KUBURAN SUDAH DI GALI,KORBAN KEMUDIAN DI HABISI!Kapolres Cianjur Bongkar Rencana Keji AS

CIANJURKINI.COM

Bukan sekadar emosi sesaat. Kasus pembunuhan berencana yang diungkap Polres Cianjur menguak fakta mengejutkan. Sebelum korban kehilangan nyawa, tersangka AS diduga sudah mempersiapkan lokasi yang akan digunakan untuk menguburkan korban.

Fakta mengejutkan itu disampaikan Kapolres Cianjur Alexander Yurikho Hadi dalam pers rilis, Rabu (2/9/2026).

Kapolres mengungkap, sehari sebelum pembunuhan terjadi, tersangka diduga menyuruh dua orang menggali tanah di sekitar tempat kejadian perkara dengan ukuran kurang lebih 1 x 2 meter.

Kepada kedua orang tersebut, tersangka memberikan alasan tertentu terkait penggalian tanah. Namun polisi kemudian menemukan fakta bahwa lokasi tersebut diduga dipersiapkan untuk menjadi tempat penguburan korban.

“Jadi tersangka ini merencanakan dengan cara menyuruh orang menggali yang akan dijadikan kuburan korban,” ungkap Alexander.

Kepala Korban Dihantam Berkali-kali

Rencana tersebut kemudian diduga berujung pada aksi pembunuhan pada Minggu, 28 Agustus 2026 sekitar pukul 07.00 WIB.

Kapolres menyebut korban IM mengalami kekerasan serius. Berdasarkan hasil visum, terdapat benturan pada bagian kepala yang menyebabkan tengkorak korban mengalami retak.

Polisi juga mengamankan alat yang bentuknya menyerupai pemukul baseball dan diduga digunakan untuk menghantam kepala korban.

“Berdasarkan visum, paling tidak empat kali. Dua kali di depan, satu kali di kanan dan satu kali di kiri,” jelas Kapolres.

Selain menggunakan alat tersebut, kekerasan juga diduga dilakukan dengan tangan kosong hingga terjadi pergulatan antara korban dan tersangka.

Motif Asmara dan Cemburu

Di balik tragedi tersebut, polisi menyebut motif sementara berkaitan dengan asmara dan kecemburuan.

Tersangka diduga memiliki hubungan pernikahan siri dengan korban. Sehari sebelum kejadian, tersangka disebut menemukan video dan foto yang memperlihatkan korban bersama pria lain.

Temuan tersebut diduga memicu rasa cemburu dan kemarahan tersangka.

Pada hari kejadian, korban IM dan tersangka AS sempat bersama. Setelah itu terjadi pertanyaan mengenai foto yang dilihat tersangka, kemudian situasi memanas hingga terjadi pergulatan dan kekerasan.

Nyawa korban akhirnya tidak tertolong.

12 Saksi dan Sejumlah Barang Bukti Diamankan

Untuk membongkar rangkaian kasus tersebut, penyidik Polres Cianjur telah memeriksa 12 orang saksi.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk alat yang diduga digunakan untuk melakukan kekerasan, kain, pakaian serta kendaraan bermotor milik korban yang diduga digunakan tersangka ketika melarikan diri.

Kapolres Cianjur menegaskan bahwa kepolisian tidak akan membiarkan tindakan yang menghilangkan nyawa seseorang tanpa proses hukum.

“Perbuatan sendiri tidak akan dibiarkan oleh kepolisian. Pelaku pasti akan dimintai pertanggungjawaban,” tegas Alexander.

Atas perkara tersebut, tersangka disangkakan Pasal 459 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait pembunuhan berencana, dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun.

Kasus ini kini menjadi sorotan karena dugaan pembunuhan tersebut bukan hanya berujung pada hilangnya nyawa, tetapi polisi mengungkap adanya dugaan persiapan kuburan sebelum aksi dilakukan dan peristiwa penemuan Mayat perempuan di peternakan ayam Kp Cisampih desa Cikancana kec warung kondang beberapa waktu lalu terjawab sudah.

Duy

Yayasan Pasbukit Berkah Mandiri Tebar Kepedulian,Warga Cilaku Hilir Terima Santunan Dan Donasi

 “Berbagi dimulai dari hal kecil, karena sedikit pun sangatlah berarti bagi yang membutuhkan.”

CIANJURKINI.COM

Semangat berbagi kembali ditunjukkan Yayasan Pasbukit Berkah Mandiri. Melalui kegiatan sosial yang digelar di Kampung Cilaku Hilir RT 03/03, Desa Sukasari, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Selasa (25/8/2026), yayasan tersebut menyalurkan santunan dan donasi kepada warga yang membutuhkan.

Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Bantuan yang diberikan, meski sederhana, memiliki arti penting bagi masyarakat yang sedang membutuhkan uluran tangan.

Suasana penuh kehangatan mewarnai kegiatan tersebut. Kehadiran Yayasan Pasbukit Berkah Mandiri disambut positif oleh warga, yang menerima santunan dan donasi dengan penuh rasa syukur.

Melalui aksi sosial ini, Yayasan Pasbukit Berkah Mandiri menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat. Semangat berbagi diharapkan dapat menjadi gerakan bersama yang tumbuh dari lingkungan terdekat.

Kegiatan santunan dan donasi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu menularkan semangat kepedulian kepada masyarakat luas. Sebab, bagi mereka yang membutuhkan, sekecil apa pun bantuan yang diberikan tetap sangat berarti.

Duy

Rakercab II Grib Jaya Cianjur Bongkar Gebrakan Baru:Dari GRIB Farm,Kontruksi Hingga GRIB Water

CIANJURKINI.COM

Rapat Kerja Cabang (Rakercab) II DPC GRIB Jaya Kabupaten Cianjur tidak sekadar menjadi forum konsolidasi organisasi. Ketua DPC GRIB Jaya Kabupaten Cianjur, Dede Farahan S.pd.I., menegaskan Rakercab yang digelar pada Selasa, 25 Agustus 2026, menjadi momentum menyusun program kerja sekaligus melahirkan sejumlah gebrakan nyata untuk satu tahun ke depan.

Rakercab yang digelar di Giga Beat Cafe, Jalan Abdullah Bin Nuh, Cianjur, tersebut sengaja dipilih karena berada di lokasi strategis di tengah kota. Pertimbangannya, lokasi itu dinilai dapat mempermudah mobilisasi para pengurus dan anggota, baik dari wilayah Cianjur selatan maupun utara.

Ketua DPC GRIB Jaya Kabupaten Cianjur, Dede Farahan S.pd.I., mengungkapkan Rakercab II menjadi momentum penting untuk menyusun program kerja sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat PAC.

“Rakercab ini untuk membahas program DPC GRIB Jaya Kabupaten Cianjur selama satu tahun ke depan. Salah satu yang dilakukan juga konsolidasi terkait kepengurusan PAC,” ujar Dede Farahan S.pd.I., Selasa (25/8/2026).

PAC Haur wangi Berganti Nahkoda

Dalam agenda konsolidasi tersebut, terjadi pergantian kepengurusan PAC Haur wangi. Asep Sofian yang sebelumnya berada di jajaran PAC Haur wangi akan ditarik ke dalam kepengurusan DPC dan selanjutnya ditempatkan sesuai dengan tugas serta kompetensinya.

Sementara posisi PAC Haur wangi selanjutnya dipercayakan kepada Uwa Ugun.

“Pak Asep Sofian kita masukkan ke pengurus DPC, nanti disesuaikan dengan tugasnya. Untuk PAC Haur wangi yang baru adalah Pak Uwa Ugun,” ungkapnya.

Bukan hanya Harawangi, sejumlah PAC lainnya juga disebut akan mengalami penyegaran kepengurusan. Namun, proses tersebut akan dilakukan secara bertahap melalui silaturahmi dan kunjungan langsung ke masing-masing PAC.

Tak Sekadar Organisasi, GRIB Jaya Bidik Sektor Ekonomi

Yang paling menarik, Rakercab II kali ini tidak hanya membahas persoalan internal organisasi. GRIB Jaya Cianjur mulai mengarahkan kekuatan organisasinya pada sektor sosial, keagamaan hingga pemberdayaan ekonomi.

Salah satu gebrakan yang diperkenalkan adalah GRIB Farm, sebuah program yang diarahkan pada pengembangan sektor pertanian.

GRIB Farm diproyeksikan menggarap lahan pertanian dengan berbagai komoditas, mulai dari ubi, bawang hingga padi. Program tersebut nantinya akan melibatkan masyarakat setempat, khususnya para penggarap sawah.

“GRIB Farm itu GRIB hijau. Untuk beberapa hektare lahan pertanian nanti akan kita garap. Kita akan tanam ubi, bawang, mungkin padi juga ada. Kita bekerja sama dengan penggarap sawah masyarakat setempat,” jelasnya.

Saat ini proses pembebasan lahan masih berjalan. Dari target sekitar 2 hektare, lahan yang sudah tersedia baru sekitar 6.000 meter persegi.

GRIB Konstruksi Siap Masuk Dunia Usaha

Tidak berhenti di sektor pertanian, GRIB Jaya Cianjur juga mulai membangun kekuatan ekonomi melalui sektor konstruksi.

Dalam Rakercab tersebut turut diperkenalkan PT Saraga Baraya Jaya, perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi dan telah dipersiapkan dengan legalitas formal.

Keberadaan badan usaha tersebut diharapkan mampu membuka peluang ekonomi sekaligus memberikan ruang bagi organisasi untuk terlibat dalam berbagai pekerjaan konstruksi secara profesional.

“Legal formalnya sudah jelas. Ketika ada yang membutuhkan perusahaan, kita bisa masuk ke arah sana,” katanya.

GRIB Water, Proyek Jangka Panjang yang Tak Main-Main

Gebrakan berikutnya bahkan menyentuh sektor air dan wisata.

GRIB Jaya Cianjur memiliki rencana mengembangkan potensi mata air yang berada di Kampung Cisarua, Desa Rancagoong. Program yang diberi konsep GRIB Water tersebut sebenarnya telah menjadi wacana sejak beberapa waktu lalu.

Namun, realisasinya tidak akan dilakukan secara terburu-buru. Pasalnya, pemanfaatan sumber daya air membutuhkan proses perizinan yang harus sesuai dengan ketentuan pemerintah daerah maupun regulasi tingkat provinsi.

Untuk tahap awal, sumber mata air tersebut direncanakan dikembangkan menjadi kolam renang sederhana.

Dalam jangka panjang, pengelolaannya bahkan diarahkan menuju produksi air minum dalam kemasan (AMDK).

“Untuk sementara sumber mata air itu dijadikan kolam renang biasa, sederhana. Tapi ke depan kita akan membuat air minum kemasan. Tentu perizinan, BPOM dan lainnya harus kita lakukan sejak sekarang,” ujarnya.

Semua PAC Akan Diberdayakan Sesuai Kompetensi

Seluruh program tersebut nantinya tidak hanya menjadi pekerjaan segelintir pengurus DPC. Para pengurus PAC se-Kabupaten Cianjur juga akan dilibatkan sesuai kemampuan dan kompetensi masing-masing.

Konsepnya sederhana namun strategis: organisasi tidak hanya kuat secara struktur, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Yang dilibatkan tentunya kepengurusan DPC, begitu pula para PAC se-Cianjur. Nanti disesuaikan dengan kompetensi masing-masing. Kita berdayakan,” tegasnya.

Rakercab II GRIB Jaya Kabupaten Cianjur pun menjadi titik penting bagi organisasi untuk bergerak lebih jauh. Dari konsolidasi internal, GRIB Jaya mulai mengembangkan sayap menuju aksi sosial, keagamaan, pertanian, konstruksi hingga pengelolaan potensi sumber daya air.

Targetnya jelas: organisasi tidak hanya besar dalam jumlah, tetapi juga nyata dalam karya dan manfaat bagi masyarakat Cianjur.

“Mohon doanya, mudah-mudahan harapan-harapan dari Rakercab ini bisa direalisasikan menjadi program-program yang bermanfaat,” pungkasnya.

Duy

Sirnagalih Bikin Bupati Terkesan!Rembug Warga Sukses,Pelayanan Publik Turun Langsung Ke Masyarakat

CIANJURKINI.COM

Desa Sirnagalih sukses menjadi tuan rumah pelaksanaan Rembug Warga Pemerintah Kabupaten Cianjur di kawasan BTN Cibodas, Kecamatan Cilaku, Senin (24/8/2026). Bukan sekadar menjadi lokasi kegiatan, Sirnagalih justru tampil sebagai desa yang mampu menunjukkan kekompakan warganya hingga mendapat apresiasi luar biasa dari Bupati Cianjur Dr. Mohamad Wahyu Ferdian.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Cianjur Dr. Mohamad Wahyu Ferdian bersama Ibu Siti Najma Nur Islami, Camat Cilaku, para kepala desa, serta unsur Forkopimcam. Kehadiran jajaran pemerintah daerah mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, warga dapat memperoleh berbagai pelayanan secara gratis, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pembuatan KTP, Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, Nomor Induk Berusaha (NIB), hingga Gerakan Pangan Murah.

Bupati Cianjur Dr. Mohamad Wahyu Ferdian mengatakan, Rembug Warga merupakan upaya pemerintah daerah untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, sehingga warga tidak harus mengeluarkan biaya dan meninggalkan aktivitas sehari-hari hanya untuk mengurus administrasi.

“Kami dari pemerintah daerah mendekatkan layanan-layanan melalui rembug warga. Ada pemeriksaan kesehatan gratis, pembuatan KTP, KK, akta, NIB, dan juga Gerakan Pangan Murah. Mudah-mudahan ini bisa bermanfaat untuk masyarakat,” ujar Bupati.

Menurutnya, masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pelayanan terkadang harus mengeluarkan biaya transportasi, makan, bahkan kehilangan waktu bekerja hanya untuk mengurus dokumen administrasi.

Karena itu, pemerintah daerah memilih untuk datang langsung ke desa-desa.

“Kami dari pemerintah daerah yang datang ke desa-desa. Jadi warga masyarakat tidak perlu membuang uang untuk kebutuhan administrasi,” tegasnya.

“Saya Nobatkan yang Paling Antusias”  Bupati Apresiasi Sirnagalih

Bupati secara khusus memberikan apresiasi terhadap keberhasilan Sirnagalih menjadi tuan rumah. Antusiasme warga bahkan membuat Bupati memberikan penilaian istimewa terhadap masyarakat setempat.

“Wah, luar biasa. Warga Desa Sirnagalih ini saya nobatkan yang paling antusias. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa menjadi manfaat tentunya untuk warga Sirnagalih,” ungkap Bupati.

Apresiasi tersebut menjadi bukti bahwa kesuksesan Rembug Warga di Sirnagalih bukan hanya terlihat dari banyaknya layanan yang diberikan, tetapi juga dari kekompakan masyarakat dalam menyambut dan mendukung kehadiran pemerintah daerah.

Selain pelayanan administrasi dan kesehatan, kegiatan tersebut juga diwarnai berbagai bentuk bantuan sosial. Bantuan diberikan kepada sejumlah kelompok masyarakat, di antaranya anak yatim, lanjut usia, anak-anak sekolah, serta masyarakat yang membutuhkan.

Bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat.

Kisah Ma Eti Menggugah Perhatian

Salah satu momen yang menyentuh dalam kegiatan Rembug Warga terjadi ketika Bupati bertemu dengan Ma Eti, seorang warga lanjut usia yang disebut telah berusia lebih dari 100 tahun dan merupakan penyintas kebakaran.

Pertemuan tersebut berlangsung emosional. Ma Eti tampak dikelilingi warga yang memberikan perhatian dan dukungan.

Bupati mengungkapkan bahwa dirinya kemudian mengetahui kondisi Ma Eti yang selama ini tinggal di tempat kontrakan setelah mengalami musibah kebakaran.

Ia pun mengapresiasi kepedulian masyarakat Sirnagalih, termasuk Ketua RT, RW, dan Kepala Desa Sirnagalih yang turut membantu menyediakan tempat tinggal bagi Ma Eti.

“Alhamdulillah luar biasa warga Sirnagalih. Dari pernyataan Bu Ma Eti tadi, warga juga saling membantu. Selama ini di kontrakan, RT, RW, kepala desa juga ikut membantu,” kata Bupati.

Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Cianjur menyatakan akan ikut memberikan perhatian.

“Kami juga dari pemerintah daerah ingin berkontribusi dan insyaallah nanti pembangunan rumah Ma Eti sampai selesai akan dituntaskan oleh pemerintah daerah,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disambut haru oleh masyarakat yang hadir.

Sirnagalih Jadi Contoh, Pelayanan Pemerintah Harus Hadir ke Desa

Bupati berharap kegiatan Rembug Warga tidak hanya menjadi seremoni, tetapi benar-benar menjadi sarana mendengar kebutuhan masyarakat sekaligus menghadirkan pelayanan pemerintah secara langsung. Kesuksesan Sirnagalih diharapkan menjadi contoh ketika kegiatan serupa dilaksanakan di desa-desa lainnya.

Dengan berbagai layanan yang dibawa langsung ke desa, masyarakat diharapkan dapat memperoleh kemudahan tanpa harus menempuh perjalanan jauh maupun mengeluarkan biaya tambahan.

Bupati menegaskan, pola pelayanan seperti ini diharapkan dapat dilakukan secara langsung di berbagai desa di Kabupaten Cianjur. Ia berharap ketika kegiatan serupa digelar di desa lain, semangat kebersamaan masyarakat dapat tetap terjaga seperti yang terlihat di Sirnagalih.

Kekompakan masyarakat Sirnagalih menjadi salah satu catatan positif dalam pelaksanaan Rembug Warga. Bupati juga mendorong para kepala desa lainnya agar terus bersemangat membangun kebersamaan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Camat Cilaku Apresiasi Kekompakan Warga

Camat Cilaku Sandy Zaini Ibrahim, SH., MH., turut memberikan tanggapan positif terhadap pelaksanaan Rembug Warga di Desa Sirnagalih. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat secara langsung di desa.

“Mudah-mudahan nanti di semua desa seperti Sirnagalih,” ujar Sandy, seraya mengapresiasi kekompakan masyarakat yang terlihat dari tingkat RT, RW hingga unsur masyarakat lainnya.

Sandy menilai antusiasme dan kekompakan warga Sirnagalih patut diapresiasi. Mulai dari RT, RW hingga unsur masyarakat lainnya mampu bersinergi sehingga pelaksanaan kegiatan berjalan dengan baik dan mendapat sambutan luar biasa dari warga.

Ia berharap semangat kebersamaan seperti yang ditunjukkan masyarakat Sirnagalih dapat menjadi contoh bagi desa-desa lainnya. Dengan kekompakan seluruh unsur masyarakat, berbagai program dan pelayanan pemerintah diharapkan dapat berjalan lebih efektif serta memberikan manfaat nyata.

Menurut Sandy, kepuasan Bupati Cianjur terhadap antusiasme masyarakat Sirnagalih juga menjadi motivasi bagi para kepala desa untuk terus meningkatkan pelayanan dan menjaga semangat dalam membangun wilayah masing-masing.

Kades Sirnagalih Apresiasi Warga dan Pemerintah Daerah

Sementara itu, Kepala Desa Sirnagalih H. Sugilar, SPDI, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat, para relawan, serta Karang Taruna yang telah bekerja sama dan menjaga kekompakan sehingga pelaksanaan Rembug Warga di Sirnagalih dapat berjalan sukses.

Menurut H. Sugilar, keberhasilan kegiatan tersebut tidak terlepas dari semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat. Ia mengaku sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Cianjur, khususnya Bupati Cianjur beserta Ibu Bupati, yang selama ini memberikan perhatian kepada masyarakat Sirnagalih.

Secara khusus, H. Sugilar mengenang perhatian Bupati Cianjur ketika dirinya dua kali mengalami kondisi kritis dan harus menjalani perawatan di rumah sakit beberapa waktu lalu. Saat itu, Bupati datang menjenguk dan memberikan dorongan moril serta semangat agar dirinya segera pulih.

“Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah daerah, khususnya Bapak dan Ibu Bupati. Ketika saya dua kali kritis di rumah sakit beberapa waktu lalu, Bapak Bupati datang menjenguk dan memberikan dorongan moril serta semangat untuk kesembuhan saya,” ungkap H. Sugilar.

Ia berharap hubungan baik antara pemerintah daerah, pemerintah desa dan masyarakat dapat terus terjaga sehingga berbagai program pembangunan dan pelayanan masyarakat di Desa Sirnagalih dapat berjalan semakin baik.

Sementara itu, pesan sederhana disampaikan agar masyarakat Sirnagalih terus menjaga kebersamaan, kesehatan dan semangat membangun desa.

Bupati juga mengajak masyarakat untuk senantiasa berdoa agar Desa Sirnagalih semakin maju, rezeki masyarakat bertambah dan dijauhkan dari berbagai musibah.

“Semoga sehat, tetap semangat, sayang kepada masyarakat, dan jangan lupa tetap berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar rezeki untuk Sirnagalih bertambah banyak dan dijauhkan dari segala musibah.”

Kegiatan Rembug Warga di BTN Cibodas tersebut menjadi gambaran bahwa pelayanan publik tidak harus selalu menunggu masyarakat datang ke kantor pemerintahan. Pemerintah justru hadir langsung di tengah warga, mendengar keluhan, memberikan pelayanan, sekaligus membuka ruang silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat.

Duy

Ngubek Kolam,Cara Yayasan Pasbukit Berkah Mandiri Bahagiakan Anak Yatim Di Nagrak

CIANJURKINI.COM

Puluhan anak yatim tampak larut dalam keceriaan saat mengikuti kegiatan “Ngubek Kolam” yang digelar Yayasan Pasbukit Berkah Mandiri di Nagrak, Kabupaten Cianjur, Minggu (23/8/2026). Kegiatan ini dikemas sebagai hiburan sekaligus bentuk kepedulian sosial untuk menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim.

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi yayasan, relawan, donatur, dan masyarakat untuk berbagi kebahagiaan sekaligus mempererat silaturahmi dengan anak-anak yatim.

Sejak kegiatan dimulai, suasana berlangsung meriah. Anak-anak tampak antusias turun ke kolam untuk mencari ikan. Mereka saling berlomba mengubek kolam dengan penuh kegembiraan, didampingi para pengurus yayasan dan relawan agar kegiatan berlangsung aman dan tertib.

Keceriaan semakin lengkap dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim. Santunan tersebut menjadi bentuk kepedulian dan dukungan agar anak-anak dapat merasakan perhatian serta kasih sayang dari masyarakat.

Yayasan Pasbukit Berkah Mandiri menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Dukungan di antaranya datang dari Kolonel Jhonson Mangasitua Sitorus, Komandan Citarum harum, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), serta para donatur dan masyarakat yang turut memberikan kontribusi.

“Kami berharap melalui kegiatan ini anak-anak yatim bisa merasakan kebahagiaan dan perhatian dari masyarakat. Ini juga menjadi bentuk syukur kami atas dukungan para donatur yang luar biasa,” ujar perwakilan Yayasan Pasbukit Berkah Mandiri.

Pihak yayasan berharap kegiatan sosial semacam ini tidak berhenti pada satu momentum. Kegiatan serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara rutin dengan melibatkan lebih banyak pihak sehingga manfaatnya semakin luas.

Selain memberikan kebahagiaan kepada anak-anak yatim, kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antara yayasan, para donatur, relawan, dan masyarakat.

Yayasan Pasbukit Berkah Mandiri berharap semangat berbagi dan kepedulian terhadap anak yatim terus tumbuh di tengah masyarakat. Dengan demikian, semakin banyak anak-anak yang dapat merasakan manfaat dari kegiatan sosial dan kepedulian bersama.

Duy

Petugas Gabungan Berjibaku Jinakkan Kebakaran Kebakaran GBI Nehemia Cianjur,Kapolres: Semua Bergerak Untuk Cianjur

CIANJURKINI.COM

Kebakaran hebat melanda Gereja Bethel Indonesia (GBI) Nehemia di Jalan Muhammad Ali, Kelurahan Solokpandan, Kecamatan Cianjur, Minggu (23/8/2026) sore. Kobaran api yang membakar lantai dua dan tiga bangunan tempat peribadatan itu memaksa aparat gabungan berjibaku selama hampir lima jam hingga api benar-benar berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.00 WIB.

Kapolres Cianjur AKBP Alexander Yurikho Hadi yang berada di lokasi mengapresiasi kerja keras seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan kebakaran tersebut. Menurutnya, peristiwa itu menjadi gambaran nyata bagaimana seluruh elemen di Cianjur bergerak bersama ketika masyarakat menghadapi musibah.

“Cianjur hadir sebagai sebuah keluarga. Semuanya hadir untuk menolong warga masyarakat Cianjur yang sedang berkesusahan,” kata Alexander di lokasi kejadian.

Api pertama kali diketahui sekitar pukul 16.15 WIB, ketika pihak gereja tengah mempersiapkan pelaksanaan ibadah yang dijadwalkan berlangsung pukul 17.00 WIB.

Berdasarkan informasi awal yang diterima aparat, api diduga muncul setelah pendingin ruangan atau air conditioner (AC) dinyalakan. Percikan api kemudian disertai asap dan bau sebelum kobaran api membesar dan melalap bagian lantai dua serta lantai tiga.

Namun, Kapolres menegaskan penyebab pasti kebakaran belum dapat disimpulkan. Pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan untuk memastikan apakah kebakaran berkaitan dengan faktor teknis peralatan, AC, atau penyebab lainnya.

“Yang nanti akan diteliti lebih lanjut oleh Puslabfor, apakah kebakaran atau terbakar, sengaja dibakar atau tidak sengaja terbakar karena alasan teknis,” ujarnya.

Aparat Tak Kenal Lelah Hadapi Kobaran Api

Besarnya kobaran api membuat proses pemadaman tidak mudah. Lokasi yang berada di kawasan padat dan sibuk juga menjadi tantangan tersendiri bagi petugas karena arus kendaraan sempat mengalami kemacetan.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah petugas. Personel Damkar, TNI, Polri, BPBD, PMI, relawan, pemerintah daerah, masyarakat hingga jemaat bahu-membahu melakukan penanganan.

Kapolres menegaskan, para petugas bahkan harus menghadapi risiko tinggi ketika masuk ke area terdampak untuk memastikan api dapat segera dikendalikan.

“Dari Damkar jelas seluruh personelnya tadi, mohon maaf, rela bertaruh nyawa, masuk ke dalam. Ini semua demi Cianjur,” tegasnya.

Sedikitnya 12 armada utama dikerahkan dalam operasi pemadaman. Yonif Raider 300 menurunkan tiga unit kendaraan, Kodim 0608 Cianjur satu unit, sementara Damkar mengerahkan hingga delapan unit armada.

Polres Cianjur juga mengerahkan dua kendaraan water cannon untuk membantu proses pemadaman sekaligus suplai air. Bantuan armada dan pasokan air turut datang dari sejumlah perangkat daerah, termasuk Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Perumdam.

Dengan dukungan berbagai armada tersebut, petugas bekerja secara bergantian untuk menembakkan air ke titik-titik api yang berada di bagian atas bangunan.

Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Proses dilanjutkan dengan pendinginan, overhaul dan searching untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang berpotensi kembali menyala.

Sekitar pukul 21.00 WIB, seluruh rangkaian pemadaman, pendinginan, overhaul dan pencarian titik api dinyatakan selesai.

Tidak Ada Korban Jiwa

Alexander memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, dalam proses pemadaman, terdapat petugas yang mengalami keluhan seperti sesak napas maupun luka akibat tingginya risiko saat berjibaku dengan api.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Kalau memang tadi ada yang luka, sesak napas dan segala macam itu karena petugas yang rela berkorban dan rela bertaruh dengan risiko yang sangat besar untuk cepat padamnya api,” ungkapnya.

Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk personel Damkar, TNI, Polri, BPBD, PMI, relawan, masyarakat dan jemaat yang turut membantu maupun memberikan dukungan selama proses penanganan.

Menurutnya, peristiwa tersebut menunjukkan bahwa ketika musibah terjadi, batas-batas seragam tidak menjadi penghalang. Semua bergerak dalam satu kepentingan, yakni menyelamatkan masyarakat dan mencegah api semakin meluas.

“Walaupun faktualnya kita seragam beda-beda, semuanya warga masyarakat Cianjur,” ujarnya.

Polisi Pasang Garis Pengaman

Usai api dipastikan padam, aparat langsung melakukan sterilisasi di sekitar lokasi dengan memasang garis polisi. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan sekaligus memberikan ruang kepada petugas maupun tim terkait dalam melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres meminta masyarakat tidak menerobos garis polisi yang telah dipasang.

“Area ini telah kami sterilisasi dengan menggunakan police line demi keamanan dan keselamatan. Mohon untuk tidak diterobos,” tegas Alexander.

Garis polisi akan tetap dipasang hingga proses pemeriksaan lokasi selesai. Setelah dinyatakan aman dan garis polisi dibuka, proses pemulihan dapat dilakukan.

Sementara itu, nilai kerugian material akibat kebakaran masih dalam proses pendataan. Kepolisian juga masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kebakaran.

Di tengah musibah tersebut, satu hal menjadi catatan penting: kobaran api boleh membakar bangunan, tetapi kepedulian dan gotong royong masyarakat Cianjur justru semakin menyala. Selama hampir lima jam, para petugas dari berbagai institusi mempertaruhkan tenaga, keselamatan bahkan nyawa demi memastikan api dapat dijinakkan dan tidak menimbulkan korban jiwa.

Peristiwa kebakaran GBI Nehemia tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor—TNI, Polri, Damkar, BPBD, PMI, pemerintah daerah, relawan dan masyarakat—menjadi kekuatan utama dalam menghadapi keadaan darurat di Kabupaten Cianjur.

Duy

Hut RI Ke-81 Di Cilaku,Kordik Cilaku H.Azis Berencana Siapkan Bantuan Untuk Korban Gempa NTT

CIANJURKINI.COM

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, tidak hanya menjadi momentum memperkuat semangat kebangsaan, tetapi juga menjadi ajang mempererat kebersamaan para tenaga pendidik dari berbagai jenjang pendidikan.

Hal tersebut disampaikan Kordik Cilaku H. Azis, S.Pd., M.Pd. saat menghadiri rangkaian kegiatan peringatan HUT RI ke-81 yang digelar di SMKN 2 Cilaku, Kamis 13 Agustus 2026.

Menurut H. Azis, kegiatan tersebut diupayakan melibatkan seluruh anggota PGRI di Kecamatan Cilaku, mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK hingga PKBM. Kehadiran para guru dari berbagai jenjang diharapkan semakin memperkuat semangat persatuan dalam momentum peringatan kemerdekaan.

“Kita berusaha mengumpulkan semua anggota PGRI mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK, bahkan PKBM. Semuanya diundang oleh kami untuk turut kegiatan ini. Jadi semua guru-guru dari semua jenjang insya Allah hadir pada kegiatan ini,” ujar H. Azis.

Ia berharap momentum HUT RI ke-81 dapat menjadi energi positif bagi seluruh masyarakat sekaligus membawa harapan agar Indonesia terus berkembang menjadi negara yang semakin maju dan sejahtera.

“Harapan kami Indonesia semakin maju, Indonesia semakin sejahtera, Indonesia semakin memberikan kenyamanan kepada semua warga negara Indonesia,” katanya.

PGRI Cilaku Berencana Siapkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Di tengah suasana perayaan kemerdekaan, perhatian H. Azis juga tertuju kepada masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Ia mengatakan, PGRI Kecamatan Cilaku berencana menyiapkan dan menggalang bantuan secara sukarela sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap sesama warga negara.

H. Aziz menyebut bantuan nantinya dapat dihimpun dari kalangan guru maupun siswa. Besaran bantuan belum ditentukan karena masih akan dibahas lebih lanjut dan dikoordinasikan dengan PGRI Kabupaten Cianjur.

“Memang pada tahun ini, di samping ada kebahagiaan dengan adanya peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, kita juga berduka dengan adanya bencana alam di NTT. Seperti biasanya, insya Allah kami bersama-sama PGRI akan mengumpulkan bantuan sumbangan untuk mereka seikhlas mereka, baik dari kalangan siswa maupun guru-guru,” ungkapnya.

Tidak hanya mengandalkan penggalangan bantuan secara kelembagaan, H. Aziz juga menyampaikan rencana untuk ikut menginisiasi pengumpulan dana bagi masyarakat NTT. Langkah tersebut akan disampaikan kepada jajaran PGRI dan menunggu koordinasi maupun instruksi dari PGRI Kabupaten Cianjur.

“Saya sendiri akan merencanakan untuk menggalang dana untuk saudara-saudara kita yang di NTT. Sudah biasa PGRI, nanti saya sampaikan. Kita juga sambil menunggu instruksi dari PGRI Kabupaten Cianjur,” tambahnya.

Menurut H. Aziz, aksi solidaritas semacam ini bukan hal baru bagi PGRI. Sebelumnya, organisasi profesi guru tersebut juga pernah melakukan gerakan serupa ketika terjadi bencana di wilayah lain, termasuk Sumatera.

Ia berharap kepedulian tersebut kembali dapat diwujudkan untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana di NTT.

Momentum HUT RI ke-81 di Kecamatan Cilaku akhirnya tidak hanya menjadi perayaan kemerdekaan, tetapi juga memperlihatkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial dari kalangan pendidik untuk sesama

Desa Sirnagalih Bersinar,Borong Dua Penghargaan Di Hut RI Ke-81 Kecamatan Cilaku

CIANJURKINI.COM

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Cilaku berlangsung khidmat di SMKN 2 Cilaku, Kamis 13 Agustus 2026. Kegiatan ini dihadiri Camat Cilaku Sandy Zaini Ibrahim, SH, MH, jajaran Forkopimcam Cilaku, para kepala desa se-Kecamatan Cilaku, serta unsur masyarakat.

Upacara berlangsung tertib dan penuh penghormatan. Cuaca yang cerah turut mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan. Suasana semakin semarak dengan penampilan paduan suara yang membawakan lagu-lagu kebangsaan.

Selain upacara, kegiatan juga diisi dengan penyerahan sejumlah penghargaan kepada pemerintah desa dan TP.PKK atas berbagai capaian kinerja selama tahun 2026. Kategori penghargaan di antaranya capaian kinerja PBB terbaik, kerja sama terbaik, serta sinkronisasi dalam pelaksanaan kegiatan pemerintahan.

Salah satu desa yang berhasil mencuri perhatian adalah Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, yang meraih dua penghargaan sekaligus, yakni Desa dengan Pengelolaan BUMDes Terbaik serta TP.PKK Terbaik Kategori Lansia Aktif Tahun 2026.

Penghargaan tersebut menjadi bukti atas berbagai upaya dan inovasi yang dilakukan Pemerintah Desa Sirnagalih bersama masyarakat dalam mengoptimalkan potensi desa sekaligus meningkatkan pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.

Kepala Desa Sirnagalih, H. Sugilar, SPDI, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas penghargaan yang diraih. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami tentu sangat bersyukur dan mengapresiasi penghargaan ini. Bagi kami, ini bukan sekadar simbol, tetapi dorongan untuk terus melayani masyarakat dan membangun desa menjadi lebih baik ke depan,” ujar Sugilar.

Ia menambahkan, keberhasilan Desa Sirnagalih tidak terlepas dari kerja sama perangkat desa, TP.PKK, kelembagaan desa, serta dukungan masyarakat dalam berbagai program pembangunan dan pemberdayaan.

Menurutnya, penghargaan tersebut juga menjadi penyemangat untuk terus mengembangkan program, terutama dalam penguatan BUMDes dan pemberdayaan kelompok lansia.

“Yang paling penting adalah bagaimana penghargaan ini menjadi energi positif untuk terus berbuat. Masih banyak yang harus dikembangkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Peringatan HUT RI ke-81 ini juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Forkopimcam, dan masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan serta pelayanan publik.

Camat Cilaku Sandy Zaini Ibrahim, SH, MH mengatakan, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar berkat kerja sama berbagai pihak.

“Pelaksanaan kegiatan di SMKN 2 Cilaku berjalan lancar sesuai harapan. Ini berkat kerja sama dari para kepala OPD, kepala desa, dan unsur masyarakat lainnya,” ujar Sandy.

Dalam pelaksanaan PHBN tahun ini, kepanitiaan dipimpin oleh Ketua Apdesi Desa, Bapak Daden. Ke depan, kepemimpinan PHBN akan dilakukan secara bergiliran sesuai kesepakatan.

Selain itu, Pemerintah Kecamatan Cilaku juga terus fokus pada program penurunan angka stunting. Sandy berharap angka stunting dapat terus menurun hingga mencapai target zero stunting.

“Kami sedang fokus pada penurunan stunting. Mudah-mudahan setiap tahun terus berkurang hingga menuju zero stunting,” katanya.

Menanggapi banyaknya desa berprestasi di Kecamatan Cilaku, Sandy menegaskan bahwa kunci keberhasilan adalah sinergi semua pihak, mulai dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Forkopimcam, hingga unsur ulama dan masyarakat.

“Kuncinya adalah kerja sama semua pihak. Dengan sinergi, berbagai program dapat berjalan dengan baik,” tegasnya.

Dengan diraihnya berbagai penghargaan ini, diharapkan menjadi motivasi bagi desa-desa lain di Kecamatan Cilaku untuk terus berinovasi, meningkatkan tata kelola pemerintahan, serta menghadirkan program yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

Duy

Serdik Sespimmen Polri Laksanakan Observasi Lapangan Management Course Level 3 Di Polres cianjur

CIANJURKINI.COM

Peserta Didik (Serdik) Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri melaksanakan kegiatan observasi lapangan dalam rangka Management Course Level 3 (MC Level 3) di wilayah hukum Polres Cianjur.

Kegiatan observasi lapangan tersebut merupakan bagian dari proses pembelajaran Sespimmen Polri yang bertujuan meningkatkan kemampuan manajerial, kepemimpinan, analisis permasalahan, serta pengambilan keputusan para Serdik melalui pengamatan langsung terhadap dinamika tugas kepolisian dan kondisi masyarakat di tingkat kewilayahan.

Dalam pelaksanaannya, para Serdik didampingi oleh para Perwira Penuntun (Patun) Sespimmen Polri, Kabag SDM Polres Cianjur, serta Kepala Pasar Induk Kabupaten Cianjur. Pendampingan tersebut memberikan kesempatan kepada para Serdik untuk memperoleh informasi dan gambaran secara langsung mengenai kondisi wilayah, pengelolaan pasar, aktivitas perekonomian masyarakat, serta berbagai permasalahan yang membutuhkan sinergi lintas sektor.

Para Serdik melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik aktivitas perekonomian masyarakat, khususnya Pasar Induk Kabupaten Cianjur. Observasi difokuskan pada kondisi dan aktivitas pasar, ketersediaan serta distribusi bahan kebutuhan pokok, perkembangan harga komoditas, hingga distribusi LPG sebagai salah satu kebutuhan penting masyarakat.

Tidak hanya melakukan pengamatan, para Serdik juga berdialog dan menggali informasi secara langsung dari pedagang, pengelola pasar, serta pihak terkait. Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh data dan fakta aktual mengenai mekanisme distribusi, ketersediaan komoditas, stabilitas harga, serta berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha maupun masyarakat.

Melalui observasi tersebut, para Serdik dapat melihat secara langsung bahwa dinamika ekonomi masyarakat memiliki keterkaitan erat dengan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. Ketersediaan bahan pokok, kelancaran distribusi, stabilitas harga, serta kondisi pasar merupakan bagian dari dinamika wilayah yang perlu mendapatkan perhatian dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana bagi para Serdik untuk mengimplementasikan konsep dan teori Management Course Level 3 ke dalam kondisi nyata di lapangan. Data dan informasi yang diperoleh menjadi bahan untuk mengidentifikasi permasalahan, menganalisis faktor penyebab, menentukan prioritas persoalan, serta menyusun alternatif pemecahan masalah dan rekomendasi yang tepat, efektif, dan terukur.

Kehadiran Kabag SDM Polres Cianjur dan Kepala Pasar Induk Kabupaten Cianjur, bersama para Patun yang mendampingi proses pembelajaran, turut memperkuat pemahaman para Serdik mengenai pentingnya koordinasi dan kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, pengelola pasar, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tingkat kewilayahan.

Observasi lapangan tersebut juga memberikan gambaran bahwa seorang pemimpin Polri tidak hanya dituntut memiliki kemampuan dalam aspek operasional kepolisian, tetapi juga harus mampu membaca lingkungan strategis, memahami persoalan masyarakat, mengelola sumber daya, membangun kolaborasi, serta mengambil keputusan berdasarkan data dan kondisi faktual di lapangan.

Melalui kegiatan Management Course Level 3 di Polres Cianjur, para Serdik Sespimmen Polri diharapkan semakin memiliki kemampuan berpikir kritis, analitis, sistematis, dan strategis dalam menghadapi kompleksitas tugas kepolisian.

Hasil observasi selanjutnya akan menjadi bagian dari proses analisis dan pembelajaran para Serdik untuk merumuskan langkah-langkah serta rekomendasi strategis yang dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas pada satuan kewilayahan.

Kegiatan tersebut sekaligus mencerminkan komitmen Sespimmen Polri dalam mempersiapkan calon-calon pemimpin Polri yang profesional, adaptif, responsif, kolaboratif, dan berorientasi pada pemecahan masalah (problem solving), sehingga mampu menghadirkan pelayanan kepolisian yang semakin optimal sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Gunung Picung Perbatasan Cibeber Campaka Terbakar ,Upaya Pemadaman Di lakukan

CIANJURKINI.COM

Gunung Picung yang berada di kawasan sekitar Kecamatan Cibeber dan Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, dilaporkan terbakar pada Senin (10/8/2026) sore. Kobaran api terlihat di kawasan gunung dan terus menjalar hingga area yang lebih tinggi.

Upaya penanganan dan pemadaman mulai dilakukan sejumlah unsur, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta personel TNI. Petugas bersama unsur terkait berupaya melakukan pemadaman dan mencegah api agar tidak semakin meluas.

Informasi mengenai kebakaran tersebut disampaikan warga sekitar Gunung Picung. Salah seorang warga, Jaja (48), mengatakan api pertama kali terlihat sekitar pukul 17.30 WIB.

“Kurang lebih setengah enam sore,” ujar Jaja saat ditemui di sekitar lokasi.
Menurutnya, saat pertama kali terlihat, kobaran api belum meluas seperti kondisi yang terlihat kemudian. Api secara perlahan menjalar dari salah satu bagian kawasan gunung menuju area yang lebih tinggi.

“Awalnya belum sepanjang ini, tadi dari sebelah sana. Sekarang memanjang, sudah ke atas,” katanya.

Jaja mengaku belum mengetahui secara pasti dari mana titik awal api maupun penyebab kebakaran. Ia menyebut kemungkinan penyebabnya belum dapat dipastikan, termasuk dugaan akibat gesekan panas ataupun faktor lainnya.
“Belum tahu. Entah gesekan panas, entah ada yang iseng. Wallahu’alam,” ucapnya.

Warga kemudian menginformasikan kejadian tersebut kepada pihak terkait. Sejumlah petugas dilaporkan mulai bergerak ke lokasi untuk melakukan upaya penanganan.
Jaja memperkirakan api telah berlangsung hampir tiga jam sejak pertama kali terlihat. Ia juga menyebut kebakaran serupa bukan kali pertama terjadi di kawasan tersebut.

“Kalau sebelumnya pernah, sekitar tiga atau empat kali,” ungkapnya.

Hingga Senin malam, upaya pemadaman masih dilakukan. Belum diketahui secara pasti luas kawasan yang terbakar, penyebab kebakaran, maupun jumlah kerugian yang ditimbulkan.
Pihak berwenang masih melakukan penanganan di lapangan sekaligus memastikan api tidak semakin meluas ke kawasan lain.

Masyarakat yang berada di sekitar kawasan Gunung Picung diimbau tetap waspada, terutama terhadap potensi meluasnya titik api maupun kepulan asap yang dapat mengganggu aktivitas warga

Duy