Kapolri Hadiri Kemah Nasional PUI Di Selabintana,4.500 Pelajar Dapat Pesan Tegas:Jangan Terjerat Judol Dan Pinjol
SUKABUMI,Cianjurkini.com
Kehadiran Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di tengah ribuan pelajar menjadi salah satu momen penting dalam pelaksanaan Kemah Nasional Persatuan Umat Islam (PUI) di kawasan Selabintana, Kabupaten Sukabumi, Kamis (3/9/2026).
Sekitar 4.500 pelajar tingkat SMP dan SMA dari sejumlah wilayah mengikuti kegiatan tersebut. Selain Kapolri, kegiatan juga dihadiri Kapolda Jawa Barat, Kapolres Sukabumi, Wali Kota Sukabumi dan Bupati Sukabumi.
Kehadiran langsung Kapolri memberikan perhatian tersendiri bagi para peserta. Di hadapan anggota Pramuka dan generasi muda, Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan sejumlah pesan mengenai pentingnya membangun karakter sekaligus menghadapi tantangan generasi muda di tengah perkembangan teknologi digital.
Salah satu pesan yang disampaikan Kapolri berkaitan dengan penggunaan gadget.
Ia mengingatkan para pelajar agar tidak menggunakan gadget secara berlebihan sehingga justru terseret pada berbagai tren negatif yang dapat merugikan diri sendiri maupun masa depan mereka.

Kapolri secara khusus mengingatkan generasi muda agar tidak terjerumus dalam judi online (judol) maupun pinjaman online (pinjol).
Pesan tersebut menjadi perhatian penting dalam kegiatan yang diikuti ribuan pelajar itu, mengingat perangkat digital kini menjadi bagian dari keseharian generasi muda.
Menurut Kapolri, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan generasi muda untuk mengendalikan diri dan memilih aktivitas yang memberikan manfaat.
Kapolri Apresiasi Ribuan Pelajar Ikut Pramuka
Tidak hanya memberikan peringatan, Kapolri juga menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang telah aktif mengikuti Kemah Nasional PUI.
Ia menilai keterlibatan para pelajar dalam kegiatan Pramuka memiliki nilai penting dalam proses pembentukan karakter.
“Saya sangat mengapresiasi kepada para adik-adik Pramuka yang mau ikut aktif dalam kegiatan ini, membangun karakter kebangsaan, membangun jiwa gotong royong, persatuan dan juga keterampilan yang tentunya dibutuhkan oleh mereka untuk jadi generasi muda penerus bangsa.”
Kapolri menilai nilai-nilai tersebut penting bagi generasi muda sebagai bekal untuk menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.
Kegiatan Pramuka, menurut pesan yang disampaikannya, tidak hanya menjadi aktivitas di luar sekolah, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan kebersamaan, persatuan dan keterampilan.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah menjadi anggota Pramuka.
“Saya juga mantan anggota Pramuka,” kata Listyo Sigit.
Pernyataan itu disampaikannya saat memberikan apresiasi terhadap antusiasme para peserta yang mengikuti kegiatan Kemah Nasional PUI.
Kapolri Ungkap Kolaborasi dengan Keluarga Besar PUI
Dalam sambutannya, Kapolri juga menyinggung hubungan yang telah terjalin antara dirinya dengan keluarga besar Persatuan Umat Islam.
Menurutnya, kerja sama dan kolaborasi dengan PUI telah berlangsung cukup lama dalam berbagai kegiatan.
“Kami dengan keluarga besar PUI sudah berkolaborasi cukup lama. Dalam berbagai event kami juga terus mendorong Persatuan Umat Islam,” ujarnya.
Kapolri kemudian menyinggung keberadaan PUI sebagai organisasi kemasyarakatan yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa Indonesia.
Ia menyebut PUI telah berdiri jauh sebelum Indonesia merdeka dan sejumlah tokohnya memiliki kontribusi dalam perjalanan sejarah bangsa.
Dalam sambutannya, Kapolri juga menyebut adanya tiga tokoh PUI yang menurutnya ikut berperan dalam proses lahirnya UUD 1945.
“Persatuan Umat Islam selaku ormas yang sudah lama berdiri, jauh dari sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, bahkan tiga tokoh PUI yang ikut melahirkan UUD 45. Tentunya ini adalah tokoh nasional yang lahir dari PUI.”
Pernyataan mengenai kontribusi tokoh-tokoh PUI tersebut disampaikan Kapolri dalam konteks pentingnya peran organisasi kemasyarakatan dalam perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Berharap PUI Terus Jaga Bangsa di Tengah Keberagaman
Lebih lanjut, Kapolri berharap PUI dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi bagi bangsa Indonesia.
Menurutnya, keberadaan berbagai organisasi kemasyarakatan merupakan bagian dari keberagaman kehidupan masyarakat Indonesia.
Ia berharap PUI dapat terus menjalankan peran positif dan ikut menjaga persatuan bangsa.
“Harapan saya ke depan, semoga PUI bisa jadi ormas yang terus hidup menjaga bangsa di tengah keberagaman ormas lain. Banyak juga tokoh PUI yang mempunyai peran untuk bangsa ini,” pungkasnya.
Kemah Nasional Jadi Ruang Pembentukan Karakter Generasi Muda
Kemah Nasional PUI di Selabintana mempertemukan ribuan pelajar dari tingkat SMP dan SMA dalam satu kegiatan yang sarat dengan aktivitas kebersamaan dan kepramukaan.
Pesan Kapolri kepada para peserta menyoroti dua hal utama, yakni pentingnya pembentukan karakter melalui kegiatan Pramuka serta kemampuan generasi muda dalam menghadapi perkembangan teknologi.
Di hadapan sekitar 4.500 pelajar, Kapolri mendorong agar generasi muda tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter kebangsaan, semangat gotong royong, rasa persatuan dan keterampilan.

Pada saat yang sama, generasi muda diingatkan agar perkembangan teknologi tidak digunakan secara berlebihan dan tidak menjadi pintu masuk menuju aktivitas digital yang merugikan.
Kehadiran Kapolri bersama jajaran kepolisian dan kepala daerah di kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Kemah Nasional PUI yang mempertemukan ribuan pelajar dalam suasana kebersamaan di Selabintana, Sukabumi.
Dari kegiatan tersebut, pesan yang disampaikan kepada generasi muda cukup jelas: gunakan teknologi secara bijak, bangun karakter, perkuat persatuan dan siapkan diri menjadi generasi penerus bangsa.
Duy

