Pasca Cianjur FEST 2026,Bupati Cianjur Geber Mesin Birokrasi 19 Pejabat Di Lantik,Pesannya Jelas Jangan Cuma Duduk Di Kursi!

CIANJURKINI.COM

Gemuruh Cianjur Fest 2026 belum sepenuhnya reda, tetapi mesin pemerintahan Kabupaten Cianjur langsung kembali digeber. Hanya dua hari setelah lautan warga memadati karnaval, Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian membuat langkah tegas dari jantung birokrasi: 19 pejabat dilantik dan diambil sumpahnya.

Sebanyak 19 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian, Senin (24/8/2026).

Pelantikan berlangsung di Aula Lantai III Gedung Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Cianjur. Sebanyak 19 pejabat dari level Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, administrator hingga pejabat pada sejumlah perangkat daerah kini mendapat amanah baru.

Momentum ini menjadi menarik karena pelantikan digelar sesaat setelah Cianjur Fest 2026 bertajuk “Rahayat Raksa Raharja” sukses menyedot perhatian publik. Jika karnaval menjadi etalase kreativitas dan kebanggaan warga, maka pelantikan 19 pejabat ini menjadi ujian berikutnya: mampukah birokrasi mengubah energi besar itu menjadi kerja nyata?

Dari Gemuruh Karnaval ke Gebrakan Birokrasi

Jika Cianjur Fest menjadi panggung untuk menunjukkan wajah budaya dan kreativitas masyarakat, pelantikan 19 pejabat ini menjadi panggung pembuktian bagi birokrasi: lebih cepat, lebih responsif dan lebih berani menghasilkan terobosan.

Bupati Wahyu secara tegas menyebut rotasi dan mutasi tersebut sebagai bagian dari penyegaran organisasi.

Namun pesan yang disampaikan tidak berhenti pada pergantian kursi jabatan.

Wahyu menginginkan roda pemerintahan bergerak lebih cepat dan menghasilkan program yang nyata manfaatnya bagi masyarakat.

“Kami berharap dengan adanya penyegaran ini roda birokrasi di Kabupaten Cianjur bisa berjalan lebih cepat dan menghasilkan produk-produk yang lebih nyata bermanfaat untuk masyarakat Kabupaten Cianjur,” ujar Wahyu.

Kursi Berganti, Target Jangan Berhenti

Bagi birokrasi, pergantian pejabat bukan sekadar tukar nama di papan jabatan. Bersamaan dengan kursi yang berganti, ikut berpindah pula target, beban kerja dan ekspektasi masyarakat.

Wahyu menegaskan bahwa proses pelantikan dilakukan berdasarkan evaluasi, verifikasi, rekam jejak, kemampuan dan hasil uji kompetensi, serta telah mendapatkan persetujuan dari pemerintah provinsi.

Artinya, 19 pejabat yang kini mendapatkan amanah dituntut membuktikan bahwa pelantikan ini bukan seremoni belaka.

Tantangannya jelas: hasil kerja harus terasa sampai ke masyarakat.

Pelayanan yang lambat harus dipacu. Persoalan yang berlarut harus segera dicari jalan keluarnya. Program yang hanya berputar di meja birokrasi harus turun menjadi kerja nyata di lapangan.

Momentum Setelah Cianjur Menunjukkan Wajahnya

Cianjur Fest 2026 sendiri menjadi salah satu momentum besar Pemkab Cianjur dalam memperkenalkan potensi budaya, wisata, ekonomi kreatif dan UMKM daerah. Bupati sebelumnya menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan hanya hiburan, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.

Kini, dua hari setelah masyarakat menyaksikan wajah Cianjur melalui panggung budaya, pemerintah daerah kembali menunjukkan bahwa perubahan juga harus terjadi di balik meja pemerintahan.

Karena pesta rakyat boleh selesai.

Pawai boleh berakhir.

Lampu panggung boleh dipadamkan.

Tetapi setelah itu, pekerjaan pemerintah justru dimulai.

19 pejabat baru kini memikul tantangan untuk membuktikan bahwa penyegaran birokrasi benar-benar mampu menghadirkan pelayanan yang lebih cepat dan hasil pembangunan yang lebih nyata.

Pesan Bupati Tegas: Jabatan Bukan Tempat Berdiam Diri

Pelantikan ini sekaligus menjadi sinyal keras bahwa pejabat yang mendapat amanah harus mampu bergerak dan menunjukkan hasil.

Bukan sekadar hadir dalam rapat.

Bukan sekadar menandatangani dokumen.

Dan bukan sekadar menjalankan rutinitas administratif.

Tetapi harus mampu membaca persoalan masyarakat, mengambil keputusan dan memastikan setiap kebijakan memberikan dampak.

Dengan demikian, 19 pejabat yang dilantik hari ini bukan hanya menerima jabatan, tetapi menerima target, tanggung jawab dan sorotan publik.

Pasca suksesnya Cianjur Fest 2026, bola kini berada di tangan mereka.

Masyarakat sudah melihat Cianjur tampil semarak di jalanan. Kini masyarakat menunggu Cianjur tampil cepat di ruang pelayanan.

Inilah babak berikutnya pemerintahan Wahyu Ferdian: bukan sekadar mengganti orang di kursi birokrasi, tetapi menggeber mesin pemerintahan agar lebih kencang, lebih tajam dan lebih dekat dengan kebutuhan rakyat.

19 Pejabat yang Dilantik

Berikut 19 pejabat yang resmi dilantik dan mendapat amanah baru di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur:

1. Euis Jamilah, S.Pd., M.AP., Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A).
2. R. Lusi Hasfiati, S.E., M.T., M.Sc., Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida).
3. Budhi Rahayu Toyib, S.Sos., M.M., Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (Diskumdagin).
4. Endan Hamdani, S.H., M.H., Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah.
5. Nurdiyati, S.Hut., M.AP., Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Sekretariat Daerah.
6. Dedi Supriadi, S.IP., M.Si., Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim).
7. Rachmat Hartono, S.H., M.AP., Inspektur Inspektorat.
8. Aris Haryanto, S.P., M.Si., Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfosan).
9. Komarudin, S.Sos., M.Si., Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah.
10. Asep Suparman, S.Sos., M.Si., Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol).
11. Cepi Rahmat Fadiana, S.T., M.T., Kepala Dinas Perhubungan (Dishub).
12. Cicih Permasih, S.H., M.M., Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus).
13. Amad Mutawali, S.Ag., S.IP., M.Si., Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
14. Henry Ferdian Martin, S.STP., M.AP., Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).
15. Dr. Aang Anwar Amin, S.Kep., Ners, M.Kes., M.M.RS., Wakil Direktur Pendidikan dan Pengembangan Mutu RSUD Sayang.
16. Muharam, S.Kom., Kepala Bidang Pendataan dan Penetapan Badan Pendapatan Daerah.
17. Lucky Hermansyah, S.Kom., M.Si., Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Perindustrian.
18. Fransiska Intania, S.Si., M.M., Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah.
19. Susan Susilawati, S.H., M.H., Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Arsip dan Perpustakaan.

Deretan nama tersebut menunjukkan bahwa penyegaran tidak hanya menyasar satu bidang. Mulai dari perencanaan pembangunan, pengawasan, pendapatan daerah, pelayanan publik, lingkungan hidup, perhubungan, hingga pemberdayaan masyarakat dan pengembangan sumber daya manusia, semuanya kini menghadapi tuntutan yang sama: bekerja lebih cepat, lebih tepat dan lebih terasa hasilnya.

Duy

Sirnagalih Bikin Bupati Terkesan!Rembug Warga Sukses,Pelayanan Publik Turun Langsung Ke Masyarakat

CIANJURKINI.COM

Desa Sirnagalih sukses menjadi tuan rumah pelaksanaan Rembug Warga Pemerintah Kabupaten Cianjur di kawasan BTN Cibodas, Kecamatan Cilaku, Senin (24/8/2026). Bukan sekadar menjadi lokasi kegiatan, Sirnagalih justru tampil sebagai desa yang mampu menunjukkan kekompakan warganya hingga mendapat apresiasi luar biasa dari Bupati Cianjur Dr. Mohamad Wahyu Ferdian.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Cianjur Dr. Mohamad Wahyu Ferdian bersama Ibu Siti Najma Nur Islami, Camat Cilaku, para kepala desa, serta unsur Forkopimcam. Kehadiran jajaran pemerintah daerah mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, warga dapat memperoleh berbagai pelayanan secara gratis, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pembuatan KTP, Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, Nomor Induk Berusaha (NIB), hingga Gerakan Pangan Murah.

Bupati Cianjur Dr. Mohamad Wahyu Ferdian mengatakan, Rembug Warga merupakan upaya pemerintah daerah untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, sehingga warga tidak harus mengeluarkan biaya dan meninggalkan aktivitas sehari-hari hanya untuk mengurus administrasi.

“Kami dari pemerintah daerah mendekatkan layanan-layanan melalui rembug warga. Ada pemeriksaan kesehatan gratis, pembuatan KTP, KK, akta, NIB, dan juga Gerakan Pangan Murah. Mudah-mudahan ini bisa bermanfaat untuk masyarakat,” ujar Bupati.

Menurutnya, masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pelayanan terkadang harus mengeluarkan biaya transportasi, makan, bahkan kehilangan waktu bekerja hanya untuk mengurus dokumen administrasi.

Karena itu, pemerintah daerah memilih untuk datang langsung ke desa-desa.

“Kami dari pemerintah daerah yang datang ke desa-desa. Jadi warga masyarakat tidak perlu membuang uang untuk kebutuhan administrasi,” tegasnya.

“Saya Nobatkan yang Paling Antusias”  Bupati Apresiasi Sirnagalih

Bupati secara khusus memberikan apresiasi terhadap keberhasilan Sirnagalih menjadi tuan rumah. Antusiasme warga bahkan membuat Bupati memberikan penilaian istimewa terhadap masyarakat setempat.

“Wah, luar biasa. Warga Desa Sirnagalih ini saya nobatkan yang paling antusias. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa menjadi manfaat tentunya untuk warga Sirnagalih,” ungkap Bupati.

Apresiasi tersebut menjadi bukti bahwa kesuksesan Rembug Warga di Sirnagalih bukan hanya terlihat dari banyaknya layanan yang diberikan, tetapi juga dari kekompakan masyarakat dalam menyambut dan mendukung kehadiran pemerintah daerah.

Selain pelayanan administrasi dan kesehatan, kegiatan tersebut juga diwarnai berbagai bentuk bantuan sosial. Bantuan diberikan kepada sejumlah kelompok masyarakat, di antaranya anak yatim, lanjut usia, anak-anak sekolah, serta masyarakat yang membutuhkan.

Bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat.

Kisah Ma Eti Menggugah Perhatian

Salah satu momen yang menyentuh dalam kegiatan Rembug Warga terjadi ketika Bupati bertemu dengan Ma Eti, seorang warga lanjut usia yang disebut telah berusia lebih dari 100 tahun dan merupakan penyintas kebakaran.

Pertemuan tersebut berlangsung emosional. Ma Eti tampak dikelilingi warga yang memberikan perhatian dan dukungan.

Bupati mengungkapkan bahwa dirinya kemudian mengetahui kondisi Ma Eti yang selama ini tinggal di tempat kontrakan setelah mengalami musibah kebakaran.

Ia pun mengapresiasi kepedulian masyarakat Sirnagalih, termasuk Ketua RT, RW, dan Kepala Desa Sirnagalih yang turut membantu menyediakan tempat tinggal bagi Ma Eti.

“Alhamdulillah luar biasa warga Sirnagalih. Dari pernyataan Bu Ma Eti tadi, warga juga saling membantu. Selama ini di kontrakan, RT, RW, kepala desa juga ikut membantu,” kata Bupati.

Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Cianjur menyatakan akan ikut memberikan perhatian.

“Kami juga dari pemerintah daerah ingin berkontribusi dan insyaallah nanti pembangunan rumah Ma Eti sampai selesai akan dituntaskan oleh pemerintah daerah,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disambut haru oleh masyarakat yang hadir.

Sirnagalih Jadi Contoh, Pelayanan Pemerintah Harus Hadir ke Desa

Bupati berharap kegiatan Rembug Warga tidak hanya menjadi seremoni, tetapi benar-benar menjadi sarana mendengar kebutuhan masyarakat sekaligus menghadirkan pelayanan pemerintah secara langsung. Kesuksesan Sirnagalih diharapkan menjadi contoh ketika kegiatan serupa dilaksanakan di desa-desa lainnya.

Dengan berbagai layanan yang dibawa langsung ke desa, masyarakat diharapkan dapat memperoleh kemudahan tanpa harus menempuh perjalanan jauh maupun mengeluarkan biaya tambahan.

Bupati menegaskan, pola pelayanan seperti ini diharapkan dapat dilakukan secara langsung di berbagai desa di Kabupaten Cianjur. Ia berharap ketika kegiatan serupa digelar di desa lain, semangat kebersamaan masyarakat dapat tetap terjaga seperti yang terlihat di Sirnagalih.

Kekompakan masyarakat Sirnagalih menjadi salah satu catatan positif dalam pelaksanaan Rembug Warga. Bupati juga mendorong para kepala desa lainnya agar terus bersemangat membangun kebersamaan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Camat Cilaku Apresiasi Kekompakan Warga

Camat Cilaku Sandy Zaini Ibrahim, SH., MH., turut memberikan tanggapan positif terhadap pelaksanaan Rembug Warga di Desa Sirnagalih. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat secara langsung di desa.

“Mudah-mudahan nanti di semua desa seperti Sirnagalih,” ujar Sandy, seraya mengapresiasi kekompakan masyarakat yang terlihat dari tingkat RT, RW hingga unsur masyarakat lainnya.

Sandy menilai antusiasme dan kekompakan warga Sirnagalih patut diapresiasi. Mulai dari RT, RW hingga unsur masyarakat lainnya mampu bersinergi sehingga pelaksanaan kegiatan berjalan dengan baik dan mendapat sambutan luar biasa dari warga.

Ia berharap semangat kebersamaan seperti yang ditunjukkan masyarakat Sirnagalih dapat menjadi contoh bagi desa-desa lainnya. Dengan kekompakan seluruh unsur masyarakat, berbagai program dan pelayanan pemerintah diharapkan dapat berjalan lebih efektif serta memberikan manfaat nyata.

Menurut Sandy, kepuasan Bupati Cianjur terhadap antusiasme masyarakat Sirnagalih juga menjadi motivasi bagi para kepala desa untuk terus meningkatkan pelayanan dan menjaga semangat dalam membangun wilayah masing-masing.

Kades Sirnagalih Apresiasi Warga dan Pemerintah Daerah

Sementara itu, Kepala Desa Sirnagalih H. Sugilar, SPDI, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat, para relawan, serta Karang Taruna yang telah bekerja sama dan menjaga kekompakan sehingga pelaksanaan Rembug Warga di Sirnagalih dapat berjalan sukses.

Menurut H. Sugilar, keberhasilan kegiatan tersebut tidak terlepas dari semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat. Ia mengaku sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Cianjur, khususnya Bupati Cianjur beserta Ibu Bupati, yang selama ini memberikan perhatian kepada masyarakat Sirnagalih.

Secara khusus, H. Sugilar mengenang perhatian Bupati Cianjur ketika dirinya dua kali mengalami kondisi kritis dan harus menjalani perawatan di rumah sakit beberapa waktu lalu. Saat itu, Bupati datang menjenguk dan memberikan dorongan moril serta semangat agar dirinya segera pulih.

“Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah daerah, khususnya Bapak dan Ibu Bupati. Ketika saya dua kali kritis di rumah sakit beberapa waktu lalu, Bapak Bupati datang menjenguk dan memberikan dorongan moril serta semangat untuk kesembuhan saya,” ungkap H. Sugilar.

Ia berharap hubungan baik antara pemerintah daerah, pemerintah desa dan masyarakat dapat terus terjaga sehingga berbagai program pembangunan dan pelayanan masyarakat di Desa Sirnagalih dapat berjalan semakin baik.

Sementara itu, pesan sederhana disampaikan agar masyarakat Sirnagalih terus menjaga kebersamaan, kesehatan dan semangat membangun desa.

Bupati juga mengajak masyarakat untuk senantiasa berdoa agar Desa Sirnagalih semakin maju, rezeki masyarakat bertambah dan dijauhkan dari berbagai musibah.

“Semoga sehat, tetap semangat, sayang kepada masyarakat, dan jangan lupa tetap berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar rezeki untuk Sirnagalih bertambah banyak dan dijauhkan dari segala musibah.”

Kegiatan Rembug Warga di BTN Cibodas tersebut menjadi gambaran bahwa pelayanan publik tidak harus selalu menunggu masyarakat datang ke kantor pemerintahan. Pemerintah justru hadir langsung di tengah warga, mendengar keluhan, memberikan pelayanan, sekaligus membuka ruang silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat.

Duy

Ngubek Kolam,Cara Yayasan Pasbukit Berkah Mandiri Bahagiakan Anak Yatim Di Nagrak

CIANJURKINI.COM

Puluhan anak yatim tampak larut dalam keceriaan saat mengikuti kegiatan “Ngubek Kolam” yang digelar Yayasan Pasbukit Berkah Mandiri di Nagrak, Kabupaten Cianjur, Minggu (23/8/2026). Kegiatan ini dikemas sebagai hiburan sekaligus bentuk kepedulian sosial untuk menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim.

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi yayasan, relawan, donatur, dan masyarakat untuk berbagi kebahagiaan sekaligus mempererat silaturahmi dengan anak-anak yatim.

Sejak kegiatan dimulai, suasana berlangsung meriah. Anak-anak tampak antusias turun ke kolam untuk mencari ikan. Mereka saling berlomba mengubek kolam dengan penuh kegembiraan, didampingi para pengurus yayasan dan relawan agar kegiatan berlangsung aman dan tertib.

Keceriaan semakin lengkap dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim. Santunan tersebut menjadi bentuk kepedulian dan dukungan agar anak-anak dapat merasakan perhatian serta kasih sayang dari masyarakat.

Yayasan Pasbukit Berkah Mandiri menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Dukungan di antaranya datang dari Kolonel Jhonson Mangasitua Sitorus, Komandan Citarum harum, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), serta para donatur dan masyarakat yang turut memberikan kontribusi.

“Kami berharap melalui kegiatan ini anak-anak yatim bisa merasakan kebahagiaan dan perhatian dari masyarakat. Ini juga menjadi bentuk syukur kami atas dukungan para donatur yang luar biasa,” ujar perwakilan Yayasan Pasbukit Berkah Mandiri.

Pihak yayasan berharap kegiatan sosial semacam ini tidak berhenti pada satu momentum. Kegiatan serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara rutin dengan melibatkan lebih banyak pihak sehingga manfaatnya semakin luas.

Selain memberikan kebahagiaan kepada anak-anak yatim, kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antara yayasan, para donatur, relawan, dan masyarakat.

Yayasan Pasbukit Berkah Mandiri berharap semangat berbagi dan kepedulian terhadap anak yatim terus tumbuh di tengah masyarakat. Dengan demikian, semakin banyak anak-anak yang dapat merasakan manfaat dari kegiatan sosial dan kepedulian bersama.

Duy

Petugas Gabungan Berjibaku Jinakkan Kebakaran Kebakaran GBI Nehemia Cianjur,Kapolres: Semua Bergerak Untuk Cianjur

CIANJURKINI.COM

Kebakaran hebat melanda Gereja Bethel Indonesia (GBI) Nehemia di Jalan Muhammad Ali, Kelurahan Solokpandan, Kecamatan Cianjur, Minggu (23/8/2026) sore. Kobaran api yang membakar lantai dua dan tiga bangunan tempat peribadatan itu memaksa aparat gabungan berjibaku selama hampir lima jam hingga api benar-benar berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.00 WIB.

Kapolres Cianjur AKBP Alexander Yurikho Hadi yang berada di lokasi mengapresiasi kerja keras seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan kebakaran tersebut. Menurutnya, peristiwa itu menjadi gambaran nyata bagaimana seluruh elemen di Cianjur bergerak bersama ketika masyarakat menghadapi musibah.

“Cianjur hadir sebagai sebuah keluarga. Semuanya hadir untuk menolong warga masyarakat Cianjur yang sedang berkesusahan,” kata Alexander di lokasi kejadian.

Api pertama kali diketahui sekitar pukul 16.15 WIB, ketika pihak gereja tengah mempersiapkan pelaksanaan ibadah yang dijadwalkan berlangsung pukul 17.00 WIB.

Berdasarkan informasi awal yang diterima aparat, api diduga muncul setelah pendingin ruangan atau air conditioner (AC) dinyalakan. Percikan api kemudian disertai asap dan bau sebelum kobaran api membesar dan melalap bagian lantai dua serta lantai tiga.

Namun, Kapolres menegaskan penyebab pasti kebakaran belum dapat disimpulkan. Pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan untuk memastikan apakah kebakaran berkaitan dengan faktor teknis peralatan, AC, atau penyebab lainnya.

“Yang nanti akan diteliti lebih lanjut oleh Puslabfor, apakah kebakaran atau terbakar, sengaja dibakar atau tidak sengaja terbakar karena alasan teknis,” ujarnya.

Aparat Tak Kenal Lelah Hadapi Kobaran Api

Besarnya kobaran api membuat proses pemadaman tidak mudah. Lokasi yang berada di kawasan padat dan sibuk juga menjadi tantangan tersendiri bagi petugas karena arus kendaraan sempat mengalami kemacetan.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah petugas. Personel Damkar, TNI, Polri, BPBD, PMI, relawan, pemerintah daerah, masyarakat hingga jemaat bahu-membahu melakukan penanganan.

Kapolres menegaskan, para petugas bahkan harus menghadapi risiko tinggi ketika masuk ke area terdampak untuk memastikan api dapat segera dikendalikan.

“Dari Damkar jelas seluruh personelnya tadi, mohon maaf, rela bertaruh nyawa, masuk ke dalam. Ini semua demi Cianjur,” tegasnya.

Sedikitnya 12 armada utama dikerahkan dalam operasi pemadaman. Yonif Raider 300 menurunkan tiga unit kendaraan, Kodim 0608 Cianjur satu unit, sementara Damkar mengerahkan hingga delapan unit armada.

Polres Cianjur juga mengerahkan dua kendaraan water cannon untuk membantu proses pemadaman sekaligus suplai air. Bantuan armada dan pasokan air turut datang dari sejumlah perangkat daerah, termasuk Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Perumdam.

Dengan dukungan berbagai armada tersebut, petugas bekerja secara bergantian untuk menembakkan air ke titik-titik api yang berada di bagian atas bangunan.

Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Proses dilanjutkan dengan pendinginan, overhaul dan searching untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang berpotensi kembali menyala.

Sekitar pukul 21.00 WIB, seluruh rangkaian pemadaman, pendinginan, overhaul dan pencarian titik api dinyatakan selesai.

Tidak Ada Korban Jiwa

Alexander memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, dalam proses pemadaman, terdapat petugas yang mengalami keluhan seperti sesak napas maupun luka akibat tingginya risiko saat berjibaku dengan api.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Kalau memang tadi ada yang luka, sesak napas dan segala macam itu karena petugas yang rela berkorban dan rela bertaruh dengan risiko yang sangat besar untuk cepat padamnya api,” ungkapnya.

Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk personel Damkar, TNI, Polri, BPBD, PMI, relawan, masyarakat dan jemaat yang turut membantu maupun memberikan dukungan selama proses penanganan.

Menurutnya, peristiwa tersebut menunjukkan bahwa ketika musibah terjadi, batas-batas seragam tidak menjadi penghalang. Semua bergerak dalam satu kepentingan, yakni menyelamatkan masyarakat dan mencegah api semakin meluas.

“Walaupun faktualnya kita seragam beda-beda, semuanya warga masyarakat Cianjur,” ujarnya.

Polisi Pasang Garis Pengaman

Usai api dipastikan padam, aparat langsung melakukan sterilisasi di sekitar lokasi dengan memasang garis polisi. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan sekaligus memberikan ruang kepada petugas maupun tim terkait dalam melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres meminta masyarakat tidak menerobos garis polisi yang telah dipasang.

“Area ini telah kami sterilisasi dengan menggunakan police line demi keamanan dan keselamatan. Mohon untuk tidak diterobos,” tegas Alexander.

Garis polisi akan tetap dipasang hingga proses pemeriksaan lokasi selesai. Setelah dinyatakan aman dan garis polisi dibuka, proses pemulihan dapat dilakukan.

Sementara itu, nilai kerugian material akibat kebakaran masih dalam proses pendataan. Kepolisian juga masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kebakaran.

Di tengah musibah tersebut, satu hal menjadi catatan penting: kobaran api boleh membakar bangunan, tetapi kepedulian dan gotong royong masyarakat Cianjur justru semakin menyala. Selama hampir lima jam, para petugas dari berbagai institusi mempertaruhkan tenaga, keselamatan bahkan nyawa demi memastikan api dapat dijinakkan dan tidak menimbulkan korban jiwa.

Peristiwa kebakaran GBI Nehemia tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor—TNI, Polri, Damkar, BPBD, PMI, pemerintah daerah, relawan dan masyarakat—menjadi kekuatan utama dalam menghadapi keadaan darurat di Kabupaten Cianjur.

Duy