Suratin Cup 2026 Resmi Bergulir,Jadi Momentum Kebangkitan SepakBola Cianjur

CIANJURKINI.COM

Komitmen Perkuat Pembinaan Usia Dini Menuju tingkat nasional KONI dan PSSI membuka Piala Suratin 2026 ditandai dengan kick off pembukaan di Stadion Badak Putih Cianjur oleh ketua KONI Cianjur Beni Rustandi, Sabtu (1/8/2026). Kompetisi sepak bola usia muda yang mempertandingkan kategori U-13 dan U-15 tersebut menjadi momentum penting bagi pembinaan atlet sekaligus kebangkitan sepak bola Kabupaten Cianjur.

Ajang yang merupakan agenda resmi PSSI itu diikuti 28 klub dari berbagai wilayah di Kabupaten Cianjur. Untuk kategori U-13 diikuti sekitar 22 tim, sedangkan kategori U-15 diikuti 23 tim yang akan bersaing memperebutkan tiket menuju tingkat Provinsi Jawa Barat.

Ketua Umum KONI Kabupaten Cianjur, Beni Rustandi, menyambut baik terselenggaranya kompetisi tersebut. Menurutnya, Piala Suratin merupakan bagian dari sistem pembinaan sepak bola nasional yang memiliki jenjang kompetisi jelas hingga tingkat nasional.

“Alhamdulillah Piala Suratin kelompok umur U-13 dan U-15 dapat dilaksanakan. Ini merupakan bagian dari agenda internal PSSI yang mengikuti regulasi dari Jawa Barat. Atlet-atlet yang mengikuti kompetisi ini nantinya dipersiapkan untuk mengikuti jenjang kompetisi yang lebih tinggi hingga tingkat nasional,” ujar Beni.

Ia menjelaskan, tim yang berhasil menjadi juara di tingkat kabupaten akan mewakili daerahnya pada putaran tingkat Jawa Barat. Selanjutnya, tim terbaik tingkat provinsi akan melaju ke kompetisi nasional.

“Ini adalah kejuaraan yang berjenjang. Juara tingkat kabupaten akan mewakili ke tingkat Jawa Barat, kemudian berpeluang melaju ke tingkat nasional. Inilah proses pembinaan yang harus terus dijaga,” katanya.

Selain menjadi wadah kompetisi, Suratin Cup juga menjadi ajang pencarian bibit-bibit pesepak bola potensial yang diharapkan mampu mengharumkan nama Kabupaten Cianjur di masa depan.

Sementara itu, Pelaksana Harian (PLH) PSSI Kabupaten Cianjur, Hamzah Pakpahan, SH., M.H., mengatakan pelaksanaan Suratin Cup 2026 menjadi bukti bahwa pembinaan sepak bola di Kabupaten Cianjur tetap berjalan meski organisasi tengah menghadapi dinamika kepengurusan.

Menurutnya, dukungan dari KONI Kabupaten Cianjur menjadi salah satu faktor penting sehingga kompetisi dapat terselenggara dengan baik meskipun persiapannya sangat singkat.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum KONI Kabupaten Cianjur, Kang Beni Rustandi, yang terus memberikan arahan dan dukungan. Beliau juga berupaya berkomunikasi dengan Asprov PSSI Jawa Barat agar sepak bola Cianjur mendapatkan perhatian dan penanganan yang lebih maksimal,” ungkap Hamzah.

Hamzah menjelaskan bahwa kepengurusan Pelaksana Harian PSSI Kabupaten Cianjur baru terbentuk beberapa hari sebelum pelaksanaan kompetisi. Namun berkat kerja sama seluruh pihak, agenda pembinaan tersebut tetap dapat terlaksana sesuai rencana.

“Setelah kami ditunjuk sebagai PLH, waktu persiapan yang tersedia hanya sekitar tiga hari. Alhamdulillah dengan dukungan KONI, panitia, klub peserta, dan seluruh insan sepak bola Cianjur, Suratin Cup dapat terselenggara dengan baik,” katanya.

Lebih jauh, Hamzah menegaskan bahwa pembangunan sepak bola tidak bisa dilakukan secara instan. Menurutnya, pembinaan harus dimulai dari akar rumput melalui kompetisi usia dini yang berkesinambungan.

“Kegiatan hari ini menjadi cerminan bahwa sepak bola harus dibangun dari akar rumput. Kita tidak bisa instan. Pembinaan harus dimulai dari bawah, dari usia dini, sehingga ke depan kita memiliki pemain-pemain berkualitas yang mampu bersaing di level yang lebih tinggi,” tegasnya.

Sebagai bentuk keseriusan dalam membangun sepak bola daerah, PSSI Kabupaten Cianjur berencana menggelar sejumlah turnamen dan program pembinaan lainnya dalam beberapa bulan ke depan. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem sepak bola yang lebih sehat sekaligus menjadi wadah pengembangan bakat bagi para pemain muda.

Bagi Kabupaten Cianjur, Suratin Cup 2026 bukan sekadar kompetisi tahunan. Ajang ini menjadi simbol kebangkitan pembinaan sepak bola daerah, sekaligus langkah awal dalam menyiapkan generasi pesepak bola muda yang mampu berprestasi di tingkat Jawa Barat hingga nasional.

Duy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *