Kemeriahan Hut RI Ke-81 Di Cibinong Tengah,Warga Kompak Gelar Upacara,Pawai Hingga Karaoke

Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku

CIANJUR KINI.COM

Semangat kemerdekaan dan kebersamaan warga begitu terasa di Kampung Cibinong Tengah, RT 04/04, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, masyarakat setempat menggelar berbagai kegiatan yang berlangsung meriah, penuh hiburan, sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.

Rangkaian peringatan diawali dengan upacara bendera. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi warga untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus menumbuhkan rasa nasionalisme dan syukur atas kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pendahulu bangsa dengan sersan mayor Yaya sunarya menjadi inspektur Upacara, beliau merupakan Tokoh masyarakat Kp Cibinong Tengah yang juga bertugas sebagai Babinsa di Desa Pasawahan Kecamatan Takokak.

Usai upacara, kemeriahan berlanjut melalui pawai keliling kampung. Warga tampil dengan berbagai pakaian unik dan kreatif sehingga suasana lingkungan berubah menjadi semarak. Anak-anak, pemuda hingga orang dewasa ikut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut berjalan beriringan keliling kampung dengan semangat.

Kemeriahan semakin terasa ketika warga mengikuti berbagai perlombaan yang melibatkan anak-anak maupun orang dewasa. Balap karung dan makan kerupuk menjadi hiburan yang mengundang tawa, sementara lomba karaoke memberikan ruang bagi warga untuk tampil dan menunjukkan bakat mereka di hadapan masyarakat.

Bukan sekadar perlombaan, seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang bagi warga untuk berkumpul, saling mendukung dan memperkuat rasa persaudaraan. Tingginya partisipasi masyarakat juga menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih kuat di tengah kehidupan warga Kampung Cibinong Tengah.

Tokoh Kampung Cibinong Tengah, Sersan Mayor Yaya Sunarya,dalam sambutan nya memberikan apresiasi kepada Karang Taruna dan seluruh warga yang telah bekerja sama menyukseskan peringatan HUT RI ke-81. Menurutnya, kemeriahan acara merupakan hasil dari kekompakan berbagai unsur masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi kinerja Karang Taruna bersama seluruh warga Cibinong Tengah yang telah berhasil memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Kegiatan ini berlangsung semarak, meriah, dan tentunya memberikan hiburan serta kebahagiaan bagi seluruh masyarakat,” ujar Yaya.

Yaya menilai semangat gotong royong menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan kegiatan. Bahkan, meski sempat turun hujan, semangat warga tidak surut dan kegiatan tetap dapat berlangsung dengan baik.

“Keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari kerja sama yang baik antara Karang Taruna, pemuda, tokoh masyarakat mulai dari ketua Rt, dan seluruh warga. Semangat gotong royong seperti inilah yang harus terus kita pertahankan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna RT 04/04 Kampung Cibinong Tengah, Kamal, mengaku sangat bersyukur melihat tingginya animo masyarakat. Ia mengatakan respons warga terhadap seluruh rangkaian kegiatan bahkan berada di luar perkiraan panitia.

“Kami sangat bersyukur, ternyata animo masyarakat tinggi sekali. Di luar dugaan, respons warga terhadap kegiatan yang kami adakan sangat luar biasa,” ungkap Kamal.

Menurut Kamal, pawai dengan pakaian unik, perlombaan anak-anak dan dewasa, hingga lomba karaoke mendapat sambutan luar biasa. Tingginya partisipasi tersebut membuat dirinya merasa puas karena kegiatan tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga mampu memberikan hiburan kepada masyarakat.

Kamal juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga yang terlibat, para donatur, serta panitia yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut.

“Saya merasa puas dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga yang terlibat, para donatur, dan seluruh panitia. Berkat kerja sama semuanya, kegiatan ini bisa berjalan dengan baik dan meriah,” ujarnya.

Perayaan HUT RI ke-81 di Kampung Cibinong Tengah akhirnya bukan hanya menjadi agenda tahunan. Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata kekompakan warga dalam menghidupkan suasana kemerdekaan di lingkungan kampung, sekaligus menjadi momentum mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan kembali semangat gotong royong.

Kemeriahan yang lahir dari partisipasi warga, dukungan Karang Taruna, kontribusi para donatur serta kerja keras panitia menunjukkan bahwa sebuah perayaan sederhana dapat menjadi sangat berarti ketika dilaksanakan dengan kebersamaan.semangat itulah yang di harapkan terus terjaga,bukan hanya saat peringatan HUT kemerdekaan ,tetapi juga dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan di Kampung Cibinong Tengah

P5HAM Harus Jadi Budaya,isfhan Taufik Munggaran:Kesadaran HAM Di Mulai Dari Rumah

CIANJURKINI.COM

Kesadaran masyarakat terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) tidak boleh berhenti pada pemahaman tentang aturan dan teori. HAM harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, dimulai dari lingkungan keluarga, tetangga, hingga kehidupan bermasyarakat.Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan “Mewujudkan Masyarakat Sadar Hak Asasi Manusia Melalui Implementasi P5HAM” yang digelar di Kampung Pakujangkung RT 03/RW 03, Desa Walahir, Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan sosialisasi tersebut menghadirkan Isfhan Taufik Munggaran, Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, dan diikuti tokoh masyarakat, kepala desa, perangkat desa, pemuda serta warga setempat.
Antusiasme peserta terlihat sejak kegiatan berlangsung. Diskusi tidak hanya membahas persoalan HAM di tingkat desa, tetapi juga berkembang pada berbagai persoalan sosial yang terjadi di luar daerah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa isu HAM semakin dekat dengan kehidupan masyarakat dan membutuhkan pemahaman yang benar agar tidak mudah disalahartikan.
Dalam kesempatan itu, Isfhan menegaskan bahwa P5HAM harus dibangun sebagai kebiasaan dan budaya masyarakat, bukan sekadar program yang disosialisasikan kemudian dilupakan.

“Hari ini di Desa Walahir kami melaksanakan program dari Kementerian Hak Asasi Manusia yaitu tentang P5HAM. P5HAM harus menjadi kebudayaan yang kita rawat untuk kehidupan yang lebih baik,” ujar Isfhan.

Menurutnya, tantangan membangun kesadaran HAM saat ini semakin kompleks, terutama di tengah derasnya arus informasi melalui media digital.
Masyarakat setiap hari menerima berbagai informasi dalam bentuk video, foto maupun gambar melalui telepon genggam. Tidak semua informasi tersebut dapat dipastikan kebenarannya.

“Di era digital saat ini, arus informasi melalui video, foto, dan gambar masuk sangat cepat ke gawai kita. Jangan sampai kita terprovokasi oleh hal-hal yang baru masuk,” katanya.

Kesadaran HAM Dimulai dari Rumah
Isfhan menekankan, implementasi P5HAM tidak harus selalu dimulai dari persoalan besar. Justru, kesadaran terhadap hak dan kewajiban dapat dibangun melalui hal-hal sederhana dalam kehidupan keluarga.
Ia menyebut keluarga sebagai lingkungan pertama tempat seseorang belajar menghargai orang lain.

“Kesadaran Hak Asasi Manusia dalam P5HAM dimulai dari diri kita sendiri, lalu ke keluarga inti, keluarga besar, dan tetangga. Kalau di rumah sudah rukun, insyaallah keluar juga akan rukun dan menjamin kehidupan yang harmonis,” tutur Isfhan.

Menurutnya, masyarakat yang memahami HAM akan lebih mampu menghargai perbedaan, menyelesaikan persoalan melalui musyawarah serta memahami bahwa setiap orang memiliki hak sekaligus kewajiban.

Karena itu, sosialisasi P5HAM dinilai penting untuk terus diperluas hingga tingkat desa. Pemerintah dan masyarakat harus berjalan bersama agar nilai-nilai penghormatan, perlindungan dan pemenuhan HAM benar-benar terasa dalam kehidupan masyarakat.
Bukan Sekadar Bicara HAM, Isfhan Buktikan dengan Dukungan Nyata
Hal menarik terjadi dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Di tengah dialog bersama masyarakat, Isfhan turut menggali kebutuhan nyata yang ada di lingkungan Desa Walahir. Dari komunikasi dengan warga diketahui terdapat empat Posyandu yang menjadi bagian penting dalam pelayanan masyarakat.

Persoalan kemudian tidak berhenti pada diskusi.
Isfhan menyampaikan dukungan berupa bantuan Rp10 juta untuk satu Posyandu, yang diarahkan untuk membantu pemenuhan sarana dan prasarana.
Langkah tersebut menjadi gambaran bahwa implementasi nilai-nilai HAM tidak hanya berbicara mengenai hak secara konseptual, tetapi juga bagaimana masyarakat memperoleh pelayanan dan fasilitas yang layak.

“Kalau bangunannya sudah ada, tinggal kita lengkapi fasilitasnya. Negara hadir bukan hanya omongan, tapi juga nyata dalam bentuk dukungan,” tegasnya.

Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat keberadaan Posyandu sebagai salah satu fasilitas pelayanan masyarakat di tingkat paling dekat dengan warga.
Posyandu memiliki peran strategis dalam mendukung pelayanan dasar masyarakat. Karena itu, pemenuhan fasilitas yang memadai menjadi bagian penting agar pelayanan kepada warga dapat berjalan lebih optimal.
Warga Aktif Bertanya, Isu HAM Mengalir dari Desa
Sosialisasi P5HAM di Desa Walahir juga berlangsung interaktif.
Para peserta tidak hanya menjadi pendengar, tetapi aktif menyampaikan pertanyaan dan pandangan. Berbagai persoalan yang dibahas memperlihatkan bahwa masyarakat memiliki kepedulian terhadap isu HAM dan persoalan sosial yang berkembang.

Pertanyaan yang disampaikan bahkan tidak hanya berkaitan dengan kondisi di lingkungan pedesaan, tetapi juga menyentuh persoalan yang terjadi di berbagai daerah.
Diskusi tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk memahami bahwa HAM bukan sesuatu yang jauh dari kehidupan mereka.
Hak untuk memperoleh pelayanan, hak untuk mendapatkan perlakuan yang adil, hak untuk hidup aman dan nyaman, serta kewajiban menghormati hak orang lain merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari.
P5HAM dari Desa untuk Indonesia
Kegiatan di Desa Walahir menjadi bagian dari upaya mendorong pemahaman masyarakat agar penghormatan, perlindungan dan pemenuhan HAM tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi kesadaran bersama.

P5HAM diharapkan mampu melahirkan masyarakat yang tidak hanya mengetahui haknya, tetapi juga memahami kewajibannya.
Dari keluarga, nilai tersebut kemudian dibawa ke lingkungan masyarakat. Dari desa, kesadaran itu diharapkan berkembang menjadi budaya sosial yang lebih luas.
Isfhan pun mendorong agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas, terutama yang beredar cepat melalui media sosial.
Sebab, membangun masyarakat sadar HAM juga berarti membangun masyarakat yang mampu berpikir kritis, menghargai perbedaan dan tidak mudah melakukan tindakan yang dapat merugikan hak orang lain.
Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama sebagai bentuk komitmen dan dukungan terhadap gerakan membangun masyarakat yang sadar serta peduli terhadap Hak Asasi Manusia.

Pesan yang dibawa dari Desa Walahir jelas: HAM bukan hanya untuk dibicarakan, tetapi harus dipraktikkan. Dimulai dari diri sendiri, keluarga, tetangga, desa, hingga menjadi budaya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Duy

Hut RI Ke-81 Di Cilaku,Kordik Cilaku H.Azis Berencana Siapkan Bantuan Untuk Korban Gempa NTT

CIANJURKINI.COM

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, tidak hanya menjadi momentum memperkuat semangat kebangsaan, tetapi juga menjadi ajang mempererat kebersamaan para tenaga pendidik dari berbagai jenjang pendidikan.

Hal tersebut disampaikan Kordik Cilaku H. Azis, S.Pd., M.Pd. saat menghadiri rangkaian kegiatan peringatan HUT RI ke-81 yang digelar di SMKN 2 Cilaku, Kamis 13 Agustus 2026.

Menurut H. Azis, kegiatan tersebut diupayakan melibatkan seluruh anggota PGRI di Kecamatan Cilaku, mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK hingga PKBM. Kehadiran para guru dari berbagai jenjang diharapkan semakin memperkuat semangat persatuan dalam momentum peringatan kemerdekaan.

“Kita berusaha mengumpulkan semua anggota PGRI mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK, bahkan PKBM. Semuanya diundang oleh kami untuk turut kegiatan ini. Jadi semua guru-guru dari semua jenjang insya Allah hadir pada kegiatan ini,” ujar H. Azis.

Ia berharap momentum HUT RI ke-81 dapat menjadi energi positif bagi seluruh masyarakat sekaligus membawa harapan agar Indonesia terus berkembang menjadi negara yang semakin maju dan sejahtera.

“Harapan kami Indonesia semakin maju, Indonesia semakin sejahtera, Indonesia semakin memberikan kenyamanan kepada semua warga negara Indonesia,” katanya.

PGRI Cilaku Berencana Siapkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Di tengah suasana perayaan kemerdekaan, perhatian H. Azis juga tertuju kepada masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Ia mengatakan, PGRI Kecamatan Cilaku berencana menyiapkan dan menggalang bantuan secara sukarela sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap sesama warga negara.

H. Aziz menyebut bantuan nantinya dapat dihimpun dari kalangan guru maupun siswa. Besaran bantuan belum ditentukan karena masih akan dibahas lebih lanjut dan dikoordinasikan dengan PGRI Kabupaten Cianjur.

“Memang pada tahun ini, di samping ada kebahagiaan dengan adanya peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, kita juga berduka dengan adanya bencana alam di NTT. Seperti biasanya, insya Allah kami bersama-sama PGRI akan mengumpulkan bantuan sumbangan untuk mereka seikhlas mereka, baik dari kalangan siswa maupun guru-guru,” ungkapnya.

Tidak hanya mengandalkan penggalangan bantuan secara kelembagaan, H. Aziz juga menyampaikan rencana untuk ikut menginisiasi pengumpulan dana bagi masyarakat NTT. Langkah tersebut akan disampaikan kepada jajaran PGRI dan menunggu koordinasi maupun instruksi dari PGRI Kabupaten Cianjur.

“Saya sendiri akan merencanakan untuk menggalang dana untuk saudara-saudara kita yang di NTT. Sudah biasa PGRI, nanti saya sampaikan. Kita juga sambil menunggu instruksi dari PGRI Kabupaten Cianjur,” tambahnya.

Menurut H. Aziz, aksi solidaritas semacam ini bukan hal baru bagi PGRI. Sebelumnya, organisasi profesi guru tersebut juga pernah melakukan gerakan serupa ketika terjadi bencana di wilayah lain, termasuk Sumatera.

Ia berharap kepedulian tersebut kembali dapat diwujudkan untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana di NTT.

Momentum HUT RI ke-81 di Kecamatan Cilaku akhirnya tidak hanya menjadi perayaan kemerdekaan, tetapi juga memperlihatkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial dari kalangan pendidik untuk sesama