Rakercab II Grib Jaya Cianjur Bongkar Gebrakan Baru:Dari GRIB Farm,Kontruksi Hingga GRIB Water
CIANJURKINI.COM
Rapat Kerja Cabang (Rakercab) II DPC GRIB Jaya Kabupaten Cianjur tidak sekadar menjadi forum konsolidasi organisasi. Ketua DPC GRIB Jaya Kabupaten Cianjur, Dede Farahan S.pd.I., menegaskan Rakercab yang digelar pada Selasa, 25 Agustus 2026, menjadi momentum menyusun program kerja sekaligus melahirkan sejumlah gebrakan nyata untuk satu tahun ke depan.
Rakercab yang digelar di Giga Beat Cafe, Jalan Abdullah Bin Nuh, Cianjur, tersebut sengaja dipilih karena berada di lokasi strategis di tengah kota. Pertimbangannya, lokasi itu dinilai dapat mempermudah mobilisasi para pengurus dan anggota, baik dari wilayah Cianjur selatan maupun utara.
Ketua DPC GRIB Jaya Kabupaten Cianjur, Dede Farahan S.pd.I., mengungkapkan Rakercab II menjadi momentum penting untuk menyusun program kerja sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat PAC.
“Rakercab ini untuk membahas program DPC GRIB Jaya Kabupaten Cianjur selama satu tahun ke depan. Salah satu yang dilakukan juga konsolidasi terkait kepengurusan PAC,” ujar Dede Farahan S.pd.I., Selasa (25/8/2026).
PAC Haur wangi Berganti Nahkoda
Dalam agenda konsolidasi tersebut, terjadi pergantian kepengurusan PAC Haur wangi. Asep Sofian yang sebelumnya berada di jajaran PAC Haur wangi akan ditarik ke dalam kepengurusan DPC dan selanjutnya ditempatkan sesuai dengan tugas serta kompetensinya.
Sementara posisi PAC Haur wangi selanjutnya dipercayakan kepada Uwa Ugun.
“Pak Asep Sofian kita masukkan ke pengurus DPC, nanti disesuaikan dengan tugasnya. Untuk PAC Haur wangi yang baru adalah Pak Uwa Ugun,” ungkapnya.
Bukan hanya Harawangi, sejumlah PAC lainnya juga disebut akan mengalami penyegaran kepengurusan. Namun, proses tersebut akan dilakukan secara bertahap melalui silaturahmi dan kunjungan langsung ke masing-masing PAC.
Tak Sekadar Organisasi, GRIB Jaya Bidik Sektor Ekonomi
Yang paling menarik, Rakercab II kali ini tidak hanya membahas persoalan internal organisasi. GRIB Jaya Cianjur mulai mengarahkan kekuatan organisasinya pada sektor sosial, keagamaan hingga pemberdayaan ekonomi.
Salah satu gebrakan yang diperkenalkan adalah GRIB Farm, sebuah program yang diarahkan pada pengembangan sektor pertanian.
GRIB Farm diproyeksikan menggarap lahan pertanian dengan berbagai komoditas, mulai dari ubi, bawang hingga padi. Program tersebut nantinya akan melibatkan masyarakat setempat, khususnya para penggarap sawah.
“GRIB Farm itu GRIB hijau. Untuk beberapa hektare lahan pertanian nanti akan kita garap. Kita akan tanam ubi, bawang, mungkin padi juga ada. Kita bekerja sama dengan penggarap sawah masyarakat setempat,” jelasnya.
Saat ini proses pembebasan lahan masih berjalan. Dari target sekitar 2 hektare, lahan yang sudah tersedia baru sekitar 6.000 meter persegi.
GRIB Konstruksi Siap Masuk Dunia Usaha
Tidak berhenti di sektor pertanian, GRIB Jaya Cianjur juga mulai membangun kekuatan ekonomi melalui sektor konstruksi.
Dalam Rakercab tersebut turut diperkenalkan PT Saraga Baraya Jaya, perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi dan telah dipersiapkan dengan legalitas formal.
Keberadaan badan usaha tersebut diharapkan mampu membuka peluang ekonomi sekaligus memberikan ruang bagi organisasi untuk terlibat dalam berbagai pekerjaan konstruksi secara profesional.
“Legal formalnya sudah jelas. Ketika ada yang membutuhkan perusahaan, kita bisa masuk ke arah sana,” katanya.
GRIB Water, Proyek Jangka Panjang yang Tak Main-Main
Gebrakan berikutnya bahkan menyentuh sektor air dan wisata.
GRIB Jaya Cianjur memiliki rencana mengembangkan potensi mata air yang berada di Kampung Cisarua, Desa Rancagoong. Program yang diberi konsep GRIB Water tersebut sebenarnya telah menjadi wacana sejak beberapa waktu lalu.
Namun, realisasinya tidak akan dilakukan secara terburu-buru. Pasalnya, pemanfaatan sumber daya air membutuhkan proses perizinan yang harus sesuai dengan ketentuan pemerintah daerah maupun regulasi tingkat provinsi.
Untuk tahap awal, sumber mata air tersebut direncanakan dikembangkan menjadi kolam renang sederhana.
Dalam jangka panjang, pengelolaannya bahkan diarahkan menuju produksi air minum dalam kemasan (AMDK).
“Untuk sementara sumber mata air itu dijadikan kolam renang biasa, sederhana. Tapi ke depan kita akan membuat air minum kemasan. Tentu perizinan, BPOM dan lainnya harus kita lakukan sejak sekarang,” ujarnya.
Semua PAC Akan Diberdayakan Sesuai Kompetensi
Seluruh program tersebut nantinya tidak hanya menjadi pekerjaan segelintir pengurus DPC. Para pengurus PAC se-Kabupaten Cianjur juga akan dilibatkan sesuai kemampuan dan kompetensi masing-masing.
Konsepnya sederhana namun strategis: organisasi tidak hanya kuat secara struktur, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Yang dilibatkan tentunya kepengurusan DPC, begitu pula para PAC se-Cianjur. Nanti disesuaikan dengan kompetensi masing-masing. Kita berdayakan,” tegasnya.
Rakercab II GRIB Jaya Kabupaten Cianjur pun menjadi titik penting bagi organisasi untuk bergerak lebih jauh. Dari konsolidasi internal, GRIB Jaya mulai mengembangkan sayap menuju aksi sosial, keagamaan, pertanian, konstruksi hingga pengelolaan potensi sumber daya air.
Targetnya jelas: organisasi tidak hanya besar dalam jumlah, tetapi juga nyata dalam karya dan manfaat bagi masyarakat Cianjur.
“Mohon doanya, mudah-mudahan harapan-harapan dari Rakercab ini bisa direalisasikan menjadi program-program yang bermanfaat,” pungkasnya.
Duy

