korban dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani penanganan medis di rumah sakit.
“Hilangnya nyawa seseorang merupakan akibat paling berat yang harus dihindari. Peristiwa ini menjadi pelajaran bagi masyarakat mengenai bahaya konsumsi minuman keras yang dicampur obat-obatan tanpa pengawasan medis,” tegas Kapolres.

Hasil visum sementara menunjukkan korban mengalami luka tusuk terbuka pada bagian perut kiri atas dengan ukuran sekitar 4 sentimeter x 1,5 sentimeter dan kedalaman luka sekitar 14 sentimeter.
Polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap tersangka pada malam hari setelah kejadian.

DAM diamankan di rumah istrinya di wilayah Desa Babakankaret, Kecamatan Cianjur.
Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa sebilah pisau yang digunakan saat kejadian, pakaian korban, telepon genggam milik tersangka, serta sejumlah obat keras yang ditemukan pada tersangka.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal tentang pembunuhan dan penganiayaan yang mengakibatkan kematian sebagaimana yang dipersangkakan oleh penyidik. Tersangka kini ditahan di Polres Cianjur untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
AKBP Alexander mengimbau masyarakat untuk menjauhi minuman keras dan penyalahgunaan obat-obatan yang dapat memicu tindakan kriminal serta membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.
“Jangan sampai akibat sesaat dari pengaruh minuman keras dan obat-obatan, seseorang harus kehilangan nyawa,” pungkasnya.