GEBRAKAN VALONA FC!Runner-Up Karang Taruna & Pemuda Pancasila Cup,Di Perkuat EKs RANS Cilegon FC

CIANJURKINI.COM

Sorak sepak bola menggema di Lapang Seda, Desa Ciharashas, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Minggu (30/8/2026). Valona FC membuat kejutan! Tim asal Desa Sirnagalih itu sukses mengunci posisi runner-up dalam Open Turnamen Karang Taruna dan Pemuda Pancasila Cup.

Perjalanan Valona FC semakin mencuri perhatian karena tampil dengan suntikan pengalaman dari Wahyudi, penjaga gawang yang pernah memperkuat RANS Cilegon FC. Kehadirannya bukan hanya menjadi benteng terakhir, tetapi juga membawa atmosfer kompetisi yang lebih tinggi ke lapangan desa.

Manager Valona FC,yang akrab di sapa Bang Valona, mengaku sangat puas dengan pencapaian tersebut. Menurutnya, turnamen yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81 ini menjadi ajang penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus menguji kekuatan tim.

“Alhamdulillah, kami dari tim Valona sangat puas dengan adanya open turnamen ini. Kami hadir untuk ikut memeriahkan HUT 17 Agustus. Alhamdulillah pencapaian kami bisa sampai juara dua,” ujar Bang Valona saat ditemui usai pertandingan.

Eks RANS Cilegon FC Jadi Magnet Perhatian

Penampilan Valona FC semakin menarik perhatian setelah diperkuat Wahyudi, penjaga gawang yang pernah memperkuat RANS Cilegon FC.

Bang Valona menjelaskan, kehadiran Wahyudi bukan sekadar untuk memperkuat lini pertahanan. Namun, lebih jauh menjadi bagian dari upaya memberikan motivasi kepada para pemain muda dan pemain lokal Cianjur.

“Kami memanggil saudara Wahyudi untuk memperkuat tim Valona FC sekaligus memberikan motivasi, terutama kepada pemain-pemain kami yang ada di Cianjur,” jelasnya.

Menurut Bang Valona, pengalaman Wahyudi di level kompetitif diharapkan menjadi suntikan motivasi bagi pemain-pemain lokal Cianjur, khususnya mereka yang tengah meniti jalan menuju kompetisi Liga 3.

Bukan Sekadar Mengejar Juara

Meski harus puas berada di posisi runner-up, Valona FC tidak menjadikan hasil tersebut sebagai kekecewaan.

Bang Valona menegaskan, dalam sepak bola setiap pertandingan selalu menghadirkan kemungkinan menang maupun kalah. Yang terpenting, kata dia, adalah bagaimana tim mampu menunjukkan permainan terbaik dan menjaga sportivitas selama turnamen berlangsung.

“Setiap pertandingan pasti ada kalah dan menang. Tapi kami di sini sangat puas,” ungkapnya.

Kehadiran Wahyudi di Cianjur juga menjadi cerita tersendiri. Bang Valona menyebut, untuk sementara Wahyudi bahkan sudah menjadi bagian dari masyarakat Cianjur karena memiliki istri yang merupakan warga asli Kecamatan Cilaku.

“Alhamdulillah, sekarang Bang Wahyudi mungkin sudah menjadi warga Cianjur. Beliau punya istri orang Cianjur asli, bahkan warga Kecamatan Cilaku,” tuturnya.

Bukan Sekadar Tampil: Wahyudi Berpeluang Terus Bela Valona

Soal masa depan Wahyudi bersama Valona FC, sinyal positif kembali muncul. Bang Valona menyebut Wahyudi berpeluang terus memperkuat Valona FC ketika tidak sedang menjalani aktivitas di kompetisi Liga 1 maupun Liga 2.

“Insyaallah. Kalau memang Wahyudi tidak bermain di Liga 1 atau Liga 2, ada waktu senggang, pasti dia akan memperkuat Valona FC, insyaallah ke depannya,” tegas Bang Valona.

Bagi Valona FC, capaian juara dua bukan sekadar sebuah trofi. Lebih dari itu, turnamen tersebut menjadi momentum untuk membangun kekuatan tim, memberikan ruang bagi pemain lokal untuk berkembang, sekaligus menumbuhkan semangat sepak bola di Kabupaten Cianjur.

Juara boleh menjadi target, tetapi membangun sepak bola dan melahirkan pemain-pemain potensial adalah komitmen yang jauh lebih panjang.

32 Pertandingan Tuntas, Tuan Rumah Sukses Jaga Kondusivitas

Sementara itu, Kepala Desa Ciharashas, Heru Heriyanto, menegaskan kesuksesan turnamen tak lepas dari kesiapan tuan rumah. Sejak awal, pihak desa menata lapangan dan area parkir agar seluruh rangkaian pertandingan berlangsung tertib.

“Alhamdulillah, dari awal kami mempersiapkan tempat, lapang, dan area parkir. Alhamdulillah semuanya tertata dengan rapi. Kegiatannya juga berlangsung kondusif dan berjalan lancar,” ujar Heru.

Menurutnya, turnamen tersebut berlangsung sejak babak penyisihan hingga final dengan total 32 pertandingan. Juara pertama diraih Holigan FC dari Kecamatan Karangtengah, disusul Valona FC dari Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku sebagai juara kedua. Posisi ketiga diraih tim dari Desa Cibinong Hilir, Kecamatan Cilaku, sementara tim tuan rumah Remako FC Desa Ciharashas harus puas di posisi keempat.

Remako FC hingga SSB, Ciharashas Punya Banyak Talenta

Heru menambahkan, Remako FC bukan tim yang hanya muncul saat menjadi tuan rumah. Tim tersebut aktif mengikuti berbagai turnamen, trofeo maupun pertandingan lainnya, baik di dalam maupun luar wilayah, dengan membawa nama Desa Ciharashas.

Selain Remako FC, Desa Ciharashas juga memiliki Sekolah Sepak Bola (SSB). Heru sendiri dipercaya sebagai ketua SSB desa. Ia berharap keberadaan turnamen dapat menjadi ruang belajar dan motivasi bagi para pemain muda.

“Harapan saya, khususnya untuk anak-anak SSB Desa Ciharashas, open turnamen ini bisa menjadi motivasi untuk berkembang menjadi pemain-pemain yang hebat dan andal, sehingga bisa berkiprah di turnamen-turnamen berikutnya,” katanya.

Rahasia Lapang Ciharashas: Aman dan Kondusif

Heru menyebut salah satu alasan lapangan di Desa Ciharashas kerap dipercaya menjadi lokasi pertandingan adalah faktor keamanan dan kondusivitas. Menurutnya, sejumlah turnamen di tempat lain terkadang terganggu keributan, sementara pertandingan di lapangan desa tersebut selama ini dapat berlangsung aman dan lancar.

“Alhamdulillah, khusus di Kecamatan Cilaku, lapang yang ada di Desa Ciharashas ini setiap digelar turnamen bisa berjalan lancar dan sukses,” ujarnya.

Ke depan, Heru berharap kegiatan serupa terus digelar untuk menghidupkan atmosfer sepak bola Kabupaten Cianjur sekaligus membuka lebih banyak kesempatan bagi bibit-bibit muda untuk berkembang. Turnamen ini pun diharapkan bukan sekadar perebutan trofi, tetapi menjadi pintu lahirnya pemain-pemain Cianjur yang mampu berbicara lebih jauh di level kompetisi yang lebih tinggi.

“Mudah-mudahan turnamen seperti ini ke depan bisa semakin meramaikan dan menghidupkan persepakbolaan yang ada di Kabupaten Cianjur,” pungkasnya.

Duy

AXIS Nation Cup 2026 Jilid 3 Resmi Dibuka,Wabup Abi Ramzi Apresiasi Ruang Kreatif Bagi Pelajar Cianjur

CIANJURKINI.COM

Wakil Bupati Cianjur, Abi Ramzi, secara resmi membuka Turnamen Futsal Antar Sekolah AXIS Nation Cup 2026 Jilid 3 di Gelanggang Generasi Muda (GGM) Panembong, Jumat (31/7/2026).

Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan, ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi olahraga antar pelajar, tetapi juga berkembang menjadi wadah kreativitas dan pembinaan generasi muda di Kabupaten Cianjur.

Dalam sambutannya, Abi Ramzi mengapresiasi konsistensi penyelenggara yang terus menghadirkan ruang positif bagi pelajar melalui berbagai kegiatan olahraga dan kreativitas.

“Saya mewakili Pemerintah Kabupaten Cianjur, di sini juga ada Kang Beni Rustandi mewakili KONI. Ternyata saya baru tahu kegiatan ini cukup eksis dalam memberikan kontribusi dan semangat bagi dunia olahraga di Kabupaten Cianjur. Ini sudah tahun ketiga dan mereka tetap konsisten menghadirkan kegiatan positif untuk anak-anak muda,” ujar Abi Ramzi.

Menurutnya, AXIS Nation Cup tidak hanya menghadirkan pertandingan futsal, tetapi juga berbagai kegiatan yang mampu mengakomodasi minat dan bakat generasi muda, seperti lomba dance dan kompetisi suporter terbaik.

“Hari ini anak-anak remaja Kabupaten Cianjur diberikan ruang dan wadah kebaikan. Ada tempat untuk mereka berekspresi, menunjukkan kreativitas, dan mengembangkan potensinya. Ini yang paling penting,” katanya.

Abi Ramzi menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Cianjur sangat mengapresiasi kolaborasi antara penyelenggara, sponsor, sekolah, dan berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kami sangat senang karena banyak pihak yang ikut berkolaborasi. Pembinaan generasi muda memang tidak bisa dilakukan sendiri. Perlu dukungan dari banyak pihak agar anak-anak kita memiliki ruang yang positif untuk berkembang,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa esensi utama dari kegiatan seperti ini bukan sekadar mencari pemenang, melainkan memberikan kesempatan kepada pelajar untuk terlibat dalam aktivitas yang sehat dan produktif.

“Juara satu, dua, atau tiga bukan yang paling penting. Yang paling penting mereka memiliki wadah, memiliki kesempatan, dan melakukan kegiatan yang positif. Ruang-ruang kosong anak-anak pelajar kita terisi dengan kegiatan yang bermanfaat,” tegas Abi Ramzi.

Sementara itu, Territory Sales Manager AXIS Cianjur, Paul Saroya, mengatakan AXIS Nation Cup merupakan program kompetisi berjenjang yang secara rutin digelar setiap tahun dan telah memasuki penyelenggaraan ketiga.

“Konsepnya tetap sama. Kita mencari tim terbaik di Cianjur, kemudian bertanding di tingkat provinsi, dan setelah itu menuju grand final nasional di Istora senayan,” ujar Paul.

Ia mengungkapkan bahwa pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, perwakilan Kabupaten Cianjur berhasil menembus grand final nasional di Istora Senayan, Jakarta. Capaian tersebut menjadi motivasi besar bagi peserta tahun ini untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.

“Tahun lalu wakil dari Cianjur berhasil sampai ke Istora. Memang belum menjadi juara, tetapi itu membuktikan bahwa potensi anak-anak Cianjur sangat besar. Mudah-mudahan tahun ini kita bisa melangkah lebih jauh dan meraih gelar juara nasional,” katanya.

Untuk mendukung kualitas kompetisi, pihak penyelenggara melakukan peningkatan fasilitas pertandingan dengan menggunakan lantai interlock yang dinilai lebih aman dan nyaman bagi para pemain.

“Kami mencoba memberikan yang terbaik untuk para peserta. Dengan fasilitas yang lebih baik, permainan akan lebih maksimal dan risiko cedera dapat diminimalkan,” jelas Paul.

Selain kompetisi futsal, AXIS Nation Cup 2026 Jilid 3 juga menghadirkan lomba dance, penghargaan bagi suporter terbaik, serta melibatkan pelaku UMKM lokal yang turut meramaikan jalannya kegiatan. Menurut Paul, konsep tersebut sengaja dihadirkan agar kegiatan tidak hanya berfokus pada olahraga, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Kita tidak hanya bicara futsal. Ada dance competition, ada suporter terbaik, dan ada UMKM yang ikut terlibat. Kami ingin kegiatan ini menjadi ruang bagi anak-anak muda untuk berkembang sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.

Paul juga mengaku bersyukur karena pada tahun ini AXIS Nation Cup mendapat dukungan langsung dari Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui kehadiran Wakil Bupati Abi Ramzi yang membuka kegiatan secara resmi.

“Alhamdulillah tahun ini kegiatan kami dibuka langsung oleh Pak Wakil Bupati. Ini menjadi motivasi besar bagi para peserta untuk tampil maksimal. Saya percaya Cianjur memiliki banyak talenta yang mampu bersaing di tingkat provinsi bahkan nasional,” tuturnya.

Melalui penyelenggaraan AXIS Nation Cup 2026 Jilid 3, diharapkan semakin banyak pelajar yang memperoleh ruang untuk mengembangkan potensi, menjalin sportivitas, dan meraih prestasi. Lebih dari sekadar turnamen, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam membentuk generasi muda Cianjur yang aktif, kreatif, dan berdaya saing.

Yudi Farell

Suratin Cup 2026 Resmi Bergulir,Jadi Momentum Kebangkitan SepakBola Cianjur

CIANJURKINI.COM

Komitmen Perkuat Pembinaan Usia Dini Menuju tingkat nasional KONI dan PSSI membuka Piala Suratin 2026 ditandai dengan kick off pembukaan di Stadion Badak Putih Cianjur oleh ketua KONI Cianjur Beni Rustandi, Sabtu (1/8/2026). Kompetisi sepak bola usia muda yang mempertandingkan kategori U-13 dan U-15 tersebut menjadi momentum penting bagi pembinaan atlet sekaligus kebangkitan sepak bola Kabupaten Cianjur.

Ajang yang merupakan agenda resmi PSSI itu diikuti 28 klub dari berbagai wilayah di Kabupaten Cianjur. Untuk kategori U-13 diikuti sekitar 22 tim, sedangkan kategori U-15 diikuti 23 tim yang akan bersaing memperebutkan tiket menuju tingkat Provinsi Jawa Barat.

Ketua Umum KONI Kabupaten Cianjur, Beni Rustandi, menyambut baik terselenggaranya kompetisi tersebut. Menurutnya, Piala Suratin merupakan bagian dari sistem pembinaan sepak bola nasional yang memiliki jenjang kompetisi jelas hingga tingkat nasional.

“Alhamdulillah Piala Suratin kelompok umur U-13 dan U-15 dapat dilaksanakan. Ini merupakan bagian dari agenda internal PSSI yang mengikuti regulasi dari Jawa Barat. Atlet-atlet yang mengikuti kompetisi ini nantinya dipersiapkan untuk mengikuti jenjang kompetisi yang lebih tinggi hingga tingkat nasional,” ujar Beni.

Ia menjelaskan, tim yang berhasil menjadi juara di tingkat kabupaten akan mewakili daerahnya pada putaran tingkat Jawa Barat. Selanjutnya, tim terbaik tingkat provinsi akan melaju ke kompetisi nasional.

“Ini adalah kejuaraan yang berjenjang. Juara tingkat kabupaten akan mewakili ke tingkat Jawa Barat, kemudian berpeluang melaju ke tingkat nasional. Inilah proses pembinaan yang harus terus dijaga,” katanya.

Selain menjadi wadah kompetisi, Suratin Cup juga menjadi ajang pencarian bibit-bibit pesepak bola potensial yang diharapkan mampu mengharumkan nama Kabupaten Cianjur di masa depan.

Sementara itu, Pelaksana Harian (PLH) PSSI Kabupaten Cianjur, Hamzah Pakpahan, SH., M.H., mengatakan pelaksanaan Suratin Cup 2026 menjadi bukti bahwa pembinaan sepak bola di Kabupaten Cianjur tetap berjalan meski organisasi tengah menghadapi dinamika kepengurusan.

Menurutnya, dukungan dari KONI Kabupaten Cianjur menjadi salah satu faktor penting sehingga kompetisi dapat terselenggara dengan baik meskipun persiapannya sangat singkat.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum KONI Kabupaten Cianjur, Kang Beni Rustandi, yang terus memberikan arahan dan dukungan. Beliau juga berupaya berkomunikasi dengan Asprov PSSI Jawa Barat agar sepak bola Cianjur mendapatkan perhatian dan penanganan yang lebih maksimal,” ungkap Hamzah.

Hamzah menjelaskan bahwa kepengurusan Pelaksana Harian PSSI Kabupaten Cianjur baru terbentuk beberapa hari sebelum pelaksanaan kompetisi. Namun berkat kerja sama seluruh pihak, agenda pembinaan tersebut tetap dapat terlaksana sesuai rencana.

“Setelah kami ditunjuk sebagai PLH, waktu persiapan yang tersedia hanya sekitar tiga hari. Alhamdulillah dengan dukungan KONI, panitia, klub peserta, dan seluruh insan sepak bola Cianjur, Suratin Cup dapat terselenggara dengan baik,” katanya.

Lebih jauh, Hamzah menegaskan bahwa pembangunan sepak bola tidak bisa dilakukan secara instan. Menurutnya, pembinaan harus dimulai dari akar rumput melalui kompetisi usia dini yang berkesinambungan.

“Kegiatan hari ini menjadi cerminan bahwa sepak bola harus dibangun dari akar rumput. Kita tidak bisa instan. Pembinaan harus dimulai dari bawah, dari usia dini, sehingga ke depan kita memiliki pemain-pemain berkualitas yang mampu bersaing di level yang lebih tinggi,” tegasnya.

Sebagai bentuk keseriusan dalam membangun sepak bola daerah, PSSI Kabupaten Cianjur berencana menggelar sejumlah turnamen dan program pembinaan lainnya dalam beberapa bulan ke depan. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem sepak bola yang lebih sehat sekaligus menjadi wadah pengembangan bakat bagi para pemain muda.

Bagi Kabupaten Cianjur, Suratin Cup 2026 bukan sekadar kompetisi tahunan. Ajang ini menjadi simbol kebangkitan pembinaan sepak bola daerah, sekaligus langkah awal dalam menyiapkan generasi pesepak bola muda yang mampu berprestasi di tingkat Jawa Barat hingga nasional.

Duy