Tak Tunggu Warga Jadi Korban!Kapolres Cianjur Dan Wartawan Bagikan 2.000 Masker Di Tengah Ancaman Debu Vulkanik

Cianjurkini.com

Tak ingin menunggu masyarakat menjadi korban paparan debu vulkanik, jajaran Polres Cianjur bersama insan pewarta turun langsung ke jalan membagikan masker kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan.

Sebanyak 2.000 masker dibagikan dalam aksi kepedulian yang digelar di Tugu Lampu Gentur, Kabupaten Cianjur, Minggu (6/9/2026).

Aksi tersebut menjadi bentuk respons cepat kepolisian bersama wartawan terhadap kondisi debu yang dilaporkan mulai dirasakan di sejumlah wilayah Cianjur, terutama kawasan yang berada di jalur menuju Jakarta maupun ke arah timur Bandung.

Kapolres Cianjur Alexander Yurikho Hadi, saat ditemui di lokasi pembagian masker, mengatakan langkah tersebut dilakukan berdasarkan kondisi faktual yang ditemukan di lapangan.

Menurutnya, sejumlah wilayah seperti Sukaresmi, Pacet, Cipanas, Cianjur Kota hingga Ciranjang menjadi kawasan yang perlu mendapat perhatian.

“Kita yakini, seperti halnya kejahatan, pencegahan lebih baik daripada mengobati atau mengatasi,” ujar Alexander Yurikho Hadi.

Anggota Satlantas Polres Cianjur Membagikan Masker Pada Pengguna Jalan

Bukan Sekadar Dibagikan, Masker Jadi Persediaan Warga

Kapolres menegaskan, masker yang disediakan tidak hanya diberikan untuk langsung dipakai masyarakat.

Sebagian masker juga diberikan sebagai cadangan, mengingat belum diketahui sampai kapan kondisi debu tersebut akan berlangsung.

Masyarakat yang melintas di kawasan Tugu Lampu Gentur pun menjadi sasaran pembagian masker, sebagai langkah sederhana untuk mengurangi risiko paparan debu ketika beraktivitas di luar ruangan.

“Bukan hanya kami beri satu, tetapi untuk antisipatif. Kita tidak tahu berapa lama ke depan abu atau efek negatif dari erupsi ini akan terus menimpa Cianjur,” ungkapnya.

Polres dan Wartawan Bergerak Bersama

Menariknya, aksi tersebut tidak hanya melibatkan personel kepolisian. Sejumlah wartawan atau pewarta di Cianjur ikut turun langsung membagikan masker kepada masyarakat.

Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa perlindungan masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat, tetapi juga membutuhkan kepedulian seluruh unsur masyarakat.

Dari pusat Kota Cianjur, tepatnya di kawasan Tugu Lampu Gentur, pesan tersebut disampaikan secara langsung kepada warga: waspada boleh, panik jangan.

Kemarau Ditambah Debu, Warga Diminta Waspada

Alexander juga menyoroti kondisi musim kemarau yang saat ini masih berlangsung di Cianjur.

Pembagian Masker Oleh Anggota Polres Cianjur

Kemarau membuat kondisi berdebu semakin mudah terjadi. Ditambah adanya informasi mengenai debu vulkanik, masyarakat dinilai perlu meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan, terutama ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.

Ia berharap kondisi tersebut segera berakhir.

“Semoga yang sekarang sedang kita hadapi, musim kemarau ditambah adanya debu vulkanik ini semoga cepat berakhir,” katanya.

Ikhtiar Lewat Salat Istisqa

Selain langkah konkret berupa pembagian masker, Polres Cianjur juga menyampaikan ikhtiar secara keagamaan dengan rencana melaksanakan salat istisqa.

Langkah tersebut diharapkan menjadi bagian dari doa bersama agar Allah SWT segera menurunkan hujan, sehingga kondisi kemarau dan debu yang mengganggu masyarakat dapat segera teratasi.Anggota Sabhara Polres Cianjur Turut Membagikan Masker Kepada Para Pengendara

“Semoga Allah SWT dapat menurunkan hujan,” tutur Alexander.

Ia pun berharap segala ikhtiar yang dilakukan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Cianjur.

Dari masker hingga doa, Polres Cianjur bersama pewarta memilih bergerak lebih awal. Sebab ketika keselamatan masyarakat menjadi taruhan, menunggu keadaan memburuk bukanlah pilihan.

Duy

Traktor Dan Pompa Air Di Gelontorkan Untuk Petani Cianjur,Bupati Wahyu:Jangan Di Jual Atau Di Sewakan!

CianjurKini.com

Kabar baik bagi petani Kabupaten Cianjur. Sejumlah traktor roda dua dan pompa air diserahkan kepada para penerima manfaat di Aula Desa Peuteuy Condong, Minggu (6/9/2026), sebagai upaya mempercepat mekanisasi pertanian dan mendongkrak produktivitas sektor pertanian di wilayah tersebut.

Bantuan alat pertanian itu merupakan dukungan dari Anggota DPR RI Komisi XI Fraksi Gerindra, H. Kamarussamad, Ph.D., yang difasilitasi Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur.

Penyerahan bantuan tersebut turut dihadiri Bupati Cianjur dr. Mohamad Wahyu Ferdian. Di hadapan para penerima manfaat, Bupati menyampaikan pesan keras agar bantuan yang telah diberikan tidak keluar dari peruntukannya.

Bupati Cianjur dan H Kamarusamad Berfoto bersama bersama penerima manfaat bantuan

Wahyu meminta para penerima manfaat menjaga seluruh alat yang telah diamanahkan serta memaksimalkan penggunaannya untuk kepentingan pertanian.

“Para penerima manfaat diharapkan bisa menjaga dengan baik seluruh bantuan yang sudah diamanahkan. Kemudian dimaksimalkan penggunaannya dan pemanfaatannya, termasuk menjaga agar barang ini sesuai dengan peruntukannya,” tegas Wahyu.

Bupati bahkan mengingatkan secara langsung agar bantuan tersebut tidak sampai menjadi komoditas pribadi dengan cara disewakan ataupun diperjualbelikan.

Bupati Cianjur Dr Mohamad Wahyu Ferdian

“Jangan kemudian nanti disewakan atau dijual atau dipakai yang tidak semestinya, karena ini jelas melanggar aturan. Dan ingat, Allah Maha Melihat,” ujarnya.

Bukan Sekadar Bantuan, Tapi Mesin Penggerak Pertanian

Menurut Wahyu, kehadiran traktor roda dua dan pompa air di tengah petani harus mampu memberikan dampak nyata terhadap aktivitas pertanian.

Bantuan tersebut diharapkan mempercepat proses mekanisasi pertanian sehingga pekerjaan petani menjadi lebih efektif dan produktif.

“Dengan adanya alat ini, mekanisasi di pertanian bisa lebih cepat. Kita harapkan pembangunan pertanian di Kabupaten Cianjur bisa lebih meningkat,” katanya.

Ia berharap peningkatan mekanisasi tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi petani penerima bantuan, tetapi juga ikut memperkuat sektor pertanian Cianjur agar mampu menunjang kebutuhan masyarakat di daerah sendiri maupun wilayah sekitar.

Soal BBM, Pemerintah Daerah Siapkan Penyesuaian

Mengenai kebutuhan bahan bakar untuk operasional alat pertanian, Wahyu mengatakan penggunaannya akan disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing wilayah.

Bantuan Berupa Beberapa unit Traktor dan Pompa air

“Bahan bakar ini nanti disesuaikan dengan kebutuhan. Di tempat-tempat tertentu kebutuhannya berbeda, sehingga nanti akan disesuaikan oleh pemerintah daerah,” jelasnya.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat memastikan alat pertanian yang telah diberikan benar-benar bisa beroperasi dan memberikan manfaat maksimal bagi para petani.

Abu dan Debu Karakatau Sampai Cianjur, Warga Diminta Waspada

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Cianjur juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat terkait kondisi abu dan debu yang sampai ke wilayah Kabupaten Cianjur.

Masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi, khususnya pengendara sepeda motor dan warga yang banyak melakukan aktivitas di luar ruangan, diminta menggunakan masker sebagai langkah menjaga kesehatan pernapasan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker, terutama dengan mobilitas yang tinggi, yang sering berkendara, penggunaan motor tentunya atau aktivitas di luar ruangan. Kami imbau untuk menggunakan masker agar menjaga kesehatan dalam bernapas,” pungkas Wahyu.

Duy


 

Siapa Di Balik Galian C Cimangkok?Nama Koh Beeng Di sebut,Legalitas di pertanyakan

Cianjurkini.com

SUKABUMI — Aktivitas galian C di wilayah Cimangkok, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, kembali menjadi sorotan. Kegiatan pertambangan yang disebut-sebut warga berkaitan dengan sosok Koh Beeng tersebut dipertanyakan legalitasnya dan dinilai telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Warga mempertanyakan dasar hukum aktivitas galian tersebut. Pasalnya, hingga kini masyarakat mengaku belum mendapatkan penjelasan terbuka mengenai kelengkapan perizinan maupun status legalitas kegiatan pertambangan yang berlangsung di wilayah mereka.

Aktifitas Galian C Yang di duga Ilegal Di Cimangkok

Bagi masyarakat, persoalan ini bukan sekadar tentang aktivitas penggalian tanah atau material tambang. Lebih jauh, ini menyangkut kepastian hukum, ketertiban masyarakat, dampak lingkungan, serta sejauh mana pengawasan pemerintah dan aparat penegak hukum terhadap aktivitas pertambangan.

Nama Koh Beeng disebut-sebut warga sebagai pihak yang berkaitan dengan aktivitas galian tersebut. Namun, penyebutan itu masih membutuhkan klarifikasi dan verifikasi lebih lanjut dari pihak yang bersangkutan maupun instansi berwenang.

Karena itu, pertanyaan publik kini mengarah kepada aparat penegak hukum, khususnya jajaran Tipidter Polda Jawa Barat dan Polres Sukabumi.

Warga meminta aparat tidak hanya melakukan pemeriksaan administratif dari balik meja. Mereka berharap aparat turun langsung ke lokasi, melihat aktivitas yang berlangsung, kemudian memeriksa secara menyeluruh seluruh dokumen perizinan dan kesesuaiannya dengan ketentuan yang berlaku.

Apakah kegiatan tersebut memiliki legalitas lengkap? Apakah lokasi dan aktivitas pertambangannya sesuai dengan izin yang dimiliki? Atau justru terdapat pelanggaran yang selama ini luput dari pengawasan?

Pertanyaan tersebut dinilai penting dijawab secara terbuka agar tidak berkembang menjadi spekulasi di tengah masyarakat.

Galian C Yang Di Duga Ilegal Di Cimangkok

Jika hasil pemeriksaan menyatakan kegiatan tersebut legal dan seluruh perizinannya lengkap, masyarakat tentu membutuhkan penjelasan resmi agar tidak terus dihantui dugaan.

Sebaliknya, jika ditemukan kegiatan tanpa izin atau pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku, aparat diharapkan mengambil tindakan sesuai kewenangan dan prosedur hukum.

Sebab, penegakan hukum tidak boleh bergantung pada siapa pemiliknya, siapa yang disebut berada di belakangnya, atau seberapa kuat pengaruh seseorang.

Ukuran utamanya harus sederhana: legal atau ilegal, sesuai aturan atau melanggar aturan.

Masyarakat juga tidak membutuhkan sekadar pemeriksaan formalitas di atas kertas. Yang ditunggu adalah transparansi dan tindakan nyata.

Aktivitas galian C boleh saja berjalan apabila seluruh persyaratan hukum dan perizinannya terpenuhi. Namun jika terdapat pelanggaran, hukum harus tetap ditegakkan tanpa pandang bulu.

Kini publik menunggu jawaban atas satu pertanyaan utama:

Galian C di Cimangkok yang disebut-sebut berkaitan dengan Koh Beeng itu sebenarnya legal atau ilegal?

Hingga berita ini ditulis, status legalitas kegiatan tersebut masih memerlukan verifikasi dari instansi terkait. CianjurKini.com membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Koh Beeng, pengelola kegiatan, pemilik lahan, maupun instansi pemerintah dan aparat penegak hukum terkait untuk memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik.

Gerbong PJU Polres Cianjur Di Rombak Besar-Besaran,Kasatreskrim Hingga Kabagops Berganti

Cianjurkini.com

Gerbong pejabat utama (PJU) Polres Cianjur kembali bergerak. Sejumlah posisi strategis di lingkungan Polres Cianjur mengalami rotasi dan mutasi, mulai dari Kasatreskrim, Kasatlantas, Kasatresnarkoba hingga Kabagops.

Perubahan tersebut berdasarkan Surat Telegram Kapolda Jawa Barat Nomor: ST/1057/VIII/KEP./2026 tertanggal 22 Agustus 2026.

Rotasi ini membuat komposisi sejumlah jabatan penting di tubuh Polres Cianjur berubah. Sejumlah perwira dari luar Cianjur masuk mengisi posisi strategis, sementara beberapa pejabat sebelumnya mendapatkan penugasan baru.

Jajaran Polres Cianjur Sedang Melaksanakan Apel

LIMA PERWIRA MASUK, KURSI STRATEGIS BERGANTI

Di Satuan Lalu Lintas, AKP Didit Permadi, yang sebelumnya menjabat Kasatlantas Polres Tasikmalaya, kini dipercaya sebagai Kasatlantas Polres Cianjur.

Ia menggantikan AKP Aang Andi Suhandi, yang mendapat tugas baru sebagai Kanit 8 Satuan PJR Ditlantas Polda Jabar.

Perubahan juga terjadi di Satuan Reserse Kriminal. AKP Bagus Panuntun, sebelumnya Panit 1 Unit 1 Subdit 2 Ditressiber Polda Jabar, diangkat sebagai Kasatreskrim Polres Cianjur.

Bagus menggantikan AKP Fajri Ameli Putra, yang selanjutnya menjabat Kasatreskrim Polres Sumedang.

Sementara itu, posisi Kasatresnarkoba Polres Cianjur kini dipercayakan kepada AKP Iwan Hendi Sutisna, yang sebelumnya menjabat Kasatnarkoba Polres Sukabumi.

Ia menggantikan AKP Tatang Sunarya, yang mendapat jabatan baru sebagai Kanit 3 Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Jabar.

Di jajaran kewilayahan, AKP Sujana Awin Umar, sebelumnya Kasubbagbinops Bagops Polres Sukabumi Kota, diangkat sebagai Kapolsek Cugenang Polres Cianjur.

Ia menggantikan Kompol Usep Nurdin, yang mendapat jabatan baru sebagai Kapolsek Cikole Polres Sukabumi Kota.

Sedangkan kursi Kabagops Polres Cianjur kini diisi Kompol Aca Nana Suryadi, sebelumnya Kabagops Polresta Bogor Kota.

Ia menggantikan Kompol Iwan Setiawan, yang selanjutnya menjabat Kabagops Polres Majalengka.

DELAPAN PERWIRA KELUAR DARI POLRES CIANJUR

Mutasi juga membuat sejumlah pejabat Polres Cianjur meninggalkan jabatan dan wilayah tugasnya.

Di antaranya AKP Aang Andi Suhandi dari Kasatlantas Polres Cianjur menjadi Kanit 8 Sat Ditlantas Polda Jabar.

Kemudian Ipda Aryanto, sebelumnya Kanitregident Satlantas Polres Cianjur, dimutasi sebagai Pama Polresta Cirebon.

AKP Fajri Ameli Putra bergeser dari Kasatreskrim Polres Cianjur menjadi Kasatreskrim Polres Sumedang.

AKP Tatang Sunarya dari Kasatnarkoba Polres Cianjur menjadi Kanit 3 Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Jabar.

Selanjutnya Kompol Usep Nurdin dari Kapolsek Cugenang menjadi Kapolsek Cikole Polres Sukabumi Kota.

Kompol Iwan Setiawan dari Kabagops Polres Cianjur menjadi Kabagops Polres Majalengka.

Ipda Chandra Pranajaya, sebelumnya Pamapta 3 SPKT Polres Cianjur, dimutasi sebagai Pama Polres Sukabumi.

Sementara AKP Akhmad Tri Lesmana, sebelumnya Kapolsek Sukaluyu, diangkat sebagai Kasubbagbinops Bagops Polres Bogor.

GERBONG INTERNAL JUGA BERGERAK

Tak hanya perwira yang masuk dan keluar, sejumlah jabatan di internal Polres Cianjur turut mengalami pergeseran.

Ipda Ahmad Prio Gunawan, sebelumnya Kanitgakkum Satlantas Polres Cianjur, kini menjadi Pama Polres Cianjur.

AKP Isep Sukana bergeser dari Kapolsek Cilaku menjadi Kasubbagdalops Bagops Polres Cianjur.

Posisi Kapolsek Cilaku kemudian dipercayakan kepada AKP Arip Titim Firmanto, yang sebelumnya menjabat Kapolsek Cikalongkulon.

Selanjutnya Iptu Ayi Supriyatna, sebelumnya Kapolsek Naringgul, diangkat sebagai Kapolsek Cikalongkulon.

Jabatan Kapolsek Naringgul kemudian dipercayakan kepada AKP Imam Subandi, yang sebelumnya menjabat Kanitsamapta Polsek Cilaku.

Kemudian Iptu R Kurniawan Gumelar, sebelumnya Kanitreskrim Polsek Takokak, diangkat sebagai Kapolsek Sukanagara.

Sedangkan Iptu Mulyadi, sebelumnya Kaurbinopsnal Satbinmas Polres Cianjur, dipercaya menjabat Kapolsek Sukaluyu.

WAJAH BARU, TANTANGAN BARU

Rotasi ini membuat peta kekuatan jajaran Polres Cianjur mengalami perubahan cukup signifikan.

Empat posisi strategis—Kasatreskrim, Kasatlantas, Kasatresnarkoba dan Kabagops—kini diisi pejabat baru. Bersamaan dengan itu, sejumlah kursi Kapolsek juga mengalami pergantian.

Mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi serta penyegaran personel di tubuh Polri. Namun bagi masyarakat Cianjur, pergantian pejabat tentu akan menjadi perhatian, khususnya bagaimana pejabat baru menghadapi berbagai persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Gerbong sudah bergerak. Kursi sudah berganti. Kini masyarakat Cianjur menunggu gebrakan para pejabat baru.

Apakah rotasi ini akan membawa warna baru bagi pelayanan kepolisian, penanganan kriminalitas, pemberantasan narkoba, hingga pengaturan lalu lintas di Kabupaten Cianjur?

Publik menunggu jawabannya di lapangan.

Pramuka SMP Plus & SMK Assuyuthiyyah Cianjur Ikut Kemah Nasional PUI,40 Peserta Turut Meriahkan Selabintana

SUKABUMI, Cianjurkini.com

Semangat generasi muda Cianjur turut mewarnai Kemah Nasional Persatuan Umat Islam (PUI) yang digelar di kawasan Selabintana, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, 2–4 September 2026.

Dari sekitar 12 sekolah asal Cianjur yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, Pramuka SMP Plus dan SMK Assuyuthiyyah Cianjur menjadi salah satu sekolah yang mengirimkan peserta.

Sebanyak 40 peserta dikirim Yayasan Assuyuthiyyah untuk mengikuti rangkaian Kemah Nasional PUI. Mereka terdiri dari peserta tingkat SMP dan SMK yang mengikuti berbagai agenda kegiatan selama perkemahan.

Guru pendamping sekaligus Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMP Plus, Arya Nurhanwari, mengatakan Kemah Nasional PUI kali ini memiliki cakupan peserta dari sejumlah provinsi, meskipun mayoritas peserta berasal dari Jawa Barat.

“Kegiatan ini sebetulnya lingkupnya nasional. Ada beberapa provinsi, tetapi kebanyakan memang Jawa Barat untuk pesertanya,” ujar Arya saat ditemui di lokasi kegiatan.

Tenda Regu Macan SMP Plus Assuyuthiyyah Cianjur

40 PESERTA ASYUTHIYYAH TURUT AMBIL BAGIAN

Menurut Arya, dari Yayasan Assuyuthiyyah terdapat 40 peserta yang mengikuti kegiatan.

“Kita mengirimkan 40 orang, terdiri dari SMP 20 dan SMK 20, putra-putri,” jelasnya.

Kemah Nasional PUI dimulai pada Rabu (2/9/2026) dan dijadwalkan berakhir Jumat (4/9/2026).

Memasuki hari kedua, para peserta mengikuti Apel Kebangsaan yang dihadiri langsung Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Setelah apel, kegiatan peserta dilanjutkan dengan berbagai agenda dan rotasi kegiatan kelompok.

“Alhamdulillah hari ini hari kedua dan bertepatan dengan apel akbar yang akan dihadiri Bapak Kapolri. Setelah itu kegiatan dilanjut sore dengan rotasi kegiatan kelompok,” kata Arya.

Rangkaian kegiatan dijadwalkan ditutup pada Jumat pagi. Setelah penutupan, rombongan dari Asyuthiyyah Cianjur direncanakan langsung bertolak menuju sekolah.

“Insyaallah jam 10 sudah berangkat ke sekolah. Sebelum Jumat kita sudah sampai di sekolah,” ujarnya.

BUKAN SEKADAR KEMAH, TAPI MEMPERKUAT UKHUWAH

Bagi Arya, keistimewaan Kemah Nasional PUI bukan hanya terletak pada skala kegiatannya yang kini bersifat nasional.

Peserta Kemah Nasional PUI Foto Bersama Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo

Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan silaturahmi antarpeserta dari berbagai daerah.

“Yang paling istimewa sebetulnya tujuannya ukhuwah Islamiyah. Mempererat silaturahmi antar-kabupaten, termasuk antarprovinsi,” ungkapnya.

Ia berharap para siswa Assuyuthiyyah memperoleh pengalaman baru selama mengikuti kegiatan.

Menurutnya, para peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman melalui kegiatan kepramukaan, tetapi juga kesempatan memperluas pertemanan dengan peserta dari berbagai wilayah.

“Mudah-mudahan anak-anak kami di Assyuthiyyah mendapatkan banyak pengalaman. Mereka juga di sini bisa mencari teman banyak dan mengambil pengalaman dari kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan,” tuturnya.

Arya menilai pengalaman tersebut berbeda dengan kegiatan yang biasa dilakukan para siswa di lingkungan sekolah.

BERHARAP CIANJUR JADI TUAN RUMAH KEMAH NASIONAL PUI

Menariknya, pihak Assuyuthiyyah juga berharap kegiatan Kemah Nasional PUI pada tahun mendatang dapat digelar di Kabupaten Cianjur.

Keinginan tersebut bukan tanpa alasan.

Menurut Arya, Cianjur memiliki potensi lokasi perkemahan yang layak untuk menjadi tempat pelaksanaan kegiatan berskala nasional.

“Kami berkeinginan bahwa Kemah PUI ini bisa dilaksanakan di Cianjur,” ujarnya.

Dengan menjadi tuan rumah, menurutnya, peserta dari luar daerah bahkan luar provinsi dapat lebih mengenal Cianjur beserta potensi yang dimilikinya.

“Kami berkeinginan seperti itu supaya lingkungan luar, termasuk luar provinsi dan luar kabupaten, bisa tahu Cianjur itu seperti apa,” katanya.

Ia berharap PUI Pusat dapat memberikan kepercayaan kepada Cianjur untuk menjadi tuan rumah pada penyelenggaraan berikutnya.

“Cianjur sebetulnya punya bumi perkemahan. Mudah-mudahan Cianjur bisa diberikan kepercayaan oleh PUI Pusat untuk melaksanakan Kemah Nasional ini,” harap Arya.

JAGA KESEHATAN, IKUTI KEGIATAN SAMPAI SELESAI

Sebagai pembina pendamping, Arya berharap seluruh peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan kondisi sehat.

“Yang paling penting anak-anak bisa ikut kegiatan terus dan diberikan kesehatan sehingga bisa mengikuti kegiatan penuh,” pungkasnya.

Arya sendiri hadir dalam Kemah Nasional PUI sebagai Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMP Plus HUT sekaligus menjalankan amanah yayasan sebagai bina damping peserta putra.

Kemah Nasional PUI di Selabintana menjadi momentum penting bagi pelajar Cianjur untuk memperluas pengalaman, membangun persaudaraan, memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus menanamkan nilai-nilai kepramukaan dan kebangsaan.

Bagi Cianjur, partisipasi 12 sekolah dalam kegiatan nasional tersebut juga menjadi sinyal bahwa semangat generasi muda Cianjur untuk berorganisasi, bersilaturahmi dan mengembangkan karakter terus tumbuh.

Ngerayap Bareng Polres Cianjur Salurkan 8000 Liter Air Bersih Ke Warga Terdampak Kekeringan

Cianjurkini.com

Polres Cianjur bersama Ngerayap Community salurkan bantuan 8.000 liter air bersih ke Desa Cimanggu Kecamatan Cibeber. Pasalnya kemarau membuat warga di desa tersebut mengalami kekeringan dan kesulitan air bersih.

Kapolsek Cibeber Kompol Tio, menyebut jika bantuan air bersih tersebut disalurkan usai salah seorang warga melapor ke layanan 110 Polres Cianjur.

“Begitu mendapatkan informasi dari warga yang membutuhkan air, kami langsung bergerak bersama Ngerayap Community untuk memberikan bantuan,” kata dia, Kamis (3/9/2026).

Menurut dia, total ada 8.000 liter air bersih yang dibagikan pada warga. “Kami terjunkan satu unik truk tangki untuk memberikan bantuan air bagi warga yang mengalami kekeringan,” kata dia.

Dia mengatakan bantuan air bersih akan terus disalurkan kepada warga yang membutuhkan.

“Silakan untuk yang membutuhkan bantuan air bersih dapat menghubungi layanan 110,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Umum Ngerayap Community Indonesia H Aris Mulkan, mengatakan bantuan air bersih kali ini merupakan kolaborasi bersama Polres Cianjur.

“Alhamdulillah hari ini kami dari Ngerayap Community bersama Polres dapet menyalurkan bantuan air bersih, membantu warga yang mengalami kekeringan akibat kemarau,” kata dia.

Menurut dia, bantuan akan terus diberikan jika warga masih tetap mengalami kekeringan.

“Tidak hanya di Cimanggu, kami akan berikan bantuan ke lokasi lain yang juga mengalami kekeringan,” kata dia.

Kapolri Hadiri Kemah Nasional PUI Di Selabintana,4.500 Pelajar Dapat Pesan Tegas:Jangan Terjerat Judol Dan Pinjol

SUKABUMI,Cianjurkini.com

Kehadiran Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di tengah ribuan pelajar menjadi salah satu momen penting dalam pelaksanaan Kemah Nasional Persatuan Umat Islam (PUI) di kawasan Selabintana, Kabupaten Sukabumi, Kamis (3/9/2026).

Sekitar 4.500 pelajar tingkat SMP dan SMA dari sejumlah wilayah mengikuti kegiatan tersebut. Selain Kapolri, kegiatan juga dihadiri Kapolda Jawa Barat, Kapolres Sukabumi, Wali Kota Sukabumi dan Bupati Sukabumi.

Kehadiran langsung Kapolri memberikan perhatian tersendiri bagi para peserta. Di hadapan anggota Pramuka dan generasi muda, Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan sejumlah pesan mengenai pentingnya membangun karakter sekaligus menghadapi tantangan generasi muda di tengah perkembangan teknologi digital.

Salah satu pesan yang disampaikan Kapolri berkaitan dengan penggunaan gadget.

Ia mengingatkan para pelajar agar tidak menggunakan gadget secara berlebihan sehingga justru terseret pada berbagai tren negatif yang dapat merugikan diri sendiri maupun masa depan mereka.

Peserta Kemah Nasional PUI Foto Bersama Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo Di Selabintana Sukabumi

Kapolri secara khusus mengingatkan generasi muda agar tidak terjerumus dalam judi online (judol) maupun pinjaman online (pinjol).

Pesan tersebut menjadi perhatian penting dalam kegiatan yang diikuti ribuan pelajar itu, mengingat perangkat digital kini menjadi bagian dari keseharian generasi muda.

Menurut Kapolri, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan generasi muda untuk mengendalikan diri dan memilih aktivitas yang memberikan manfaat.

Kapolri Apresiasi Ribuan Pelajar Ikut Pramuka

Tidak hanya memberikan peringatan, Kapolri juga menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang telah aktif mengikuti Kemah Nasional PUI.

Ia menilai keterlibatan para pelajar dalam kegiatan Pramuka memiliki nilai penting dalam proses pembentukan karakter.

“Saya sangat mengapresiasi kepada para adik-adik Pramuka yang mau ikut aktif dalam kegiatan ini, membangun karakter kebangsaan, membangun jiwa gotong royong, persatuan dan juga keterampilan yang tentunya dibutuhkan oleh mereka untuk jadi generasi muda penerus bangsa.”

Kapolri menilai nilai-nilai tersebut penting bagi generasi muda sebagai bekal untuk menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.

Kegiatan Pramuka, menurut pesan yang disampaikannya, tidak hanya menjadi aktivitas di luar sekolah, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan kebersamaan, persatuan dan keterampilan.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah menjadi anggota Pramuka.

“Saya juga mantan anggota Pramuka,” kata Listyo Sigit.

Pernyataan itu disampaikannya saat memberikan apresiasi terhadap antusiasme para peserta yang mengikuti kegiatan Kemah Nasional PUI.

Kapolri Ungkap Kolaborasi dengan Keluarga Besar PUI

Dalam sambutannya, Kapolri juga menyinggung hubungan yang telah terjalin antara dirinya dengan keluarga besar Persatuan Umat Islam.

Menurutnya, kerja sama dan kolaborasi dengan PUI telah berlangsung cukup lama dalam berbagai kegiatan.

“Kami dengan keluarga besar PUI sudah berkolaborasi cukup lama. Dalam berbagai event kami juga terus mendorong Persatuan Umat Islam,” ujarnya.

Kapolri kemudian menyinggung keberadaan PUI sebagai organisasi kemasyarakatan yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Ia menyebut PUI telah berdiri jauh sebelum Indonesia merdeka dan sejumlah tokohnya memiliki kontribusi dalam perjalanan sejarah bangsa.

Dalam sambutannya, Kapolri juga menyebut adanya tiga tokoh PUI yang menurutnya ikut berperan dalam proses lahirnya UUD 1945.

“Persatuan Umat Islam selaku ormas yang sudah lama berdiri, jauh dari sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, bahkan tiga tokoh PUI yang ikut melahirkan UUD 45. Tentunya ini adalah tokoh nasional yang lahir dari PUI.”

Pernyataan mengenai kontribusi tokoh-tokoh PUI tersebut disampaikan Kapolri dalam konteks pentingnya peran organisasi kemasyarakatan dalam perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Berharap PUI Terus Jaga Bangsa di Tengah Keberagaman

Lebih lanjut, Kapolri berharap PUI dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi bagi bangsa Indonesia.

Menurutnya, keberadaan berbagai organisasi kemasyarakatan merupakan bagian dari keberagaman kehidupan masyarakat Indonesia.

Ia berharap PUI dapat terus menjalankan peran positif dan ikut menjaga persatuan bangsa.

“Harapan saya ke depan, semoga PUI bisa jadi ormas yang terus hidup menjaga bangsa di tengah keberagaman ormas lain. Banyak juga tokoh PUI yang mempunyai peran untuk bangsa ini,” pungkasnya.

Kemah Nasional Jadi Ruang Pembentukan Karakter Generasi Muda

Kemah Nasional PUI di Selabintana mempertemukan ribuan pelajar dari tingkat SMP dan SMA dalam satu kegiatan yang sarat dengan aktivitas kebersamaan dan kepramukaan.

Pesan Kapolri kepada para peserta menyoroti dua hal utama, yakni pentingnya pembentukan karakter melalui kegiatan Pramuka serta kemampuan generasi muda dalam menghadapi perkembangan teknologi.

Di hadapan sekitar 4.500 pelajar, Kapolri mendorong agar generasi muda tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter kebangsaan, semangat gotong royong, rasa persatuan dan keterampilan.

Kemah Nasional PUI 2026 Di Sukabumi

Pada saat yang sama, generasi muda diingatkan agar perkembangan teknologi tidak digunakan secara berlebihan dan tidak menjadi pintu masuk menuju aktivitas digital yang merugikan.

Kehadiran Kapolri bersama jajaran kepolisian dan kepala daerah di kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Kemah Nasional PUI yang mempertemukan ribuan pelajar dalam suasana kebersamaan di Selabintana, Sukabumi.

Dari kegiatan tersebut, pesan yang disampaikan kepada generasi muda cukup jelas: gunakan teknologi secara bijak, bangun karakter, perkuat persatuan dan siapkan diri menjadi generasi penerus bangsa.

Duy

Lahan Terbakar Di Cianjur,Api Mengarah Ke Permukiman:Warga Mulai Panik,Penyebab Masih Misterius,15 Hektare Lahan Terbakar

CIANJURKINI.COM

Kobaran api melahap lahan kosong di Kampung Kebon Manggu, Desa Ciharashas, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Rabu (2/9/2026).

Sedikitnya 15 hektare lahan terbakar. Situasi semakin mengkhawatirkan lantaran kobaran api mulai mendekati permukiman warga.

Hembusan angin kencang membuat api sulit dikendalikan. Di sejumlah titik, kobaran memang mulai mereda, tetapi bara api di bagian tengah lahan masih menyala dan berpotensi kembali membesar.

Laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 13.20 WIB.

Damkar Cianjur langsung bergerak dengan mengerahkan sedikitnya dua unit mobil pemadam. Penanganan turut dibantu unsur Perkimtan, BPBD, dan kepolisian.

API MENDEKAT, WARGA MULAI WAS-WAS

Kepala Unit Damkar Cianjur, Zaenal Abidin, menyebut area keseluruhan yang berada di sekitar lokasi diperkirakan mencapai 24 hektare. Sementara lahan yang terbakar berdasarkan informasi sementara sekitar 15 hektare.

“Perkiraan ada sekitar 24 hektare, cuma yang terbakar menurut informasi sementara 15 hektare. Lahan yang terbakar ini berdekatan dengan permukiman warga,” ujar Zaenal.

Kondisi angin menjadi tantangan tersendiri bagi petugas.

“Saat pemadaman karena angin cukup kencang sekali. Untuk sementara ini titik-titik api yang di pinggir jalan sudah mulai mereda, cuma yang di tengah masih ada bara api yang cukup besar,” jelasnya.

Petugas kemudian memprioritaskan titik api yang paling dekat dengan rumah warga.

Bukan tanpa alasan. Jika api kembali membesar dan terbawa angin, kobaran berpotensi merembet ke permukiman.

ASAP MASUK RUMAH, WARGA KELUHKAN SESAK

Kebakaran bukan hanya mengancam rumah warga. Kepulan asap juga mulai menyelimuti lingkungan sekitar.

Safitri (37), warga setempat, mengatakan arah pergerakan api berubah setelah tertiup angin.

“Apinya dari sana, dari lapang terus maju ke sini, ke rumah, terus maju lagi ke sana,” ungkapnya.

Asap tebal juga mulai mengganggu warga, terutama anak-anak dan mereka yang sedang mengalami gangguan kesehatan pernapasan.

“Banyak asapnya ke anak, ke orang-orang yang lagi sakit, makin jadi sesak, ke pernapasan,” katanya.

Kekhawatiran Safitri semakin besar karena lokasi tempatnya berjualan berada tidak jauh dari area yang terbakar.

Ia khawatir api tiba-tiba kembali membesar dan merambat menuju kawasan tempat warga beraktivitas.

15 HEKTARE TERBAKAR, APA PEMICUNYA?

Di tengah luasnya lahan yang terbakar, masih ada satu persoalan yang belum terjawab: dari mana api pertama kali muncul?

Hingga berita ini ditulis, penyebab kebakaran belum diketahui.

Damkar bersama kepolisian masih melakukan penelusuran untuk mengetahui titik awal serta penyebab munculnya api.

Fakta bahwa kebakaran terjadi di lahan yang cukup luas dan berada dekat permukiman tentu menjadi perhatian. Terlebih, kondisi angin membuat potensi penyebaran api semakin sulit diprediksi.

Namun, penyebab kebakaran tidak bisa disimpulkan sebelum adanya hasil pemeriksaan dan penyelidikan dari pihak berwenang.

PETUGAS MASIH BERJIBAKU

Hingga Rabu sore, petugas masih berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik.

Fokus utama bukan hanya mematikan kobaran, tetapi juga memastikan bara yang tersisa tidak kembali menyala dan merambat ke permukiman.

Sampai proses penanganan berlangsung, tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka.

Meski demikian, kewaspadaan warga masih diperlukan selama bara api di bagian tengah lahan belum sepenuhnya padam.

Kini publik menunggu satu jawaban penting: apa sebenarnya yang memicu kebakaran lahan seluas belasan hektare tersebut?

Duy

KDM Sentil Pemerintah:Relawan Gunung Gede Jangan Di Biarkan Berjuang Sendirian

CIANJURKINI.COM

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM menyoroti minimnya dukungan terhadap para relawan yang berjibaku menangani kebakaran di kawasan Gunung Gede Pangrango.

Hal itu disampaikan KDM saat bertemu ratusan relawan di Area Wisata Pangsalatan, Desa Cimacan, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Rabu (2/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut terungkap bagaimana para relawan harus meninggalkan pekerjaan dan penghasilan sehari-hari untuk membantu memadamkan serta memantau kebakaran di kawasan gunung.

KDM menegaskan, perjuangan para relawan tidak semestinya hanya dilihat dari seberapa kuat masyarakat bekerja secara sukarela. Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk hadir dan memastikan kebutuhan para relawan terpenuhi.

“Ini bukan hanya urusan seberapa kuat masyarakat bekerja. Ini urusan negara. Pemerintah provinsi harus hadir,” tegas KDM.

Relawan Kehilangan Penghasilan

Dalam dialog tersebut, sejumlah relawan menceritakan pengalaman mereka saat berada di lapangan.

Mereka harus meninggalkan pekerjaan selama berhari-hari untuk membantu penanganan kebakaran. Kondisi tersebut membuat para relawan kehilangan penghasilan yang biasanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Di tengah keterbatasan tersebut, kebutuhan makan dan minum sebagian dibantu oleh masyarakat.

Persoalan lain yang mencuat adalah akses air yang cukup jauh dari lokasi kebakaran. Dalam dialog disebutkan sumber air berjarak sekitar tiga kilometer sehingga menyulitkan proses pemadaman.

Para relawan juga menceritakan penanganan awal api yang dilakukan secara manual menggunakan peralatan yang tersedia. Mereka membuat sekat atau jalur untuk menghambat pergerakan api agar tidak semakin meluas.

Kondisi tersebut menjadi perhatian KDM. Ia meminta agar ke depan kawasan yang rawan kebakaran memiliki kesiapan yang lebih baik, termasuk tempat penyimpanan peralatan, sumber air dan sarana pendukung pemadaman.

Abi Ramzi: Kedatangan KDM untuk Beri Apresiasi

Wakil Bupati Cianjur
Abi Ramzi

Wakil Bupati Cianjur Abi Ramzi yang mendampingi KDM mengatakan, kedatangan gubernur ke Desa Cimacan salah satunya untuk bertemu langsung dengan para relawan yang telah bekerja keras selama penanganan kebakaran.

Pertemuan itu sekaligus menjadi ajang komunikasi, silaturahmi dan pemberian apresiasi kepada para relawan.

“Tujuan kedatangan Pak Gubernur ke Desa Cimacan untuk bertemu dengan para relawan yang telah bekerja keras. Sekaligus komunikasi, silaturahmi, dan memberikan apresiasi, reward atau bantuan,” ujar Abi Ramzi.

Menurut Abi, sebagian relawan tersebut sehari-hari juga bekerja sebagai porter yang membantu para wisatawan atau pendaki menuju kawasan Gunung Gede.

Karena itu, ia menilai para porter memiliki posisi strategis untuk ikut menjaga kelestarian kawasan gunung.

Mereka diharapkan tidak hanya membantu pendaki secara teknis, tetapi juga berani mengingatkan wisatawan agar tidak membuang sampah.

“Teman-teman ini juga sehari-hari menjadi porter, membantu wisatawan yang naik gunung. Mereka harus tegas mengingatkan wisatawan untuk tidak membuang sampah, terutama di kawasan Suryakencana,” katanya.

KDM Soroti Sampah hingga Kebun Sayur di Gunung

Persoalan sampah menjadi salah satu sorotan utama KDM.

Ia meminta siapa pun yang naik gunung membawa kembali seluruh sampah yang dibawa dari bawah. Menurutnya, menjaga gunung tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas maupun relawan.

KDM juga menyoroti aktivitas ilegal serta kegiatan komersial yang dinilai tidak semestinya berada di kawasan gunung.

Selain itu, ia mengkritik perubahan fungsi lahan di kawasan lereng menjadi kebun sayuran.

Menurut KDM, gunung tidak semestinya diperlakukan seperti lahan pertanian biasa. Pengelolaan ruang harus diperbaiki karena aktivitas budidaya di kawasan lereng berpotensi meningkatkan persoalan lingkungan, termasuk longsor dan banjir.

Ia juga mengaitkan Gunung Gede dengan sejarah dan budaya Sunda. Menurut KDM, kecintaan terhadap sosok dan nilai-nilai Prabu Siliwangi semestinya diwujudkan dengan menjaga alam, bukan sekadar menjadikannya simbol.

Abi Ramzi: Semangat Menikmati Alam Harus Sama dengan Menjaga

Abi Ramzi menyatakan pemerintah memahami tingginya minat masyarakat untuk menikmati keindahan alam Gunung Gede.

Namun, kecintaan tersebut harus dibarengi kesadaran menjaga lingkungan.

“Kalau kita cinta alam, kita suka naik gunung, idealnya memang benar-benar dijaga,” ujar Abi.

Ia mengatakan persoalan pendakian yang melampaui kapasitas kawasan juga perlu menjadi perhatian. Masyarakat memang memiliki hak untuk menikmati alam, tetapi harus mengikuti aturan dan menjaga daya dukung lingkungan.

“Semangat menikmati alam harus sama dengan semangat menjaga alam,” katanya.

Pemerintah Diminta Tidak Datang Setelah Bencana

Pertemuan KDM dan para relawan di Pangsalatan pada akhirnya tidak hanya menjadi seremoni pemberian penghargaan.

Dialog tersebut membuka persoalan yang selama ini dihadapi relawan di lapangan: kehilangan penghasilan, keterbatasan logistik, akses air yang sulit hingga kebutuhan peralatan pemadaman.

Pesan KDM pun jelas, penanganan bencana tidak boleh hanya mengandalkan keberanian dan pengorbanan masyarakat.

Relawan memang berada di garis depan ketika api muncul. Namun, dukungan pemerintah harus hadir sejak kesiapsiagaan, penanganan hingga pemulihan kawasan.

Abi Ramzi memastikan persoalan lingkungan dan aktivitas wisata di kawasan Gunung Gede akan menjadi bahan pembahasan lebih lanjut.

Sementara bagi para relawan, apresiasi yang diberikan KDM menjadi bentuk penghargaan atas kerja mereka. Namun, yang lebih penting adalah memastikan ke depan mereka tidak kembali harus berjuang dengan keterbatasan ketika bencana serupa terjadi.

Duy

Galian C 24 Jam Longsor Di Sukamaju!Alat Berat Tertimpa,Ekosistem Dan Izin Kini Di Pertanyakan

CIANJURKINI.COM

Bukan Sekadar Beko Rusak! Longsor Jadi Alarm Keras: Siapa Mengawasi, Siapa Bertanggung Jawab?

Aktivitas Galian C di Kampung Jajawai RT 03/06, Desa Sukamaju, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, mendadak menjadi sorotan setelah material tanah dan batuan longsor pada Senin malam, 1 September 2026 sekitar pukul 22.00 WIB.

Material longsoran dilaporkan menimpa alat berat yang berada di lokasi hingga menyebabkan bagian kabin mengalami kerusakan.

Beruntung, tidak ada korban jiwa.

Namun, jangan berhenti pada kabar “tidak ada korban”.

Sebab, peristiwa tersebut justru memunculkan pertanyaan serius mengenai keselamatan kerja, kelestarian ekosistem, tata kelola pertambangan, hingga kepastian legalitas aktivitas Galian C tersebut.

DISEBUT BEROPERASI 24 JAM, SIAPA YANG MENGAWASI?

Menurut informasi warga, aktivitas Galian C tersebut disebut berlangsung sekitar tiga bulan dan bahkan diduga beroperasi hingga 24 jam.

Jika benar aktivitas berlangsung sepanjang waktu, pertanyaannya sederhana namun sangat penting:

Apakah pengawasan keselamatan dilakukan secara maksimal?

Bagaimana kondisi lereng setelah pengerukan? Bagaimana sistem pengendalian air? Apakah terdapat langkah mitigasi terhadap potensi longsor? Dan yang tak kalah penting, apakah kegiatan tersebut berjalan sesuai dengan dokumen serta ketentuan perizinan yang berlaku?

Sampai saat ini, warga mengaku tidak mengetahui secara pasti status perizinan kegiatan tersebut.

Artinya, publik membutuhkan kepastian, bukan asumsi.

LONGSOR ADALAH ALARM BAGI EKOSISTEM

Galian C memang memiliki nilai ekonomi karena menghasilkan material yang dibutuhkan untuk pembangunan.

Tetapi ketika aktivitas pengerukan mengubah kontur tanah, persoalan lingkungan tidak boleh ditempatkan sebagai urusan nomor dua.

Kerusakan lereng, perubahan aliran air, erosi dan sedimentasi merupakan sejumlah aspek yang perlu diperhatikan dalam kegiatan penggalian.

Karena itu, insiden longsor di Sukamaju semestinya menjadi momentum bagi instansi terkait untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh, bukan hanya memastikan alat berat yang rusak diperbaiki.

LAHAN DISEBUT MILIK H. IDAM, PENGELOLA BELUM JELAS

Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebut lahan tersebut diketahui milik H. Idam.

Sementara siapa pihak yang mengelola atau menggarap kegiatan Galian C, warga mengaku tidak mengetahuinya secara pasti.

“Setahu saya lahannya milik H. Idam dan kurang lebih baru berjalan tiga bulan ini. Mengenai siapa yang garap saya tidak tahu. Yang saya tahu sebagai penanggung jawab di lapangan bernama Pak Sukisman.”

Keterangan tersebut tentu masih membutuhkan klarifikasi dari pihak-pihak terkait.

Apalagi setelah terjadi longsor, publik berhak mengetahui siapa yang memiliki kewenangan dan tanggung jawab atas aktivitas tersebut.

SETELAH LONGSOR, OPERASI DIHENTIKAN

Pasca kejadian, aktivitas Galian C dilaporkan sementara dihentikan.

Penghentian ini semestinya tidak hanya menjadi jeda sebelum alat kembali beroperasi.

Inilah saatnya pemerintah melakukan audit lapangan.

Periksa legalitasnya.

Periksa aspek lingkungan.

Periksa keselamatan kerjanya.

Periksa kesesuaian lokasi dan aktivitasnya.

Dan pastikan apakah kegiatan tersebut benar-benar berjalan sesuai ketentuan.

Jika seluruh persyaratan terpenuhi, masyarakat tentu berhak mendapatkan penjelasan yang terang.

Namun apabila ditemukan persoalan dalam perizinan maupun pelaksanaan di lapangan, pengawasan dan penindakan harus berjalan sesuai aturan.

JANGAN TUNGGU KORBAN JATUH!

Insiden di Sukamaju seharusnya menjadi peringatan keras.

Sebab ukuran keberhasilan pengawasan bukan ketika pemerintah datang setelah longsor terjadi.

Pengawasan yang baik adalah ketika potensi bencana bisa dicegah sebelum memakan korban.

Hari ini yang tertimpa material adalah alat berat.

Pertanyaannya:

Bagaimana jika besok yang berada di bawah longsoran bukan beko, tetapi manusia?

Dan bagaimana jika aktivitas pengerukan yang hari ini dianggap sebagai kegiatan ekonomi justru meninggalkan persoalan ekologis bagi masyarakat di kemudian hari?

Karena itu, publik kini menunggu jawaban dari instansi berwenang:

APAKAH GALIAN C SUKAMAJU INI BERIZIN?

APAKAH KEGIATANNYA SESUAI DENGAN KETENTUAN LINGKUNGAN?

DAN SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB ATAS KESELAMATAN SERTA DAMPAK LINGKUNGANNYA?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut bukan untuk menghakimi, melainkan untuk memastikan bahwa aktivitas ekonomi tidak mengorbankan keselamatan warga dan kelestarian lingkungan.

Cianjurkini.com akan terus mengawal persoalan Galian C Sukamaju dan menunggu klarifikasi resmi dari pihak pengelola maupun instansi berwenang terkait status perizinan, pengelolaan, serta aspek lingkungan di lokasi tersebut.